Jakarta (ANTARA) - Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) DKI Jakarta menyampaikan Idul Adha merupakan momentum untuk menggalang solidaritas sosial di antara sesama masyarakat, yang tercermin dari anjuran berbagi daging hewan kurban.
"Dimensi sosial dari ibadah kurban ini sangat tampak, sehingga Islam sangat menganjurkan bagi muslim, yang memiliki kemampuan, untuk berkurban," kata Kepala Kanwil Kemenag DKI Jakarta Adib saat dihubungi di Jakarta, Rabu.
Lebih lanjut, Adib mengatakan di tengah kondisi kehidupan sosial dan ekonomi yang sedang menghadapi tekanan cukup berat, makna ibadah kurban sangat penting untuk membangun solidaritas di antara sesama dengan terus meningkatkan kepedulian dan kebersamaan.
Idul Adha 1447 Hijriah mengusung tema "Spirit Kurban Merawat Alam dan Kemanusiaan".
Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan tema tahun ini sejalan dengan tema-tema besar Kementerian Agama tentang ekoteologi dan teologi cinta.
Tema tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi para khatib dan masyarakat muslim Indonesia untuk memperkuat kepedulian terhadap lingkungan dan nilai-nilai kemanusiaan melalui ibadah kurban.
Sementara itu, terkait kurban, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengerahkan 744 petugas pemeriksa kesehatan hewan kurban dan juru sembelih halal untuk mengawasi pelaksanaan kurban Idul Adha 1447 Hijriah di seluruh wilayah Jakarta, termasuk Kepulauan Seribu.
Selain itu, Pemprov DKI juga menyalurkan 210 sapi kurban dan 10 kambing tahun ini, yang meningkat dibandingkan tahun lalu sebanyak 160 sapi.
"Kalau tahun lalu Pemprov DKI menyalurkan 160 sapi, tahun ini menjadi 210 ekor sapi dan 10 kambing. Rinciannya, 160 sapi dari BUMD, 44 sapi dari Baznas Bazis, serta 6 sapi dari HIPMI," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno di Rumah Potong Hewan (RPH) Perumda Dharma Jaya, Penggilingan, Jakarta Timur, Selasa (26/5).





