TRIBUNNEWSMAKER.COM - Pertengkaran soal warisan berujung tragedi berdarah di sebuah rumah di kawasan Pamulang, Kota Tangerang Selatan. Seorang wanita lanjut usia bernama Karyuni (64) meregang nyawa setelah diduga dianiaya anak kandungnya sendiri berinisial I (36).
Peristiwa memilukan itu terjadi di kediaman mereka di Bulak Barat RT 1 RW 1, Kelurahan Kedaung, Kecamatan Pamulang. Polisi menyebut, pelaku tega melampiaskan amarahnya kepada sang ibu saat korban tengah beristirahat di rumah.
Kapolsek Pamulang AKP Galuh Febri Saputra menjelaskan, motif utama pembunuhan dipicu persoalan pembagian harta keluarga yang memanas di antara keduanya.
"Motif pembunuhan ini adalah warisan. Di mana ibu korban ini sedang tidur, lalu ditarik oleh si tersangka atau pelaku, lalu dipukulin," ujar AKP Galuh saat dikutip Tribunnews, Senin (25/5/2026).
Korban disebut sempat berusaha melindungi diri ketika mendapat serangan mendadak dari anaknya. Namun situasi justru berubah semakin brutal setelah pelaku mengambil setrika dan menggunakannya untuk menghantam tubuh korban berkali-kali.
Tak berhenti di situ, korban yang sudah terjatuh telentang masih kembali menjadi sasaran kekerasan. Polisi mengungkap pelaku juga menginjak serta menendang bagian dada korban hingga menyebabkan luka fatal.
"Setelah itu ibunya telentang, baru ditendang oleh anaknya sendiri dan diinjak-injak dadanya, sehingga mengakibatkan patah tulang dada," lanjutnya.
Akibat penganiayaan berat tersebut, nyawa Karyuni tak berhasil diselamatkan. Luka serius akibat hantaman benda tumpul dan cedera di bagian dada membuat korban meninggal dunia di lokasi kejadian.
Baca juga: Suami Tega Bunuh Istri & Mertua di Kebumen, Sempat Curhat ke Teman: Aku Mau Bikin Masalah di Rumah
Kasus ini terungkap setelah warga sekitar melapor ke pihak kepolisian pada Selasa (19/5/2026) pagi sekitar pukul 09.30 WIB terkait adanya dugaan pembunuhan di lingkungan tersebut.
Petugas Polsek Pamulang kemudian bergerak melakukan penyelidikan hingga akhirnya mengamankan pelaku untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Saat ini, polisi masih mendalami keseluruhan rangkaian kejadian serta kondisi psikologis pelaku sebelum aksi penganiayaan maut itu terjadi.
Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal berlapis terkait tindak pidana pembunuhan dan kekerasan yang menyebabkan korban meninggal dunia.
"Pasal yang diterapkan yaitu Pasal 458 KUHP juncto Pasal 466 ayat 3 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023. Ancaman hukumannya adalah 15 tahun penjara," kata Kapolsek lagi.
Kasus pembunuhan yang dilakukan oleh anak terhadap ibu pernah terjadi di Medan, Sumatera Utara.
Hal yang sorotan kala itu, bagaimana bisa, pelaku yang masih berusia 12 tahun itu kepikiran untuk melakukan pembunuhan kepada ibunya sendiri.
Padahal jika dilihat dari unggahan media sosial sang ibu, pelaku dan korban terlihat begitu akrab.
Kejadian tragis ini terjadi rumah mereka di Jalan Dwikora, Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal, Medan, Sumatera Utara.
Rabu (10/12/2025) pukul 05.00 WIB, teriakan anak pertama membuat seisi rumah heboh.
Si sulung melihat ibunya terkapar mengenaskan bersimbah darah di tempat tidurnya.
Ayah yang ada di kamar lantai dua langsung bergegas mencari pertolongan pagi itu.
Faizah Soraya yang berusia 42 tahun mendapatkan banyak luka tusukan di sekujur tubuhnya.
Siapa menyangka, anak usia 12 tahun bisa menjadi setega itu?
Warga mengaku terkejut, sebab AI dikenal sebagai anak yang baik, pendiam, ramah, dan juga berprestasi di sekolahnya.
"Kami tidak menyangka anaknya bisa melakukan itu. Ia adalah anak yang paling ramah, baik saat bertemu dengan orang.
Tak hanya itu, ia juga berprestasi dalam mengikuti lomba di sekolahnya," ujar warga tersebut.
Warga juga mengungkapkan keluarga korban termasuk tertutup dan jarang berinteraksi dengan lingkungan sekitar.
Korban hampir tidak pernah bergaul dengan tetangga dan sangat jarang keluar rumah.
"Mereka itu orangnya tertutup, jadi satu keluarga itu jarang keluar rumah. Hanya saja, ketika berpapasan barulah mereka menegur kami. Korban memang tidak pernah bergaul dengan tetangga dan tidak pernah keluar," lanjutnya.
Jarangnya interaksi ini membuat warga tidak mengetahui masalah internal di dalam rumah tangga tersebut, hingga akhirnya warga dikejutkan dengan adanya pembunuhan di dalam rumah.
Baca juga: Padahal Faizah Soraya Kerap Unggah Foto Akrab dengan Anak, Tak Menyangka Kini Dibunuh Si Bungsu
"Kita tidak tahu permasalahan keluarganya. Yang kami tahu itu saat kejadianlah ada pembunuhan," ucapnya.
Namun, warga menduga kuat motif pembunuhan berawal dari masalah rumah tangga. (TribunNewsmaker/TribunLampung/TribunMedan)
"Mungkin karena emaknya itu cerewet, jadi mungkin sakit hati. Padahal, sudah mau tamat sekolah pelaku ini. Dalam agama, keluarga mereka kuat," katanya.