TRIBUN-MEDAN.com - Chelsea dijadwalkan melakoni pertarungan melawan AC Milan.
Duel klub Inggris vs raksasa Italia tersebut akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta.
Laga big macth Chelsea vs AC Milan dijadwalkan berlangsung pada 8 Agustus mendatang.
Baca juga: Sidang Nota Pembelaan Nadiem Makarim Akan Disiarkan Langsung, Kata Menteri HAM Melanggar HAM
Di balik terwujudnya laga dua klub raksasa Eropa tersebut, terdapat proses panjang yang dijalani promotor Nine Sport Inc, Arief Putra Wicaksono.
Arief mengungkapkan proses pendekatan terhadap klub-klub Eropa sebenarnya sudah dilakukan sejak Agustus tahun lalu.
Bahkan, sempat ada beberapa klub besar yang diyakini bakal datang ke Indonesia, namun akhirnya batal terealisasi.
“Bidding-nya sebenarnya sudah dimulai sejak Agustus tahun lalu. Waktu itu ada sekitar lima klub yang meyakinkan akan datang ke Indonesia, tetapi realisasinya nol,” kata Arief Putra Wicaksono dalam program Bincang Bola bersama Tribunnews, Selasa (26/5/2026).
Momentum mulai terbuka ketika Chelsea mengonfirmasi agenda tur pramusim di Australia pada Desember lalu.
Kesempatan tersebut kemudian dimanfaatkan Nine Sport untuk membuka komunikasi lebih serius dengan klub asal London itu.
Namun, proses mendatangkan Chelsea ke Indonesia tak berjalan mudah.
Arief mengakui Indonesia masih kalah bersaing dari sejumlah negara Asia lain yang lebih sering menjadi destinasi klub-klub elite Eropa.
“Kalau dilihat dari daftar negara prioritas besar, Indonesia belum masuk, termasuk dari sisi image dan branding di Asia. Masih ada Singapura, Malaysia, Thailand, Jepang, Korea Selatan, China, sampai Timur Tengah yang lebih sering mereka datangi,” ujarnya.
Meski demikian, Arief bersyukur Chelsea akhirnya bersedia datang ke Indonesia.
Setelah komunikasi berjalan, Nine Sport kemudian menjalin pendekatan dengan AC Milan.
Menurut Arief, Chelsea menjadi klub pertama yang dihubungi lebih intens.
Namun komunikasi dengan AC Milan sebenarnya sudah berlangsung rutin setiap tahun.
“Chelsea kami approach lebih dulu. Tapi tiap tahun kami juga komunikasi dengan Milan,” ucapnya.
Awalnya, Nine Sport sempat mempertimbangkan mempertemukan klub-klub Eropa tersebut dengan tim lokal Indonesia demi efisiensi biaya.
Akan tetapi, Chelsea dan AC Milan sama-sama menginginkan lawan yang lebih kompetitif sebagai bagian dari persiapan pramusim.
“Karena ini fase pramusim, mereka ingin lawan yang kompetitif. Awalnya kami ingin lawan tim lokal karena lebih efisien dari sisi biaya. Tapi karena dua-duanya maunya lawan kompetitif, akhirnya saya coba pertemukan saja,” jelas Arief.
Keputusan itu pun berbuah positif.
Chelsea yang telah memiliki agenda di kawasan Asia-Pasifik dan AC Milan yang juga mencari lawan tambahan akhirnya sepakat bertanding di Indonesia.
Arief menyebut mengurus dua klub besar Eropa sekaligus bukan perkara mudah.
Baca juga: Terungkap Bupati Fadia Beli Rumah Mewah 4 Miliar Tunai di Kota Wisata Cibubur, KPK Buru Semua Aset
Namun ia berharap laga Chelsea kontra AC Milan bisa menjadi momentum besar bagi Indonesia untuk meningkatkan kepercayaan dunia internasional terhadap penyelenggaraan event olahraga dan hiburan kelas dunia.
Baca juga: Tanggapan TNI Pelibatan Prajurit Batalyon Atasi Begal yang Dikritik Koalisi Masyarakat Sipil
“Nah, ini pertandingan dua klub Eropa di Indonesia. Mudah-mudahan ajang ini jadi momentum agar Indonesia semakin baik lagi dan membangkitkan kepercayaan investor asing masuk ke Indonesia,” pungkasnya.
(*/TRIBUN-MEDAN.com)
Baca juga: Tanggapan TNI Pelibatan Prajurit Batalyon Atasi Begal yang Dikritik Koalisi Masyarakat Sipil
Sumber:tribunnews.com