Ekonom Menilai Dolar Bisa Melemah ke Rp 22.000, Sebut Prabowo Dibohongi Menterinya
Muhammad Ridho May 25, 2026 09:29 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM - Ekonom senior Ferry Latuhihin menilai para menteri Presiden Prabowo Subianto menggampangkan persoalan melemahnya kurs rupiah akhir-akhir ini.

Ferry Latuhihin pun menyindir para menteri yang berusaha menghibur Presiden Prabowo Subianto di tengah buruknya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Adapun menurut laman resmi Bank Indonesia (BI) per hari ini, Senin, 25 Mei 2026, 1 dolar AS setara dengan 18.805 rupiah (kurs jual) dan 17.628 rupiah (kurs beli).

Sebagaimana diketahui, meski nilai tukar rupiah memburuk, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa beberapa waktu lalu menyampaikan optimismenya. Bahkan, dia meminta masyarakat tidak khawatir.

Namun, berbeda dengan Menkeu Purbaya, ekonom senior Ferry memperlihatkan pesimismenya. 

Ferry menyebut nilai tukar rupiah bisa makin buruk, bahkan punya kemungkinan menembus angka 22.000 rupiah per 1 dolar AS.

Menurut Ferry kondisi fiskal Indonesia saat ini kedodoran, apalagi ditambah dengan hilangnya kepercayaan para investor. “Dolar bisa ke Rp22.000,” kata Ferry dalam siniar Hendri Satrio di kanal YouTube hari ini, Senin.

“Belum lagi Mei ini harga-harga minyak yang tinggi itu di-pass through ke produk akhir konsumen. Mei ini year on year inflation bisa double digit, bisa belasan persen.”

Menurut Ferry, Presiden Prabowo mungkin mengetahui kondisi buruk ini, tetapi para anak buahnya menggampangkannya.

“Menteri-menterinya ini bilang gampang. Ini enggak masalah. Ya menghibur sifatnya, asal bapak senang,” sindir Ferry yang pernah menjadi anggota Dewan Pakar Tim Kampanye Nasional Prabowo-Gibran ini.

Kata Ferry, Prabowo mungkin sempat cemas sehingga memanggil Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK). Namun, menteri-menteri Prabowo tetap menebar optimisme dan menggampangkan persoalan nilai tukar rupaih.

Ferry berkata bawahan Prabowo mungkin menghibur presidennya dengan menyebut bahwa turunnya nilai tukar rupiah hanya dipicu oleh perang di Timur Tengah antara Amerika Serikat (AS)-Israel dan Iran.

Prabowo lalu diyakinkan bahwa rupiah akan kembali ke Rp16.500 per dolar AS. 

“Iya benar dibohongi. Jadi, Pak Presiden yang mungkin niat awalnya baik tapi karena dibilang, ‘Gampang, Pak. Tenang, Pak, ini cuma sementara, Pak. Ekonomi kuat,’ jadi lengah,” ucap Ferry.

Baca juga: Soroti Pembangunan Kantor Pemerintahan, Prabowo: Kantor megah, Produknya Enggak Ada

Dia berujar, Purbaya adalah menteri yang paling bertanggung jawab atas kondisi ini karena dia adalah bendahara negara.

Lalu, Ferry menyinggung angka pertumbuhan ekonomi 5,61 persen yang dibangga-banggakan Purbaya.

“Orang ini saya rasa mengejar jumpstart tadi, pengeluaran pemerintah naik hampir 22 persen untuk mengangkat 5,61 persen, cuma untuk membuktikan kita keluar dari jebakan 5 persen,” kata Ferry.

“Padahal, kalau kita breakdown, tanpa pengeluaran itu pertumbuhan ekonomi kita cuma empat kota sekian persen.”

Presiden Prabowo targetkan kurs rupiah Rp16.800-Rp17.500 per dolar AS

Sementara itu, Prabowo menyampaikan pidatonya secara langsung mengenai arah kebijakan ekonomi dan fiskal pemerintah dalam rapat paripurna DPR RI, Rabu, (20/5/2026).

