Jejak Museum Dr Mohamad Saleh di Probolinggo, Rumah Dokter Pribumi Saksi Pergerakan Nasional
Mujib Anwar May 26, 2026 09:14 PM

 

TRIBUNJATIM.COM - Kota Probolinggo memiliki salah satu museum bersejarah yang menyimpan jejak perkembangan dunia medis dan perjuangan nasional Indonesia, yakni Museum Dr Mohamad Saleh.

Museum ini berada di Jalan Dr. Mohamad Saleh Nomor 1, Kelurahan Tisnonegaran, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, Jawa Timur. 

Bangunan tersebut dulunya merupakan rumah pribadi sekaligus tempat praktik dokter pribumi pertama di Probolinggo, Dr. Mohamad Saleh.

Melansir laman resmi Wonderful Indonesia, Museum Dr Mohamad Saleh termasuk museum khusus karena koleksinya berfokus pada sejarah medis serta perjalanan hidup sang dokter yang dikenal berjasa bagi masyarakat.

Bangunan museum juga telah ditetapkan sebagai cagar budaya karena memiliki nilai sejarah tinggi dan menjadi saksi kehidupan sosial masyarakat Probolinggo sejak masa kolonial hingga awal kemerdekaan Indonesia.

Dr. Mohamad Saleh sendiri dikenal sebagai dokter lulusan STOVIA atau School tot Opleiding van Indlandsche Artsen, sekolah kedokteran pribumi pada era Hindia Belanda. 

Ia lahir di Boyolali, Jawa Tengah, pada 15 Maret 1888.

Sekitar tahun 1920-an, Dr. Mohamad Saleh mulai bertugas di Probolinggo dan membuka praktik kesehatan yang melayani masyarakat dari berbagai kalangan.

Baca juga: Museum Bung Karno di Blitar, Jejak Ribuan Koleksi Warisan Sejarah dan Pemikiran Sang Proklamator

Rumah Jadi Museum Sejarah

Selain berprofesi sebagai dokter, Dr. Mohamad Saleh juga aktif dalam pergerakan nasional Indonesia. 

Ia diketahui menjadi salah satu pendiri organisasi Boedi Oetomo yang memiliki peran penting dalam kebangkitan nasional.

Rumah yang kini menjadi museum tidak hanya digunakan sebagai tempat tinggal dan praktik medis, tetapi juga pernah menjadi tempat diskusi para pemuda dari berbagai daerah di Indonesia.

Bangunan tersebut bahkan dikenal dengan sebutan Rumah Bhinneka Tunggal Ika karena menjadi ruang berkumpul lintas suku dan pemikiran pada masanya.

Museum Dr Mohamad Saleh mulai direncanakan Pemerintah Kota Probolinggo sejak tahun 2008 melalui kerja sama dengan guru sejarah dan peneliti lokal untuk mengkaji nilai sejarah bangunan tersebut.

Setelah melalui proses penelitian dan pelestarian, museum akhirnya dibuka pada 26 Maret 2013. Sementara peresmian untuk masyarakat umum dilakukan pada 30 April 2013.

Pengelolaan museum dilakukan Pemerintah Kota Probolinggo bersama Yayasan Boemi Saleh serta ahli waris keluarga Dr. Mohamad Saleh.

Baca juga: Museum Majapahit Trowulan Mojokerto, Jejak Kejayaan Majapahit dengan Ribuan Artefak Bersejarah

Koleksi Era Kolonial

Museum Dr Mohamad Saleh menyimpan berbagai koleksi alat kesehatan dan perlengkapan medis yang digunakan pada masa penjajahan Belanda.

Dikutip dari probolinggokota.go.id, koleksi museum meliputi peralatan bedah, alat pelayanan kesehatan, meja otopsi, hingga perlengkapan praktik dokter tempo dulu.

Tidak hanya alat medis, museum juga menyimpan benda-benda peninggalan keluarga seperti gramofon, peti ukir, jam gantung, dokumen pribadi, foto lawas, dan koleksi farmasi awal abad ke-20.

Beberapa ruangan di museum masih dipertahankan sesuai kondisi aslinya, termasuk ruang praktik dokter dan ruang diskusi masyarakat.

Terdapat pula sebuah ruangan bernama Ruang Peteng, yakni ruangan gelap tanpa lampu yang dahulu digunakan sebagai tempat beribadah agar lebih khusyuk.

Bangunan museum ini juga pernah dimanfaatkan sebagai rumah sakit milik pemerintah Hindia Belanda pada masa lampau.

Baca juga: Museum Brawijaya Malang, Jejak Perjuangan TNI dan Pelestarian Warisan Patriotisme Bangsa

Wisata Edukasi Sejarah

Keberadaan Museum Dr Mohamad Saleh kini tidak hanya menjadi tempat penyimpanan benda bersejarah, tetapi juga berfungsi sebagai sarana edukasi bagi masyarakat.

Museum ini memberi gambaran tentang perkembangan dunia kesehatan di Indonesia, khususnya kiprah dokter pribumi pada masa kolonial hingga awal kemerdekaan.

Selain itu, museum juga menjadi pusat dokumentasi sejarah lokal Kota Probolinggo sekaligus destinasi wisata budaya yang banyak dikunjungi pelajar maupun wisatawan.

Melalui koleksi autentik dan bangunan bersejarahnya, Museum Dr Mohamad Saleh menjadi penghubung antara generasi masa kini dengan nilai perjuangan, dedikasi, dan pelayanan sosial pada masa lalu.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.