Warga Argasunya Cirebon Bakal Nikmati Daging Kurban Dari Presiden Prabowo
Mutiara Suci Erlanti May 27, 2026 09:11 AM

 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto


TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON- Warga Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, bakal menikmati daging kurban bantuan Presiden RI Prabowo Subianto pada momentum Idul Adha 1447 Hijriah.


Seekor sapi jumbo jenis Simental berbobot sekitar 850 kilogram disiapkan untuk disembelih dan dibagikan kepada masyarakat di wilayah tersebut.


Kehadiran sapi bantuan presiden itu pun menjadi perhatian warga karena ukuran tubuhnya yang sangat besar dibanding sapi pada umumnya.


Wali Kota Cirebon, Effendi Edo memastikan, sapi bantuan Presiden Prabowo dalam kondisi sehat dan telah melalui pemeriksaan sebelum nantinya disalurkan kepada masyarakat penerima kurban.

Baca juga: 3 Tahun Tidur di Atas Air, Kisah Keluarga di Cirebon yang Rumahnya Tak Pernah Kering dari Banjir Rob


“Kondisinya sangat sehat, sudah diperiksa dan tahun ini sapinya luar biasa besar dengan bobot sekitar 850 kilogram,” ujar Edo saat meninjau sapi tersebut di Kantor Kelurahan Argasunya, Selasa (26/5/2026).


Ia mengatakan, bantuan hewan kurban dari Presiden Prabowo kembali diterima Kota Cirebon dalam dua tahun terakhir.


Menurutnya, bantuan tersebut sangat membantu masyarakat, khususnya warga di kawasan Argasunya dan sekitarnya.


“Ini bantuan dari Pak Presiden Prabowo untuk Kota Cirebon dan sangat bermanfaat bagi warga penerima kurban,” ucapnya.


Menurut Edo, daging kurban dari sapi bantuan presiden itu nantinya diprioritaskan untuk masyarakat yang membutuhkan di wilayah Argasunya.


Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Cirebon, Elmi Masruroh mengatakan, sapi bantuan presiden tersebut berasal dari peternak lokal asal Kota Cirebon.


Ia menjelaskan, pemerintah daerah turut membantu proses pencarian sapi yang sesuai dengan standar dan ketentuan dari Sekretariat Negara (Setneg).


“Kami diminta mencarikan sapi dari peternak lokal yang sesuai dengan kriteria dan ketentuan dari pihak Setneg,” jelas Elmi.


Menurut dia, sapi dengan bobot jumbo itu nantinya akan disembelih untuk membantu memenuhi kebutuhan daging kurban masyarakat di Argasunya.


“Daging kurban nanti dialokasikan untuk masyarakat Argasunya sesuai arahan dari Pak Wali Kota,” katanya.


Seperti diketahui, sapi jumbo bantuan Presiden Prabowo tersebut merupakan milik peternak lokal bernama Hadromi (60) atau yang akrab disapa Mang Dodom, warga Kampung Surapandan, Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon.


Sapi jenis Simental itu dibeli Presiden untuk hewan kurban Idul Adha 2026 dengan harga mencapai Rp 80 juta.


Saat ditemui di kandangnya, Mang Dodom mengaku bangga sekaligus tak menyangka sapi peliharaannya dipilih menjadi hewan kurban presiden.


“Alhamdulillah, saya merasa bangga banget. Saya kan di sini peternak lokal,” ujar Mang Dodom, Senin (25/5/2026).


Dilihat di lokasi, sapi berukuran jumbo tersebut tampak berdiri tegak di dalam kandang bersama sapi lainnya.


Tubuhnya yang besar dengan corak putih di bagian kepala, dada, dan kaki membuatnya terlihat mencolok.


Sesekali sapi itu tampak tenang saat dielus anak kecil di bagian kepala.


Tak lama kemudian, sapi jumbo tersebut terlihat lahap menyantap pakan komboran cair di dalam ember besar hitam.


Mang Dodom mengatakan sapi Simental miliknya memiliki bobot awal sekitar 850 kilogram saat ditimbang di balai pemeriksaan.


Kini, ukurannya disebut sudah semakin besar.


“Ya sekarang mah lebih ya, tuh tahu sendiri kan udah gede,” ucapnya sambil tersenyum.


Ia mengaku awalnya tidak mengetahui sapi miliknya akan dibeli Presiden Prabowo.


Informasi itu pertama kali disampaikan pihak dinas yang selama ini mendampingi peternaknya.


“Dinas tuh ngasih tahu katanya ada program dari pemerintah, tapi dari Pak Prabowo katanya buat masyarakat,” katanya.


Mang Dodom menjelaskan, perawatan sapi jumbo tersebut dilakukan secara khusus agar kondisi tubuh dan kesehatannya tetap terjaga.


“Rumput harus rutin. Kedua, konsentrat atau komboran harus ditambah. Dan yang ketiga, obat-obatan juga harus rutin buat menjaga stamina kesehatan,” ujarnya.


Di balik keberhasilannya sekarang, Mang Dodom ternyata memulai usaha ternak dari nol. 

Baca juga: Pembuat Patung Legenda Persib Bandung Tak Meyangkan Akan Diapresiasi Langsung oleh Umuh Muchtar


Ia dulunya bekerja sebagai buruh galian sebelum akhirnya beralih profesi menjadi peternak sapi pada 2007 melalui program bantuan pemerintah.


“Waktu awal mah gagal. Sapi dua tuh yang hidup cuma satu. Karena saya sambil belajar, ya alhamdulillah sampai sekarang bisa berkembang,” katanya.


Kini, jumlah sapi di kandangnya mencapai 23 ekor dan sebagian besar sudah laku terjual menjelang Hari Raya Idul Adha.


Mang Dodom berharap momentum sapi miliknya dibeli Presiden bisa membawa semangat baru bagi peternak kecil di daerahnya.


“Pada umumnya kan kalau sapi gede dibeli pejabat atau orang kaya. Tapi saya merasa bangga, saya orang kecil kok bisa orang gede beli ke sini,” jelas dia.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.