TRIBUNJATIM.COM - Sosok Bahlil Lahadalia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang ramai menjadi sebuah lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng'.
Bahlil juga merupakan ketua umum Partai Golkar.
Lagu jenaka MBG Mas Bahlil Ganteng ini menjadi sorotan dan viral di kalangan warganet.
Berikut penggalan liriknya:
MBG, Mas Bahlil ganteng.
Buah apa yang paling manis? Buahlil.
Tambah ganteng aja My little bolu ketan.
Baca juga: Janji Bahlil Tak Naikkan Harga LPG dan BBM Subsidi: Masa Rakyat Susah, Kita Mau Menaikkan Harga BBM?
Penelusuran Tribunnews di TikTok, banyak warganet yang menggunakan lirik 'MBG Mas Bahlil Ganteng' dalam berbagai konten hiburan.
Seperti akun TikTok @duniadalamclay.id, yang mengunggah konten 'MBG Mas Bahlil Ganteng'.
Dalam video berdurasi 55 detik tersebut, tampak gambar bergerak mirip sosok Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral RI sekaligus Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia.
Sosok dalam video seolah bergaya mengikuti musik dan lirik 'MBG Mas Bahlil Ganteng'. Video tersebut menarik perhatian warganet hingga dilihat lebih dari 800 ribu kali, Selasa (26/5/2026).
Video hiburan serupa juga diunggah oleh @sipalingnews. Bedanya, pada video @sipalingnews, gambar Bahlil terlihat jelas. Ada beberapa potongan video Menteri ESDM sedang berpidato dan berjoget.
Masih dalam satu rangkaian video, lirik 'MBG Mas Bahlil Ganteng' pun dimasukkan lengkap dengan iringan musik.
Hingga Selasa pagi, unggahan tersebut telah dilihat lebih dari 5 juta kali.
Tak hanya di TikTok, konten hiburan 'MBG Mas Bahlil Ganteng' juga ramai di Instagram.
Lantas, bagaimana pihak Golkar memandang fenomena meme Bahlil Lahadalia yang notabene adalah Ketua Umum partai berlambang pohon beringin itu?
Golkar Nilai Partisipasi Generasi Muda dalam Ruang Digital sebagai Energi Positif
Merespons viralnya konten 'MBG Mas Bahlil Ganteng' itu, pihak Golkar Jawa Tengah justru menanggapinya santai.
Golkar menilai fenomena tersebut sebagai perubahan pola komunikasi publik di era digital.
"Fenomena viral lagu “MBG Bahlil Ganteng” menunjukkan perubahan pola komunikasi publik di era digital, khususnya di kalangan Gen Z."
"Narasi politik kini berkembang lebih kreatif, adaptif, dan dekat dengan kultur anak muda," tulis akun resmi Instagram Golkar Jateng, @golkarjatengofficial pada Senin (25/5/2026).
Golkar Jateng memandang partisipasi generasi muda dalam ruang publik digital sebagai energi positif bagi demokrasi yang dinamis dan inklusif.
Senada dengan Golkar Jateng, politikus M. Sarmuji menilai konten 'MBG Mas Bahlil Ganteng' adalah bagian dari kreativitas warganet di media sosial.
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI itu menilai lagu tersebut dapat dibaca sebagai bentuk apresiasi publik terhadap kerja keras Ketua Umum Golkar.
Oleh karena itu, partai tak mempersoalkan bila sejumlah akun yang berafiliasi dengan Golkar turut menggunakan lagu dalam unggahan media sosial mereka.
Sarmuji berpendapat hal itu merupakan sesuatu yang wajar.
"Itu kan justru berasal dari kreativitas netizen sebagai salah satu bentuk penghargaan netizen atas kerja keras Pak Bahlil. Kalau ada akun Golkar yang ikut meramaikan, ya wajar saja, mereka bagian dari netizen juga," kata Sarmuji yang juga Sekjen DPP Partai Golkar kepada Kompas.com, Senin (25/5/2026).
