1.098 Sapi Kurban Prabowo Dibeli Pakai APBN, Anggaran Capai Rp100 Miliar untuk Idul Adha 2026
Briandena Silvania Sestiani May 27, 2026 11:42 AM

TRIBUNKALTIM.CO - Sapi kurban Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto mencapai ribuan ekor, dan akan dibagikan ke daerah-daerah di seluruh Indonesia pada Idul Adha 2026.

Informasi mengenai pengadaan sapi kurban tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Juri Ardiantoro di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta pada Selasa, 26 Mei 2026.

Dalam keterangannya, Juri mengungkapkan bahwa total sapi kurban Presiden Prabowo tahun ini mencapai 1.098 ekor untuk Idul Adha 2026.

Jumlah tersebut terdiri dari ratusan sapi yang akan disalurkan ke pemerintah daerah, lembaga sosial, pondok pesantren, hingga organisasi keagamaan di berbagai wilayah Indonesia.

Baca juga: Tips Mengolah Daging Kurban Supaya Empuk dan Anti Bau Prengus

Tidak hanya jumlahnya yang besar, perhatian publik juga tertuju pada sumber pendanaan pengadaan sapi tersebut.

Pemerintah memastikan bahwa seluruh pembelian sapi kurban Presiden Prabowo menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN.

APBN sendiri merupakan instrumen keuangan negara yang digunakan pemerintah untuk membiayai berbagai kebutuhan nasional, mulai dari pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, hingga program bantuan sosial dan kemasyarakatan.

Anggaran Bersumber dari Bantuan Kemasyarakatan Presiden

Juri Ardiantoro menjelaskan bahwa dana pembelian sapi kurban berasal dari anggaran bantuan presiden yang memang dialokasikan untuk kegiatan kemasyarakatan.

"Jadi sumber anggarannya dari APBN ya melalui anggaran Bantuan Presiden, Bantuan Kemasyarakatan Presiden," kata Juri di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (26/5/2026).

Menurut Juri, pengadaan sapi kurban ini tidak dilakukan secara sembarangan. Pemerintah membeli sapi dari peternak lokal yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

Langkah tersebut sekaligus menjadi upaya untuk mendukung sektor peternakan nasional agar tetap bergerak dan memperoleh manfaat ekonomi menjelang Idul Adha.

Pemerintah juga menyesuaikan harga sapi berdasarkan wilayah dan bobot masing-masing hewan kurban. Karena itu, nilai pembelian tiap sapi tidak sama antara satu daerah dengan daerah lainnya.

"Jadi harga sapi tentu bervariasi karena bobotnya beda-beda dan lokasinya juga tentu mempengaruhi harga sapi, jadi kita menyesuaikan harga sapi di setiap daerah, kurang lebih anggaran yang dikeluarkan sebanyak 100-an miliar," ujar Juri.

Dari penjelasan tersebut, total anggaran yang disiapkan pemerintah untuk pengadaan 1.098 sapi kurban Presiden Prabowo diperkirakan mencapai sekitar Rp100 miliar.

Sapi Kurban Berjenis Premium dengan Bobot Besar

Selain jumlahnya yang banyak, kualitas sapi kurban Presiden Prabowo juga menjadi sorotan. Pemerintah menyebut sapi yang dibeli termasuk kategori premium dengan bobot rata-rata di atas 800 kilogram.

Beberapa jenis sapi yang dipilih bahkan dikenal sebagai sapi unggulan dengan ukuran tubuh besar dan kualitas daging yang baik.

Jenis sapi tersebut antara lain Simental, Limousin, Peranakan Ongole, Brahman, Angus, sapi Bali, Friesian Holstein atau FH, Belgian Blue, hingga Charolais.

Sapi Simental dan Limousin misalnya merupakan jenis sapi asal Eropa yang dikenal memiliki pertumbuhan cepat serta bobot tubuh besar. Sementara Belgian Blue terkenal karena struktur ototnya yang sangat padat sehingga menghasilkan daging dalam jumlah tinggi.

Adapun Peranakan Ongole merupakan sapi hasil persilangan yang cukup populer di Indonesia karena memiliki daya tahan kuat terhadap iklim tropis.

Pemerintah memastikan seluruh sapi telah melalui pemeriksaan kesehatan ketat sebelum disalurkan ke masyarakat.

"Jadi ini sapi-sapi yang bukan saja bobotnya memang berat, di atas 800 kilogram, tapi juga sapi yang secara kesehatan sudah memiliki sertifikat atau surat keterangan kesehatan hewan. Jadi sapi-sapi sehat," ucap Juri.

Surat Keterangan Kesehatan Hewan atau SKKH merupakan dokumen resmi dari otoritas kesehatan hewan yang menyatakan bahwa hewan ternak bebas dari penyakit menular dan layak dijadikan hewan kurban sesuai syariat Islam.

Didistribusikan ke Seluruh Indonesia

Ribuan sapi kurban tersebut nantinya akan disalurkan ke berbagai wilayah Indonesia. Pemerintah membagi distribusi sapi ke dua kelompok utama.

Sebanyak 598 ekor sapi akan diberikan kepada pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan pemerintah kota di seluruh Indonesia.

Sementara 500 ekor lainnya disalurkan kepada lembaga sosial, pondok pesantren, organisasi keagamaan, hingga tokoh masyarakat.

