TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Niat Sholat Idul Adha, tata cara pelaksanaan, hingga bacaan doa setelah sholat menjadi panduan penting bagi umat Islam dalam menyambut Hari Raya Kurban 10 Dzulhijjah.
Sholat Idul Adha dilaksanakan dua rakaat dengan takbir tambahan, tanpa adzan dan iqamah, serta diakhiri khutbah.
Setelah sholat, umat dianjurkan memperbanyak takbir, tahmid, dan doa syukur sebagai bentuk pengagungan kepada Allah SWT.
Tahun 2026 ini, sholat Idul Adha dilaksanakan pada Rabu 27 Mei 2026 pagi.
Tata cara sholat terdiri dari dua rakaat dengan takbir tambahan (7 kali di rakaat pertama, 5 kali di rakaat kedua), dilanjutkan khutbah Id yang berisi nasihat dan pengingat tentang keutamaan berkurban.
Momentum Idul Adha juga mengingatkan umat Islam pada kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS tentang ketaatan dan pengorbanan.
Dengan melaksanakan sholat Idul Adha sesuai sunnah, memperbanyak doa, dan melaksanakan kurban, umat Islam di seluruh dunia diharapkan semakin dekat kepada Allah SWT serta menumbuhkan kepedulian sosial melalui berbagi daging kurban kepada yang membutuhkan.
• Tata Cara Salat Idul Adha Lengkap Beserta Jadwal Pelaksanaan di Masjid Agung Babul Jannah Sambas
Untuk Imam:
أُصَلِّي سُنَّةً لِعِيْدِ الْأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ إِمَامًا لِلَّهِ تَعَالَى
Ushallii sunnatan li’iidil adhaa rak’ataini imaaman lillaahi ta’aalaa Artinya: Saya niat sholat sunnah Idul Adha dua rakaat sebagai imam karena Allah Ta’ala.
Untuk Makmum:
أُصَلِّي سُنَّةً لِعِيْدِ الْأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ مَأْمُومًا لِلَّهِ تَعَالَى
Ushallii sunnatan li’iidil adhaa rak’ataini ma’muuman lillaahi ta’aalaa Artinya: Saya niat sholat sunnah Idul Adha dua rakaat sebagai makmum karena Allah Ta’ala.
Untuk Sendiri (Munfarid):
أُصَلِّي سُنَّةَ عِيْدِ الْأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى
Ushallii sunnata ‘iidil adhaa rak’ataini lillaahi ta’aalaa Artinya: Aku berniat sholat sunnah Idul Adha dua rakaat karena Allah Ta’ala.
• Hukum Potong Rambut dan Kuku Sebelum Kurban Idul Adha 2026, Ini Penjelasan Ulama dan Hadisnya
Rakaat Pertama:
-Takbiratul ihram + doa iftitah.
-Takbir tambahan 7 kali, di sela takbir dianjurkan membaca tasbih: Subhanallah walhamdulillah wala ilaha illallah wallahu akbar.
-Membaca Al-Fatihah lalu surat Al-A’la atau Qaf.
-Rukuk, sujud, duduk di antara dua sujud, lalu berdiri ke rakaat kedua.
Rakaat Kedua:
-Takbir tambahan 5 kali setelah berdiri.
-Membaca Al-Fatihah lalu surat Al-Ghasyiyah atau Al-Qamar.
-Rukuk, sujud, tahiyat akhir, salam.
-Dilanjutkan khutbah Idul Adha.
Setelah salam, dianjurkan memperbanyak takbir, tahmid, dan tahlil:
اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Laa ilaaha illallaahu wallaahu Akbar, Allahu Akbar wa lillaahil hamd.
Artinya: Allah Maha Besar, tiada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar, segala puji bagi Allah.
Selain itu, dianjurkan membaca doa syukur: “Allahumma taqabbal minna wa minkum, wa ja’alna minal ‘aaidin wal faaizin.” Artinya: Ya Allah, terimalah amal kami dan kalian, serta jadikan kami termasuk orang-orang yang kembali (fitrah) dan beruntung.