Mimpi Barcelona Jadi Mimpi Buruk Real Madrid! Pemenang dan Pecundang Saat Marcus Rashford Panaskan El Clasico dan Pastikan Gelar La Liga
Budi Santoso May 26, 2026 10:53 PM

Resmi sudah: Barcelona kembali menjadi juara La Liga — dan pada akhirnya semuanya terasa bisa ditebak. Tim asuhan Hansi Flick hanya membutuhkan satu poin, dan jadwal pertandingan memberi mereka kesempatan istimewa untuk mempertahankan mahkota liga tepat saat menghadapi Real Madrid di El Clasico. Namun, Blaugrana tak pernah terlihat puas dengan hasil imbang melawan rival yang tengah kacau dan kehilangan arah di ruang ganti. Kemenangan itu datang cepat dan tegas, karena tim asuhan Flick hanya butuh 20 menit untuk memastikan kemenangan dan gelar juara di Spotify Camp Nou.


Hasil ini seolah sudah ditakdirkan, karena tim Barcelona yang sedang percaya diri menghadapi lawan yang tampak menyerah dalam perebutan gelar. Hanya sembilan menit berjalan ketika Marcus Rashford yang tampil impresif mengeksekusi tendangan bebas dengan keras dan melengkung tajam melewati jangkauan Thibaut Courtois, bersarang di pojok atas gawang.


Barcelona mencium darah dan menambah keunggulan menjadi 2-0 tak lama kemudian lewat momen individual brilian lainnya. Dani Olmo melakukan flick tumit voli yang mengarahkan bola ke Ferran Torres, yang dengan tenang menuntaskan peluang tersebut. Madrid benar-benar dalam posisi terjepit saat itu, dan andai Courtois tidak melakukan penyelamatan gemilang atas tembakan tajam Rashford, mereka bisa saja tertinggal tiga gol sebelum turun minum.


Meskipun mereka bisa bersyukur tidak kebobolan lebih banyak, berkat performa Courtois yang terus menahan serangan di babak kedua, tetap saja ini menjadi malam yang menyakitkan dan memalukan bagi Real Madrid. Persiapan mereka menuju laga terbesar musim ini benar-benar berantakan, terutama setelah muncul laporan tentang konflik internal — termasuk insiden yang membuat Fede Valverde harus dirawat di rumah sakit akibat cedera kepala. Musim yang penuh kekecewaan itu pun diakhiri dengan penghinaan terbesar, ketika Barcelona mengangkat trofi juara di kandang sendiri.


Berikut ulasan pemenang dan pecundang versi GOAL dari Spotify Camp Nou, di mana gelar La Liga kembali ke Catalunya...


PEMENANG: Hansi Flick


Kemenangan ini benar-benar layak didapatkan oleh pelatih asal Jerman tersebut. Sejak hari pertama, masa kepelatihan Flick di Barcelona berjalan luar biasa. Ia berhasil mengubah tim yang sempat kehilangan arah menjadi mesin menyerang yang menakutkan.


Penampilan kali ini, diam-diam, merupakan salah satu yang terbaik musim ini. Meski banyak yang membicarakan masalah cedera di kubu Madrid, Barcelona juga tampil dengan skuad pincang di lini depan, bek kanan, dan lini tengah. Tanpa Lamine Yamal, sedikit kontribusi dari Raphinha, dan Robert Lewandowski baru dimainkan dari bangku cadangan.


Lebih luar biasa lagi, Flick mampu membawa tim tampil dominan meski baru kehilangan ayahnya yang meninggal dunia malam sebelumnya. Kini ia mencatatkan dua gelar beruntun, dan peluang untuk meraih gelar ketiga pada musim 2026-27 terbuka lebar mengingat kondisi Madrid yang sedang terpuruk. Kontraknya masih berlaku hingga 2028, dan Blaugrana pasti senang memilikinya.


PECUNDANG: Alvaro Arbeloa


Apa yang sebenarnya bisa dilakukan Arbeloa di laga ini? Pelatih asal Spanyol itu memang mendapat tugas yang hampir mustahil sejak awal — menghidupkan tim yang tampak sudah kehilangan semangat bermain. Ia tetap memakai pendekatan yang sama seperti sebelumnya: menurunkan pemain terbaik dan berharap mereka bisa menemukan solusi di lapangan. Nyatanya, mereka gagal total.


