QRIS Jadi Andalan Warga Jambi, dari Belanja Kosmetik hingga Bayar Parkir
asto s May 26, 2026 07:11 PM

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Kebiasaan membawa uang tunai perlahan mulai ditinggalkan sebagian masyarakat di Kota Jambi.

Dalam beberapa tahun terakhir, transaksi digital menggunakan QRIS kian akrab digunakan dalam aktivitas sehari-hari, mulai dari membeli makanan, berbelanja kebutuhan pribadi, hingga membayar parkir.

Putri, warga Kota Jambi, mengaku kini lebih sering menggunakan QRIS dibandingkan pembayaran tunai karena dinilai lebih praktis dan aman.

“Sekarang lebih sering pakai QRIS daripada uang tunai. Lebih praktis dan aman juga,” ujarnya, Selasa (26/5/2026).

Menurut Putri, penggunaan QRIS semakin mudah ditemukan di berbagai tempat di Kota Jambi.

Bahkan, sejumlah juru parkir kini telah menyediakan pembayaran non-tunai melalui pemindaian QRIS.

“Sekarang tukang parkir juga sudah ada QRIS, jadi memudahkan kalau sedang tidak membawa uang tunai,” katanya.

Sejak akhir 2024, Pemerintah Kota Jambi juga telah memberlakukan pembayaran retribusi parkir secara non-tunai melalui QRIS.

Kebijakan tersebut diterapkan untuk menekan kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus mencegah praktik pungutan liar.

Saat ini, fasilitas barcode QRIS untuk pembayaran parkir telah tersedia di ratusan titik parkir di Kota Jambi, termasuk di kawasan Pasar Jambi hingga Simpang Bata.

Tak hanya untuk parkir, penggunaan QRIS juga semakin meluas pada sektor ritel.

Salah satunya terlihat di Miss Glam Jambi di kawasan Jalan Slamet Riyadi, Talang Banjar, yang telah melayani pembayaran melalui pemindaian QRIS Bank Rakyat Indonesia.

Tren transaksi digital berbasis QRIS di Provinsi Jambi terus menunjukkan peningkatan dalam setahun terakhir.

Hingga kini, jumlah pengguna QRIS BRI di wilayah Jambi tercatat mencapai sekitar 20.958 pengguna.

Pemimpin Cabang BRI Jambi, Mochamad Chandra Ariesta, mengatakan penggunaan QRIS semakin diminati masyarakat karena dinilai praktis, cepat, dan aman.

“Dari sisi pengguna, QRIS cukup dominan di kalangan usia produktif dan anak muda karena mereka lebih akrab dengan mobile banking dan transaksi digital. Namun, saat ini penggunaannya juga mulai meluas ke pedagang pasar, UMKM tradisional, hingga masyarakat umum,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sektor usaha yang paling banyak menggunakan QRIS BRI di Jambi didominasi pelaku UMKM, khususnya bidang kuliner dan food and beverage (F&B), pedagang pasar, usaha wisata dan suvenir, hingga pedagang kecil seperti penjual jajanan, penyedia jasa sewa sepeda, dan toko ritel skala kecil. (Tribunjambi.com/Srituti Apriliani Putri)

Baca juga: DPRD Jambi Desak PLN Susun Skema Mitigasi Risiko dan Premi, UMKM Rugi Akibat Pemadaman Listrik

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.