Lebih lanjut, Sarmuji menegaskan Partai Golkar tak memandang fenomena itu secara berlebihan.
“Tidak perlu dipandang secara berlebihan. Ya nggak masalah. Silakan saja. Lagunya terkesan menghibur juga," imbuhnya.
Melansir tayangan Pos Belitung Selasa (20/8/2024), Bahlil punya pengalaman dari orang susah menjadi pengusaha sukses.
Bahlil pernah jualan kue dan menjadi sopir angkot ketika SMA.
Kini, ia menjadi pengusaha sukses.
Baca juga: Sosok Pemilik Tambang Nikel di Raja Ampat yang Bikin Heboh Masyarakat, Menteri Bahlil: BUMN Terkait
Baca juga: Pantas Warga Kecam Tambang Nikel di Raja Ampat, Pulau Piaynemo Diduga Dikeruk, Bahlil: Jaraknya Jauh
Bahkan Bahlil Lahadalia adalah seorang pengusaha yang pernah menjabat sebagai Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI).
Bahlil Lahadalia lahir di Banda, Maluku Utara pada 7 Agustus 1976 dari keluarga yang sederhana.
Ayahnya merupakan seorang kuli bangunan sedangkan sang ibu bekerja sebagai buruh cuci.
Bahlil Lahadalia menempuh pendidikan tinggi di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Port Numbay, Jayapura, Papua.
Memiliki sikap mandiri sejak kecil, ia kerap membantu keluarganya dengan menjajakkan kue di sekolah.
Bahkan ketika di sekolah menengah, Bahlil Lahadalia juga pernah menjadi kondektur hingga part time menjadi sopir angkot.
Baca juga: VIRAL TERPOPULER: Bahlil Disoraki Penipu - Pemicu Orangtua Siswa Laporkan Dedi Mulyadi ke Bareskrim
Bahlil Lahadalia juga pernah menjadi karyawan di bank selama enam bulan.
Begitu selesai kuliah, Bahlil Lahadalia dan temannya kemudian membangun perusahaan, dimulai dari perusahaan konsultan keuangan dan teknologi informasi (TI).
Saat ini, Bahlil memiliki 10 perusahaan di berbagai bidang di bawah bendera PT Rifa Capital sebagai holding company.
Bahlil Lahadalia sejak awal telah menyatakan dukungan politiknya pada Pilpres 2019.
Bahlil mendukung pasangan capres dan cawapres nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin.
Dia bahkan masuk dalam Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf.
Pendidikan
Bahlil bersekolah di SD Negeri 1 Kolaka Timur hingga SMP Negeri 1 Kolaka.
Dia pindah ke Fakfak, untuk melanjutkan ke SMA YAPIS Fakfak.
Kemudian, dia memutuskan untuk belajar di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Port Numbay di Jayapura, sebuah perguruan tinggi swasta lokal.
Saat menjadi kuliah tamu di Universitas Brawijaya, dia mengaku lulus sangat terlambat pada usia 26 tahun.
Karena pendidikannya terhenti akibat keterlibatannya dalam kerusuhan Mei 1998.
Selama menjadi mahasiswa, ia aktif di Himpunan Mahasiswa Islam di Papua.
Hingga akhirnya menjabat sebagai Bendahara Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam.
Baca juga: 5 Wisata Eksotis Raja Ampat, Surga Terakhir di Bumi Kini Terancam Aktivitas Tambang Nikel
Setelah lulus dari Port Numbay, dia bekerja di Sucofindo, sebuah perusahaan milik negara.
Bersama teman-temannya, ia kemudian mendirikan tiga perusahaan bernama PT Rifa Capital, PT Bersama Papua Unggul, dan PT Dwijati Sukses.
Dia memiliki PT Rifa Capital Holding Company dan 10 perusahaan lainnya, dan sebagian besar aktif di sektor transportasi dan properti.
Dia adalah mantan ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia.
Sebagai seorang pengusaha, pada suatu waktu, ia bertemu dengan Joko Widodo yang merupakan sesama pengusaha saat itu dan berteman dengannya.