Sepanjang pertandingan, Arbeloa tampak lebih seperti penonton daripada pelatih — hanya menyaksikan pertandingan tanpa bisa berbuat banyak. Untuk lebih jelasnya, kekalahan ini maupun kegagalan musim ini bukan sepenuhnya kesalahannya (meski ia berulang kali menyatakan siap menanggungnya).


Madrid kini terluka, kehilangan arah, dan tampak rapuh dari dalam. Arbeloa hanya menjadi saksi tak berdaya, dan hal itu kembali terlihat pada Minggu malam tersebut.


PEMENANG: Marcus Rashford


Di tengah rumor tentang masa depannya di Barcelona dan keraguan apakah klub akan menebus klausul pembelian senilai €30 juta (£26 juta/$35 juta) dari Manchester United, Rashford memberikan jawaban terbaik di panggung terbesar sepak bola dunia.


Bermain di posisi yang tidak biasa, yakni di sisi kanan lini depan, pemain asal Inggris itu tampil eksplosif sejak menit awal dan membuat bek kiri Madrid, Fran Garcia, kewalahan. Gol tendangan bebasnya yang melengkung ke pojok jauh menunjukkan kecerdasan dan kemampuan luar biasa dalam menendang bola.


Jika Rashford memang sedang bermain demi masa depannya di Spotify Camp Nou, maka penampilan apiknya datang di waktu yang tepat — empat gol dan satu assist dalam enam laga terakhir di liga. Performa gemilang di El Clasico ini bisa menjadi alasan kuat bagi manajemen Barcelona yang tengah krisis finansial untuk menjadikannya pemain permanen dengan harga miring.


PECUNDANG: Kylian Mbappe


Bahkan sebelum bola bergulir pada El Clasico Minggu malam, sudah jelas bahwa ada satu nama besar yang akan absen — Kylian Mbappe. Ia gagal pulih dari cedera hamstring tepat waktu untuk tampil.


Kehilangan pencetak gol terbanyak La Liga dalam laga wajib menang melawan rival abadi tentu menjadi pukulan besar bagi Madrid. Situasi semakin runyam setelah muncul kabar bahwa bintang asal Prancis itu memilih berlibur ke Italia bersama kekasihnya, Ester Exposito, ketimbang menjalani pemulihan di markas latihan Valdebebas. Belum lagi laporan soal perselisihan Mbappe dengan staf kepelatihan klub.


Mbappe sebenarnya sudah kembali berlatih menjelang laga melawan Barcelona, setelah absen sejak pertandingan melawan Real Betis pada 24 April, namun dianggap belum cukup fit. Dengan kondisi internal Madrid yang sedang panas, tampaknya drama ini belum akan berakhir.


PEMENANG: Sepak bola Inggris


Salah satu subplot menarik dari El Clasico kali ini adalah kontribusi besar pemain asal Inggris. Untuk pertama kalinya, tiga nama besar dari Negeri Ratu Elizabeth tampil bersama di laga terbesar sepak bola klub dunia.


Marcus Rashford (Barcelona), Jude Bellingham, dan Trent Alexander-Arnold (Real Madrid) menjadi pionir baru yang menunjukkan kualitas pemain Inggris generasi saat ini. Ketiganya tampil sejak awal laga, menjadi bukti betapa kuatnya talenta sepak bola Inggris di level tertinggi.


Pelatih tim nasional Inggris, Thomas Tuchel, tentu memantau pertandingan ini dengan seksama, dan performa Rashford pasti menarik perhatiannya.


PECUNDANG: Fede Valverde


Valverde seharusnya menjadi sosok penting di lini tengah Madrid di Spotify Camp Nou, tetapi seperti Mbappe, ia absen jauh sebelum pertandingan dimulai akibat insiden di ruang ganti yang memalukan.


Bentrokan dengan rekan setimnya, Aurelien Tchouameni — yang justru bermain sebagai starter — membuat Valverde harus menjalani perawatan di rumah sakit karena cedera kepala setelah ia “secara tidak sengaja menabrak meja” di Valdebebas, meski ia membantah bahwa keduanya sempat berkelahi.


Apa pun yang sebenarnya terjadi, Valverde akhirnya tak bisa tampil di laga penting ini karena protokol gegar otak. Meski laga ini hanya menyangkut gengsi, absennya dia menjadi pukulan tambahan bagi Madrid yang akhirnya harus menyaksikan rival mereka mengangkat trofi juara di depan mata sendiri.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.