TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Banyuwangi - Petugas Karantina Jawa Timur menggagalkan pengiriman 50 ekor kambing peranakan etawa (PE) tanpa dokumen resmi di Pelabuhan Ketapang, Kabupaten Banyuwangi. Puluhan kambing tersebut rencananya dikirim ke Denpasar, Bali, diduga untuk kebutuhan hewan kurban menjelang Iduladha 2026.
Penggagalan dilakukan pada Sabtu malam (23/5/2026), setelah petugas mencurigai truk engkel yang telah dimodifikasi menjadi dua tingkat. Bagian atas kendaraan sengaja ditutup terpal rapat saat berada di area parkir Pelabuhan LCM Ketapang sebelum menyeberang ke Bali.
Kepala Karantina Jawa Timur, Sokhib, mengatakan petugas awalnya menaruh curiga karena kondisi kendaraan terlihat tidak biasa dan muatannya tertutup rapat.
Baca juga: Geng Motor Brutaliti Banyuwangi Keling Bawa Celurit Cari Musuh, Berakhir di Ditangkap Polisi
“Petugas kemudian melakukan pemeriksaan dokumen dan isi muatan. Kambing tidak memiliki dokumen kesehatan yang dipersyaratkan. Selanjutnya sopir beserta truk dan kambing dibawa ke Kantor Satuan Pelayanan Karantina Ketapang untuk proses lebih lanjut,” kata Sokhib, Selasa (26/5/2026).
Dari hasil pemeriksaan, diketahui truk tersebut mengangkut 50 kambing PE tanpa sertifikat kesehatan hewan maupun dokumen karantina yang diwajibkan dalam pengiriman ternak antarwilayah.
Menurut Sokhib, menjelang Hari Raya Iduladha terjadi peningkatan lalu lintas perdagangan hewan kurban. Kondisi ini dinilai meningkatkan potensi pengiriman ternak tanpa dokumen resmi.
Baca juga: Libatkan Banyak Pihak, Pemkab Banyuwangi Perbaiki 134 Sekolah di Tengah Efisiensi Anggaran
Karena itu, pengawasan di pintu masuk dan keluar wilayah diperketat untuk mencegah penyebaran penyakit hewan sekaligus memastikan hewan kurban yang beredar dalam kondisi sehat dan aman bagi masyarakat.
“Kami menghimbau masyarakat, khususnya para pelaku usaha yang akan melalulintaskan hewan kurban, agar melapor ke karantina. Hal ini penting untuk menjamin hewan yang dikirim sehat dan bebas penyakit. Bersama-sama kita pastikan hewan kurban sehat dan aman bagi masyarakat,” tegasnya.
Karantina Jawa Timur memastikan pengawasan akan terus diperkuat selama periode menjelang Iduladha, seiring meningkatnya mobilitas perdagangan hewan kurban antar daerah.