Cerita Warga Seyegan Sleman Misteri Api Muncul Sendiri di Rumahnya, Kain hingga Triplek Terbakar
Yoseph Hary W May 25, 2026 07:14 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Peristiwa janggal sekaligus menegangkan terjadi di sebuah rumah milik warga di Padukuhan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). 

Beberapa barang di dalam rumah itu dilaporkan mendadak terbakar secara misterius tanpa diketahui sumber api maupun penyebab pastinya.

Pemilik rumah, Mutfiana atau yang akrab disapa Fia, menceritakan kejadian itu bermula pada Jumat malam menjelang Sabtu (23/5/2026) sekitar pukul 01.00 WIB. Saat itu dirinya tengah menyetrika pakaian di dalam rumah.

“Tahu-tahu ada suara kayak ‘dok’ gitu. Karena di sini pakai GRC jadi suaranya keras banget. Saya langsung keluar kamar karena takut ada kecelakaan atau keributan di luar,” ujarnya saat diwawancarai, Senin (25/5/2026).

Api membakar kain microfiber 

Namun ketika keluar kamar, Fia justru mendapati api sudah menyala dan membakar sebuah kain microfiber yang berada di lantai dekat pintu rumah.

Menurutnya, posisi kain tersebut jauh dari sumber api maupun aliran listrik. Saat kejadian juga tidak ada seorang pun yang merokok di sekitar lokasi.

“Itu kain microfiber buat lap mobil. Posisinya di tengah pintu, enggak ada listrik, enggak ada yang merokok, pokoknya enggak ada pemicu api,” katanya.

Fia mengaku baru menyadari benda yang terbakar itu merupakan kain microfiber setelah api berhasil dipadamkan menggunakan sekitar tiga liter air. Sebab, bentuk kain tersebut sudah nyaris hancur.

Padahal, sebelumnya kain itu digunakan untuk mengelap tumpahan es teh di lantai dan kemudian diletakkan di atas kursi.

“Seingat saya habis dipakai sore menjelang malam, terus saya taruh di atas kursi,” ucapnya.

Awalnya, Fia tidak terlalu memikirkan kejadian tersebut. Ia menganggapnya sebagai peristiwa yang mungkin terjadi begitu saja dan memilih melanjutkan aktivitasnya sebelum akhirnya tertidur.

Dua jam kemudian, tiba-tiba muncul api lagi

Namun sekitar satu hingga dua jam kemudian, ia kembali terbangun setelah mendengar anaknya seperti sesak napas. Saat terbangun, ia mendapati ruangan rumah sudah dipenuhi asap.

“Satu ruangan ini penuh asap, terutama yang di belakang,” katanya.

Setelah dicek, api kembali muncul di area sekitar lokasi kejadian pertama. Kali ini api membakar bagian kusen dan rangka pintu hingga meleleh.

“Apinya sebenarnya kecil, tapi gawang pintunya sampai meleleh,” ujarnya.

Meski panik, Fia berusaha tetap tenang dan segera memadamkan api menggunakan air. Setelah itu ia memeriksa seluruh ruangan karena khawatir muncul titik api lain yang membahayakan dirinya dan anaknya.

Keesokan harinya, api muncul lagi

Ia memilih tidak langsung membangunkan orang tuanya karena merasa kejadian itu sudah cukup membuat semua orang terkejut pada malam hari.

Keesokan paginya sekitar pukul 10.00 WIB, Fia akhirnya menceritakan kejadian tersebut kepada keluarga. Namun, salah satu adiknya sempat tidak percaya dan menganggap peristiwa itu hanya kebetulan.

Keraguan itu berubah beberapa jam kemudian. Saat keluarga hendak makan siang sekitar pukul 12.00 WIB, sebuah triplek di dekat lokasi kejadian kedua tiba-tiba ikut terbakar.

“Dari situ adik saya baru percaya. Dia bilang, Kok bisa ya ada api di situ” tutur Fia.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.