23 Persen Hewan Kurban di Bandung Dinyatakan Tidak Sehat, Bintik-Bintik hingga Sakit Mata
Seli Andina Miranti May 26, 2026 08:11 PM

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung, masih menemukan hewan kurban seperti kambing dan sapi yang tidak layak untuk kurban pada Idul Adha tahun 2026.

Kondisi itu diketahui setelah petugas DKPP melakukan pemeriksaan antemortem atau pemeriksaan sebelum hewan dipotong ke ke setiap pedagang hewan maupun peternak yang ada di wilayah Kota Bandung.

Kepala DKPP Kota Bandung Gin Gin Ginanjar, mengatakan, pada Idul Adha tahun ini pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap 11.518 hewan dan dari jumlah itu sekitar 23 persen dinyatakan tidak layak atau tidak sehat.

"Ada juga hewan yang belum cukup umur. Kalau yang sakit umumnya hanya sakit ringan, misalnya penyakit kulit seperti bintik-bintik akibat pola makan dan perubahan cuaca," ujar Gin Gin, Selasa (26/5/2026).

Baca juga: Jelang Pelaksanaan Iduladha, Pemkab Indramayu Perketat Pemeriksaan Hewan Kurban

Selain itu, kata dia, ada juga hewan kurban yang sakit mata karena pengaruh perpindahan dari tempat asal ke lokasi penjualan yang terbuka. Sehingga kondisi hewan yang seperti ini juga tidak layak untuk dikurbankan.

"Jadi hewan yang tidak layak tidak diberi kalung sehat. Kami juga sarankan dipisahkan dari area penjualan, setiap lokasi penjualan harus menyediakan kandang isolasi, baik untuk hewan sakit maupun yang sementara dinyatakan belum layak," katanya.

Sementara untuk hewan kurban yang sakit ringan dipastikan bisa dijual kembali asalkan sudah menjalani proses pengobatan dan tentunya harus dinyatakan sehat oleh petugas yang melakukan pemeriksaan ulang.

"Kalau sakitnya ringan, kami beri pengobatan. Setelah sehat, boleh dijual kembali," ucap Gin Gin.

Di sisi lain, pihaknya mengimbau, pedagang untuk lebih hati-hati ketika membawa stok hewan dari luar daerah. Selain mempertimbangkan harga, kondisi kesehatannya juga harus diperhatikan termasuk penyakit mulut dan  kuku PMK.

"Kalau PMK di Kota Bandung tidak ada, yang ada hanya penyakit ringan. Kadang ada sapi yang mengeluarkan lendir berlebih, lalu dikhawatirkan PMK ringan. Tapi setelah diperiksa, secara medis belum ditemukan PMK," katanya.

Baca juga: Jelang Pelaksanaan Iduladha, Pemkab Indramayu Perketat Pemeriksaan Hewan Kurban

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.