Cetak Kader Global, Ponpes Bina Insan Mulia Cirebon Gelar Pendidikan Kader NU untuk 320 Santri
Febri Prasetyo May 27, 2026 02:21 AM

TRIBUNNEWS.COM - Pondok Pesantren Bina Insan Mulia Cirebon, Jawa Barat, semakin memantapkan dirinya sebagai pusat utama pembinaan kader Nahdlatul Ulama (NU) yang berdampak hingga ke panggung internasional. 

Tonggak itu kian kokoh setelah ponpes ini sukses menyelenggarakan Pendidikan Dasar Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PD-PKPNU) bagi para santri kelas akhir.

Kegiatan ini menjadikan Bina Insan Mulia sebagai pesantren kedua yang dipercaya menyelenggarakan PD-PKPNU, setelah sebelumnya Pesantren Lirboyo Kediri. 

Sebanyak 320 santri kelas 12 dari jenjang SMA, SMK, dan MA turut ambil bagian dalam kegiatan angkatan ke-30 ini. Berlangsung tiga hari penuh, 22–24 Mei 2026, kegiatan dipusatkan di Gedung Serba Guna Pesantren Bina Insan Mulia 1 dan Joglo Agung Pesantren VIP Bina Insan Mulia 2.

Koordinator PD-PKPNU, H. Amir Makruf, mengungkapkan bahwa alasan utama dipilihnya Bina Insan Mulia sebagai tuan rumah tak lepas dari fakta bahwa mayoritas lulusannya akan merantau ke mancanegara.

Baca juga: Gus Ipul Ajak Pengasuh Ponpes se-Madura Raya Sukseskan Program Prioritas Presiden Prabowo

"Sesuai arahan pengasuh pesantren, para santri lulusan Bina Insan Mulia diharapkan dapat langsung berkhidmah di PCINU (Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama) di negara tujuan masing-masing," kata Amir Makruf kepada Tribunnews.com lewat keterangan tertulis, Selasa (26/5/2026).

Pengasuh Pesantren Bina Insan Mulia, KH. Imam Jazuli, Lc. MA., memaparkan bahwa jejak alumni pesantren ini telah tersebar di 16 negara, mulai dari Cina, Rusia, Jepang, Mesir, Maroko, Jerman, Tunisia, Taiwan, Australia, Prancis, Singapura, Pakistan, Korea, Malaysia, Turkiye, Jordan, hingga Oman. Mereka menempuh pendidikan tinggi di berbagai universitas kelas dunia, dari jenjang S1 hingga S3.

"Untuk lulusan tahun ini, sebanyak 70 persen akan meneruskan studi ke luar negeri. Supaya mereka bisa langsung ikut menggerakkan PCINU di berbagai belahan dunia sebagai motor dakwah Islam moderat, maka PD-PKPNU kali ini menjadi penting," jelas Kiai Imjaz.

"Adapun bagi 30 persen lulusan yang hendak melanjutkan ke PTN dalam negeri, PD-PKPNU kali ini sangat berguna untuk membekali mereka menjadi benteng Aswaja An-Nahdliyah di kampus masing-masing dalam menghadapi pengaruh radikalisme dan ideologi transnasional," tambah beliau.

Menutup rangkaian kegiatan, Kiai Imjaz mengingatkan seluruh peserta agar teguh menjaga nilai-nilai Aswaja An-Nahdliyah dalam empat dimensi kehidupan: amaliyah (ibadah), fikroh (pemikiran), harokah (gerakan), dan siyasiyah (politik).

Kegiatan ini diperkuat oleh tim instruktur dari tingkat nasional maupun lokal, terdiri dari Drs. H. Amir Makruf sebagai koordinator, serta Dr. H.A. Hilman Umar Bashori, Muh. Mahmudi Abduh, Muhammad Zimamul Adli, dan Masyhari, Lc, M.H.I sebagai anggota. Selama tiga hari, mereka berhasil menciptakan suasana belajar yang hidup, tertib, dan penuh semangat di kalangan peserta muda.

Kesan positif datang dari para peserta. Muhammad Imam Hasanudin dari SMK Unggulan Bina Insan Mulia mengaku wawasannya terbuka lebar tentang NU, peta ideologi dunia, dan dunia organisasi.

"Selain mendapat sertifikat, saya mendapat pengalaman istimewa. Suasana interaktif terbangun selama tiga hari, pematerinya inspiratif, dan membuka hal baru bagi anak muda," tambahnya.

Emyr Zurafa Nurkahfi dari Madrasah Aliyah Unggulan Bertaraf Internasional (MAUBI) menilai kegiatan ini tampil beda, baik dari sisi substansi maupun cara penyampaiannya. 

Baca juga: Kemenag Sebut Kebiasaan Menjalankan Ibadah Menjadikan Beragama Asyik & Menjadi Budaya dalam Ponpes

"Materinya sangat relevan dengan tantangan zaman, dan yang paling berkesan adalah semangat persaudaraan antarpeserta dan instruktur," ungkapnya.

Sementara itu, Freyza Sophia Khoerunbisa dari SMA Unggulan Bertaraf Internasional (SMAUBI) Bina Insan Mulia 2 merasakan manfaat yang melampaui sekadar ilmu organisasi. 

Kegiatan ini, menurutnya, turut menyulut semangatnya untuk terjun aktif di PCINU kelak. 

"Alhamdulillah luar biasa, ini berkah bagi saya karena sekolah di SMAUBI Bina Insan Mulia," ungkapnya.

Sejumlah tokoh terkemuka turut hadir menyemarakkan pembukaan, di antaranya Ketua PWNU Jawa Barat KH. Juhadi Muhammad dan Ketua PCNU Cirebon KH. Aziz Hakim Saeroji, beserta tokoh-tokoh lain dari lingkungan Cirebon.

Mereka menitipkan harapan agar bekal yang diperoleh para santri dari kegiatan ini mampu mendorong mereka tampil sebagai representasi Islam yang moderat, toleran, berkeadilan, dan konsisten menegakkan amar makruf-nahi munkar melalui jalur organisasi dan semangat khas NU (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.