TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Hari Raya Idul Adha merupakan momen yang setiap tahun dirayakan umat Muslim di berbagai negara.
Selain menjadi hari raya kurban, Idul Adha juga dimanfaatkan sebagai ajang mempererat silaturahmi dengan keluarga maupun warga sekitar.
Momentum tersebut juga identik dengan semangat berbagi kepada sesama melalui pembagian daging kurban.
Seperti yang dilakukan warga Kompleks Citra Gading, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, Banten, yang menyiapkan tujuh ekor sapi dan 50 ekor kambing untuk dikurbankan pada tahun ini.
Panitia kurban, Izzudin mengatakan daging kurban nantinya akan didistribusikan tidak hanya kepada warga di lingkungan Kompleks Citra Gading, tetapi juga masyarakat di kampung-kampung sekitar.
"Pendistribusiannya untuk masyarakat sekitar komplek Citra Gading, dan lingkungan kampung-kampung penyangga komplek Citra Gading seperti Kampung Mayabon, Kampung Timbang, Kampung Pamumpukan, Kampung Kaong, Kampung Cipager dan Kampung Cipetung," ucapnya, Rabu (27/5/2026).
Baca juga: Larangan Puasa di Hari Tasyrik Pasca Idul Adha: Ini Alasan Serta Amalan Alternatif Bagi Umat Muslim
"Sekitar ada delapan kampung yang kami distribusikan sesuai dengan lokasinya, sesuai dengan kadar dari jumlah yang ada yang kita siapkan," tambah Izzudin.
Penyaluran daging kurban dilakukan menyesuaikan jumlah hewan yang tersedia serta kebutuhan warga di masing-masing wilayah.
Di lingkungan Kompleks Citra Gading sendiri terdapat tiga RW. Khusus di RW 11, terdapat sembilan RT yang nantinya akan menerima pembagian sesuai jumlah penduduk di tiap RT.
"Masing-masing RT nanti akan dibagi sesuai dengan jumlah penduduk yang ada di RT-nya," jelas Izzudin.
Meski demikian, jumlah hewan kurban tahun ini disebut mengalami sedikit penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.
Kondisi ekonomi masyarakat yang belum stabil menjadi salah satu faktor penyebab berkurangnya jumlah hewan kurban.
"Tahun ini kelihatannya agak merosot karena dengan kondisi ekonomi masyarakat, dan mungkin berdampak dari perang Iran dan Israel-Amerika ini mungkin berdampak dalam ekonomi dengan masalah harga," ujarnya.
Ia menyebut harga hewan kurban mengalami kenaikan sekitar Rp2 juta per ekor.
Jika sebelumnya harga kerbau berada di kisaran Rp33 juta, kini meningkat menjadi sekitar Rp35 juta per ekor.