Jalan di Temanggung Tertutup Kopdes Merah Putih, Dandim Ajak Warga Patungan Untuk Buat Jalan Baru
jonisetiawan May 27, 2026 04:38 AM

 

TRIBUNTRENDS.COM - Polemik pembangunan gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Kaloran, Kabupaten Temanggung, terus menjadi sorotan.

Setelah viral karena bangunan koperasi itu menutup sebagian akses jalan umum warga, kini pihak TNI melalui Kodim 0706/Temanggung berencana membangun jalur pengganti agar mobilitas masyarakat tetap berjalan lancar.

Rencana pembangunan jalan baru tersebut disampaikan langsung oleh Komandan Kodim 0706/Temanggung, Hermawan Adi Nugroho.

Jalan alternatif itu nantinya akan dibangun di sekitar lokasi KDMP yang berada di kawasan Jalan Kauman Kaloran, berdekatan dengan kantor Kecamatan Kaloran.

Baca juga: Ribuan Peserta Seleksi Manajer Kopdes Merah Putih Dipaksa Berpikir Keras, 3 Jam Kerjakan 567 Soal

Jalan Baru Dibangun Sepanjang 80 Meter

Menurut Hermawan, jalan pengganti yang direncanakan memiliki panjang sekitar 80 meter dengan lebar 4 meter. Jalan tersebut nantinya akan menggunakan material aspal agar tetap nyaman dilalui masyarakat.

“Jalan ini akan sepanjang 80 meter dan lebar 4 meter. Bahan baku juga dari aspal,” ucap Hermawan, Senin (25/5/2026).

Saat ini, meski sebagian jalan umum tertutup bangunan KDMP, kendaraan masih bisa melintas. Namun, jalur yang biasanya lurus kini berubah karena pengendara harus memutar melewati akses berbentuk huruf U.

Kondisi itu memicu perhatian publik setelah video dan foto lokasi pembangunan ramai beredar di media sosial.

KOPDES MERAH PUTIH - Ilustrasi Koperasi Desa Merah Putih.
KOPDES MERAH PUTIH - Ilustrasi Koperasi Desa Merah Putih. Gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Kaloran, Kabupaten Temanggung, terus menjadi sorotan karena menutup jalan utama. (Kompas.com)

Dibangun Lewat Karya Bakti dan Iuran

Hermawan menjelaskan, pembangunan jalan baru nantinya dilakukan secara gotong royong melalui program karya bakti tanpa menggunakan anggaran dana desa.

Ia mengakui hingga kini belum menghitung secara pasti total kebutuhan biaya pembangunan jalan tersebut. Karena itu, pihaknya mengajak berbagai pihak untuk ikut membantu secara sukarela.

“Yang punya perhatian ke masyarakat, ayo kita urunan (iuran) kerikil, pasir,” katanya.

Ajakan itu ditujukan kepada masyarakat maupun pihak-pihak yang memiliki kepedulian terhadap akses jalan warga Desa Kaloran.

Baca juga: 2 Alasan Bangunan Kopdes Merah Putih di Pati Belakangi Jalan Utama, Kades: Hasil Kesepakatan Warga

Kepala Desa Sebut Lahan Sangat Terbatas

Sementara itu, Kepala Desa Kaloran, Walyoto, mengatakan lahan yang kini dipakai untuk pembangunan KDMP merupakan satu-satunya aset lahan yang tersedia di desa tersebut.

“Itu lahan satu-satunya,” ujarnya.

Pernyataan itu menjadi penjelasan mengapa pembangunan KDMP akhirnya dilakukan di lokasi yang berdampak pada akses jalan warga.

Dinas Koperasi Mengaku Tak Terlibat Pembangunan

Di sisi lain, Penjabat Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Kabupaten Temanggung, Manda Kartiko, mengaku pihaknya tidak terlibat langsung dalam proses pembangunan fisik gedung KDMP tersebut.

Menurutnya, dinas hanya berkoordinasi dengan pihak Project Management Officer (PMO) dan Business Assistant (BA) terkait program KDMP di Desa Kaloran.

“Terkait pembangunan tidak dilibatkan,” ujarnya melalui pesan singkat.

Sebelumnya, pembangunan gedung KDMP Desa Kaloran sempat menjadi perbincangan luas setelah bangunan tersebut diketahui berdiri di atas sebagian akses jalan umum warga.

Polemik itu bahkan membuat proses pembangunan sempat dihentikan sementara sambil menunggu penyelesaian lebih lanjut.

***

(TribunTrends/Kompas)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.