Dirut RSUDMA Sumenep Sebut Bidan Jadi Garda Terdepan Kesehatan Ibu dan Anak
Samsul Arifin May 26, 2026 04:24 PM

 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Ali Hafidz Syahbana

TRIBUNJATIM.COM, SUMENEP - Peran bidan dalam menjaga keselamatan ibu dan bayi di Kabupaten Sumenep dinilai semakin penting, terutama bagi masyarakat di wilayah kepulauan yang memiliki keterbatasan akses layanan kesehatan.

Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar (RSUDMA) Sumenep, dr. Erliyati, mengatakan bidan menjadi garda terdepan pelayanan kesehatan ibu dan anak karena berinteraksi langsung dengan masyarakat sejak masa kehamilan hingga persalinan dan masa nifas.

Menurutnya, keberadaan bidan berkontribusi besar dalam upaya menekan angka kematian ibu dan bayi, khususnya di daerah yang jauh dari fasilitas kesehatan.

"Bidan menjadi salah satu elemen penting dalam menekan angka kematian ibu dan bayi. Mereka hadir langsung di tengah masyarakat dan berperan sejak awal proses kehamilan sampai masa nifas," tutur dr. Erliyati, Jumat (22/5/2026).

Baca juga: Tak Lagi Sesuai HET, Harga MinyaKita di Sumenep Capai Rp21 Ribu, Pemkab Bikin Warung Inflasi 

Jadi Ujung Tombak di Wilayah Kepulauan

Ia menjelaskan, kondisi geografis Kabupaten Sumenep yang terdiri atas wilayah daratan dan kepulauan membuat peran bidan tidak tergantikan dalam pelayanan kesehatan dasar.

Bahkan di sejumlah daerah terpencil, bidan sering kali menjadi tenaga kesehatan pertama sekaligus satu-satunya yang dapat dijangkau masyarakat saat membutuhkan layanan kesehatan ibu dan anak.

"Di wilayah dengan keterbatasan akses layanan kesehatan, bidan sering menjadi ujung tombak pelayanan. Karena itu penguatan kapasitas dan pemerataan tenaga bidan sangat penting," katanya.

Tak hanya membantu proses persalinan, bidan juga memiliki tanggung jawab besar dalam memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat, mendampingi ibu hamil secara psikologis, serta meningkatkan pemahaman keluarga mengenai pentingnya kesehatan ibu dan anak.

Menurut dr. Erliyati, pendekatan humanis yang dilakukan bidan menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan kehamilan dan persalinan yang aman.

Baca juga: Warga Sumenep Ramai Gadaikan Emas, Dipakai Belanja Kebutuhan Sehari-hari hingga Modal Tanam

Tak Hanya Persalinan, Bidan Juga Beri Edukasi

"Peran bidan bukan hanya tindakan medis, tetapi juga memberikan pemahaman kepada masyarakat agar lebih siap menghadapi kehamilan dan persalinan dengan aman," ungkapnya.

Ia menilai tantangan pelayanan kesehatan ibu dan anak ke depan akan semakin kompleks sehingga peningkatan kualitas sumber daya manusia bidang kebidanan perlu terus dilakukan.

Selain itu, pemerataan distribusi tenaga bidan di seluruh wilayah, termasuk kepulauan, juga harus menjadi perhatian bersama agar pelayanan kesehatan dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat.

"Ke depan perlu ada upaya bersama untuk meningkatkan kompetensi serta distribusi tenaga bidan agar pelayanan kesehatan ibu dan anak semakin optimal," tegasnya.

Pada momentum peringatan Hari Internasional Bidan, dr. Erliyati mengajak pemerintah, fasilitas kesehatan, dan masyarakat untuk terus memberikan dukungan terhadap profesi bidan yang selama ini berperan besar dalam menjaga kesehatan ibu dan bayi.

"Peringatan Hari Internasional Bidan harus menjadi pengingat bahwa keberhasilan menekan angka kematian ibu dan bayi tidak lepas dari pengabdian para bidan yang bekerja langsung di lapangan. Keselamatan ibu dan bayi sangat bergantung pada peran besar para bidan," pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.