Detik-detik Begal Kalah Duel dengan Korbannya, Berujung Senjata Makan Tuan
Noval Andriansyah May 25, 2026 09:19 PM

Tribunlampung.co.id, Nabire - Detik-detik menegangkan aksi pembegalan sepeda motor di Kabupaten Nabire, Papua Tengah, berakhir dengan dramatis.

Seorang pelaku begal tewas mengenaskan setelah kalah duel melawan korbannya sendiri, di mana senjata tajam jenis parang yang ia bawa untuk mengancam justru berbalik menusuk perutnya sendiri hingga berujung senjata makan tuan.

Alih-alih bisa membawa kabur motor incaran dengan mudah, pelaku justru mendapat perlawanan sengit dari korbannya yang menolak menyerah begitu saja.

Duel berdarah di tengah jalan ini pun seketika menjadi akhir dari petualangan sang begal yang nekat tersebut.

Peristiwa menegangkan ini persisnya terjadi di kawasan Kampung Baru Kalisemen, Distrik Nabire Barat, Kabupaten Nabire, pada Jumat (22/5/2026) sekitar pukul 10.30 WIT.

Baca juga: Nasib Nahas Begal, Tewas Kena Senjata Sendiri, Kalah Duel Lawan Korbannya

Kejadian bermula saat korban berinisial LOE (50) sedang asyik mengendarai motor Honda CRF miliknya dengan maksud untuk menjemput sang anak di sekolah.

Namun di tengah jalan, langkah pria paruh baya ini mendadak terhenti setelah diadang secara brutal oleh pelaku yang sudah membekali diri dengan sebilah parang panjang.

Kasat Reskrim Polres Nabire, Iptu Bogi Transtanto menjelaskan, pelaku saat itu langsung mengayunkan parangnya secara membabi buta ke arah korban tanpa basa-basi.

Sabetan senjata tajam tersebut sempat mengenai bagian bawah telinga kiri dan dagu sebelah kanan korban hingga mengucurkan darah.

"Pelaku mengayunkan parang, sehingga mengakibatkan luka di bagian bawah telinga sebelah kiri dan dagu samping sebelah kanan korban," ujar Bogi melansir dari Kompas.com.

Melihat nyawanya diujung tanduk dan dalam posisi terdesak, LOE secara spontan mengerahkan sisa tenaganya untuk melakukan perlawanan sengit.

Mengandalkan tangan kosong, ia nekat berduel jarak dekat dan berusaha merebut parang yang ada di genggaman erat pelaku.

"Saat berusaha merebut parang, tiba-tiba parang itu mengenai perut pelaku, sehingga pelaku terluka,” lanjutnya menceritakan kronologi duel maut tersebut.

Meski perutnya sudah robek dan bersimbah darah akibat senjatanya sendiri, pelaku rupanya tetap memaksakan diri merampas motor Honda CRF milik korban.

Ia langsung memacu gas sekencang-kencangnya untuk melarikan diri, sementara korban LOE yang terluka parah di bagian kepala langsung terkapar lemas di lokasi kejadian.

Nahas bagi sang begal, pelariannya tidak berlangsung lama. Efek luka tusuk yang sangat dalam di perut membuat kesadarannya hilang drastis di tengah jalan.

Hanya berjarak sekitar 1 kilometer dari lokasi duel, pelaku langsung terjatuh dari atas motor rampasannya karena kehabisan darah.

Warga yang melihat situasi tersebut langsung bergerak cepat mengevakuasi korban LOE ke rumah sakit terdekat.

Tak lama berselang, pihak kepolisian yang tiba di lokasi jatuhnya pelaku juga langsung melarikan sang begal ke RSUD Nabire agar segera ditangani tim medis.

Namun, takdir berkata lain bagi sang pelaku. Nyawa begal nahas tersebut akhirnya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia akibat luka robek yang cukup parah di bagian perut sebelah kiri.

"Untuk pelaku meninggal dunia akibat luka tusuk di bagian perut sebelah kiri. Sementara korban mengalami luka di belakang kepala, telinga kiri, sikut, baju dan lutut. Sampai sekarang korban masih menjalani perawatan intensif," pungkas Bogi.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.