Persahabatan yang mereka jalin sangat erat sampai-sampai Joko Widodo sendiri menganggapnya sebagai saudara.
Harta Kekayaan Bahlil Lahadalia
Dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) miliknya, tercatat Bahlil memiliki kekayaan Rp310 miliar per 31 Desember 2023.
Rincian aset yang dimilikinya ialah 14 tanah di Kota Jayapura, dua tanah di Kota Jakarta, dan dua tanah yang masing-masing terletak di Kota Gianyar dan Sragen.
Selain tanah, ia juga memiliki dua kendaraan roda empat, surat berharga, serta kas dan setara kas.
Ia tidak tercatat memiliki utang.
Berikut rincian harta kekayaan Bahlil Lahadalia, dikutip dari laman elhkpn.kpk.go.id:
A. Tanah dan Bangunan Rp 291.617.305.000
Tanah dan Bangunan Seluas 717 m2/164.25 m2 di Kab / Kota Jayapura, Hasil Sendiri Rp 10.362.600.000
Tanah dan Bangunan Seluas 278 m2/400 m2 di Kab / Kota Jayapura, Hasil Sendiri Rp 4.671.250.000
Tanah dan Bangunan Seluas 1600 m2/1500 m2 di Kab / Kota Jayapura, Hasil Sendiri Rp 41.410.000.000
Tanah Seluas 509 m2 di Kab / Kota Jayapura, Hasil Sendiri Rp 20.806.000.000
Tanah dan Bangunan Seluas 112 m2/300 m2 di Kab / Kota Jayapura, Hasil Sendiri Rp 5.221.700.000
Tanah dan Bangunan Seluas 120 m2/300 m2 di Kab / Kota Jayapura, Hasil Sendiri Rp 5.221.700.000
Tanah dan Bangunan Seluas 424 m2/1200 m2 di Kab / Kota Jayapura, Hasil Sendiri Rp 41.410.000.000
Tanah dan Bangunan Seluas 2000 m2/1500 m2 di Kab / Kota Gianyar, Hasil Sendiri Rp 46.561.000.000
Tanah Seluas 2490 m2 di Kab / Kota Jayapura, Hasil Sendiri Rp 1.560.450.000
Tanah Seluas 939 m2 di Kab / Kota Jayapura, Hasil Sendiri Rp 1.060.500.000
Tanah Seluas 2490 m2 di Kab / Kota Jayapura, Hasil Sendiri Rp 1.575.600.000
Tanah Seluas 3500 m2 di Kab / Kota Jayapura, Hasil Sendiri Rp 782.750.000
Tanah Seluas 1350 m2 di Kab / Kota Jayapura, Hasil Sendiri Rp 15.554.000.000
Tanah dan Bangunan Seluas 420 m2/600 m2 di Kab / Kota Jakarta, Hasil Sendiri Rp 31.108.000.000
Tanah dan Bangunan Seluas 579 m2/800 m2 di Kab / Kota Jakarta, Hasil Sendiri Rp 41.410.000.000
Tanah dan Bangunan Seluas 750 m2/1200 m2 di Kab / Kota Jayapura, Hasil Sendiri Rp 10.403.000.000
Tanah dan Bangunan Seluas 68 m2/195 m2 di Kab / Kota Jayapura, Hasil Sendiri Rp 7.302.300.000
Tanah Seluas 335 m2 di Kab / Kota Sragen, Hasil Sendiri Rp 5.196.455.000
B. Alat Transportasi dan Mesin Rp 98.400.000
Mobil, Toyota Harier Tahun 2007, Hasil Sendiri Rp 57.800.000
Mobil, Honda CRV Tahun 2010, Hasil Sendiri Rp 40.600.000
C. Harta Bergerak Lainnya Rp 0
D. Surat Berharga Rp 1.612.500.000
E. Kas dan Setara Kas Rp 17.091.871.693
F. Harta Lainnya Rp 0
Sub Total Rp 310.420.076.693
II. Hutang Rp 0
III. Total Harta Kekayaan (I-II) Rp 310.420.076.693