Dalam pidatonya Presiden menegaskan bahwa pemerintah ingin menjaga nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada pada rentang Rp16.800-Rp17.500 pada 2027. 

"Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berada pada rentan 16.800 hingga 17.500," kata Prabowo.

Oleh karena itu, kata Prabowo, strategi fiskal dan moneter Indonesia disusun untuk mampu menjaga stabilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Selain nilai tukar rupiah, pemerintah juga kata Presiden terus berupaya untuk mengendalikan laju inflasi. "Inflasi akan tetap kami jaga 1,5 hingga 3,5 persen," katanya.

Dalam pidato yang dihadiri oleh para pimpinan lembaga negara dan Ketum Parpol tersebut, Prabowo juga menyampaikan target pemerintah dalam penurunan angka kemiskinan. Pemerintah menargetkan angka kemiskinan turun 6-6,5 persen pada 2027.

"Tingkat pengangguran terbuka harus turun pada rentan 4,30 hingga 4,87 persen dari sebelumnya 4,44 sampai 4,96 persen," katanya.

Cara Komunikasi Berbahaya

Sebelumnya Prabowo Subianto menyindir pihak-pihak yang kerap meramalkan ekonomi Indonesia akan mengalami kehancuran atau kolaps akibat pelemahan rupiah terhadap dolar.

Hal itu disampaikan Presiden Prabowo saat meresmikan Museum Marsinah dan Rumah Singgah di Kabupaten Nganjuk, Provinsi Jawa Timur, pada Sabtu (16/5/2026) kemarin.

Prabowo menegaskan bahwa kondisi pangan dan energi nasional saat ini berada dalam posisi yang aman. 

Pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang terlihat menganggap enteng pelemahan rupiah terhadap dolar AS, membahayakan kehidupan masyarakat di kota maupun desa.

Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira, menyampaikan, Presiden Prabowo perlu mendapat pengetahuan terkait dasar ilmu ekonomi, terkhusus nilai tukar.

"Jangan dikira pelemahan rupiah terhadap dolar AS yang sudah Rp17.600, tidak akan menjalar ke biaya hidup yang naik, sampai ke level desa," ujar Bhima, Minggu (17/5/2026).

Ia menjelaskan, masyarakat di desa juga banyak menggunakan barang yang komponennya didapat dari impor, seperti handphone, kendaraan bermotor, televisi, hingga mesin cuci.

Kemudian, bahan bakar minyak (BBM) dan LPG masih dipenuhi dari impor untuk kebutuhan nasional.

Ia menyebut, barang-barang tersebut akan naik harganya ketika rupiah mengalami pelemahan.

"Lalu juga pupuk di sentra pertanian akan terpengaruh harganya kalau rupiah makin lama makin lemah. Itu semua tinggal menunggu waktu saja, sampai harganya akan menekanan masyarakat di pedesaan," ujar Bhima.

Selain harga barang yang naik, kata Bhima, pedesaan berpotensi dipenuhi masyarakat korban dari pemutusan hubungan kerja (PHK) dari perusahaan yang terimbas dampak pelemahan rupiah.

"Bisa terjadi PHK massal dari pelemahan rupiah, dan desa akan dibanjiri oleh mereka jadi korban PHK di perkotaan. Kembali ke desa tapi dalam posisi tidak bekerja dan tidak berpenghasilan, ini akan menjadi beban desa," paparnya.

Bhima menyampaikan, saat ini banyak pemimpin negara lain mempersiapkan strategi-strategi menghadapi kondisi terburuk dengan adanya krisis energi global maupun gejolak kurs.

Namun, kata Bhima, Prabowo justru menantang ancaman yang ada tanpa ada persiapan.

"Jadi kami sangat menyesalkan, Prabowo menganggap enteng situasi sekarang. Saya kira cara sikap dan komunikasi seperti itu sangat sangat membahayakan ekonomi," ujar Bhima.

( Tribunpekanbaru.com / Tribunnews )

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.