TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menegaskan hewan kurban yang tidak memenuhi syarat tidak boleh disembelih saat Iduladha 2026.
Ia memastikan, pengawasan terhadap kelayakan hewan kurban dilakukan secara ketat oleh petugas yang telah dilatih khusus.
Rano menegaskan, tidak ada kompromi bagi hewan kurban yang dinyatakan tidak memenuhi standar kesehatan maupun syariat.
“Saya sudah tegaskan apabila ditemukan hewan yang mungkin tidak lolos, tidak boleh ada toleransi untuk tidak mengorbankan. Artinya, itu harus disampingkan,” ucapnya di Balai Kota Jakarta, Rabu (27/5/2026).
Menurutnya, langkah ini penting untuk menjaga kualitas dan kelayakan hewan kurban yang akan dibagikan kepada masyarakat.
Pengawasan dilakukan oleh tim penyembelih dan pemeriksa hewan yang sudah memiliki kompetensi khusus.
“Makanya kita lepas tim penyembelih dan juga pemeriksa,” kata pemeran Doel dalam sinetron Si Doel Anak Sekolahan itu.
Ia menambahkan, para petugas tersebut tidak hanya terlatih, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral dalam menjalankan tugasnya.
“Karena mereka ini dilatih dan juga disumpah untuk menjadi penyembelih halal dan juga pemeriksa hewan,” tuturnya.
Rano mengakui, dengan jumlah hewan kurban yang sangat besar di Jakarta, tidak semua kondisi bisa dipastikan sempurna.
“Enggak mungkin 68.000 enggak mungkin akan semuanya menjadi baik,” ucapnya.
Meski demikian, ia optimistis proses penyembelihan akan berjalan sesuai ketentuan berkat pengawasan yang dilakukan.
Rano juga mengingatkan bahwa penyembelihan hewan kurban bukanlah pekerjaan sembarangan, melainkan membutuhkan keahlian khusus.
“Yang tukang potong itu bukan sembarangan tukang potong karena yang dipotong bukan ayam ini,” tuturnya.
Dengan demikian, ia berharap pelaksanaan kurban di Jakarta tetap berjalan lancar, aman, dan sesuai syariat.