"Jadi untuk daerah tadi 598, untuk lembaga-lembaga sosial, lembaga keagamaan, pondok pesantren, tokoh-tokoh, sebanyak 500 sapi. Jadi semuanya 1.098 ekor sapi," kata Juri.

Distribusi tersebut dilakukan untuk memastikan manfaat kurban dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat, khususnya menjelang Hari Raya Idul Adha.

Idul Adha sendiri merupakan hari besar umat Islam yang identik dengan ibadah kurban sebagai bentuk ketakwaan dan kepedulian sosial kepada sesama.

Pada momen tersebut, daging kurban biasanya dibagikan kepada masyarakat, terutama warga yang membutuhkan.

Berikut deretan sapi kurban Presiden Prabowo untuk sejumlah daerah di Kalimantan Timur.

  • Provinsi Kalimantan Timur: Bejo, Sapi Brahman Cross
SAPI KURBAN PRESIDEN - Peternak Sapi, Mujiyanto saat memeluk bejo, sapi miliknya yang dipilih menjadi sapi kurban presiden Prabowo Subianto untuk Provinsi Kalimantan Timur. Jumat (22/5/2026) (TRIBUNKALTIM.CO/Raynaldi Paskalis)

Sapi bantuan Presiden yang paling mencuri perhatian adalah Bejo, sapi jenis Brahman Cross milik peternak Mujiyanto atau Safii.

Sapi tersebut nantinya akan diserahkan kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur untuk disembelih pada Hari Raya Idul Adha tahun ini.

Sapi belang coklat tua dan putih itu dipelihara di kawasan Tanah Merah, Samarinda Utara, tepat di pinggir jalan poros Samarinda-Bontang.

Bobotnya mencapai 1 ton 70 kilogram atau sekitar 1,7 ton.

Safii mengaku bersyukur sapinya dipilih langsung untuk bantuan kurban presiden.

“Saya ucapkan terima kasih kepada Bapak Aji Prabowo Subianto yang menjadi Presiden RI dan saya ucapkan terima kasih juga untuk Dinas Peternakan Provinsi yang mana telah memilih sapi terbaik di kandang saya,” ucap Mujiyanto, Jumat (22/5/2026).

Menurut Safii, Bejo berasal dari Pulau Sulawesi dan mulai digemukkan sejak awal 2025. Ia menyebut perawatan sapi jumbo membutuhkan perhatian ekstra, mulai dari kebersihan kandang, kontrol kesehatan rutin, hingga pemberian pakan seimbang agar bobot tetap stabil.

Harga Bejo pun mencapai Rp120 juta setelah melalui proses negosiasi dengan pihak kepresidenan.

“Alhamdulillah kemarin deal di harga Rp120.000.000,” katanya.

Safii sendiri diketahui telah lama berkecimpung di dunia peternakan dan kini menjabat sebagai Ketua Asosiasi Peternak dan Penggemuk Sapi Indonesia (APPSI) untuk wilayah Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara.

Baca juga: 3 Pemicu Turunnya Penjualan Hewan Kurban di Balikpapan, Stok Sapi dan Kambing Dipastikan Aman

  • Samarinda: Miliar, Sapi Limousin
SAPI KURBAN SAMARINDA - Perwujudan sapi bernama Miliar dari peternakan Sapi Sutha Samarinda yang dipilih menjadi sapi kurban dari Presiden Prabowo Subianto untuk Kota Samarinda, Rabu (20/5/2026). Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Samarinda, Maskuri, memastikan sapi tersebut akan disembelih di salah satu masjid ikonik di Kota Samarinda.
SAPI KURBAN SAMARINDA - Perwujudan sapi bernama Miliar dari peternakan Sapi Sutha Samarinda yang dipilih menjadi sapi kurban dari Presiden Prabowo Subianto untuk Kota Samarinda, Rabu (20/5/2026). Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Samarinda, Maskuri, memastikan sapi tersebut akan disembelih di salah satu masjid ikonik di Kota Samarinda. (TRIBUNKALTIM.CO)

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPP Samarinda, Maskuri, memastikan sapi bantuan Presiden untuk Kota Samarinda akan disembelih di Masjid Raya Darussalam Samarinda.

“Insya Allah di Masjid Raya berdasarkan surat yang dikirim ke bagian Kesra ke Provinsi itu, penunjukkan oleh Wali Kota di Masjid Raya Darussalam,” ujar Maskuri.

Sapi tersebut berjenis limousin dengan bobot sekitar 975 kilogram dan berasal dari peternak lokal Samarinda bernama Hartati atau Bu Suta.

Maskuri menjelaskan pemerintah daerah hanya bertugas merekomendasikan sapi terbaik, sedangkan proses negosiasi harga dilakukan langsung oleh Sekretariat Presiden.

“Harganya itu Rp111.700.000 berapa gitu. Yang lebih jauh itu sebenarnya yang punya, cuma potong pajak 2,5 persen atau berapa yang jelas yang diterima petani nanti cuma Rp110.750.000,” ungkapnya.

Ia menyebut sapi jenis limousin dengan ukuran besar seperti Miliar memang memiliki nilai jual tinggi karena masuk kategori sapi eksotik dengan perawatan premium.

  • Balikpapan: Bison, Sapi Simental Charolais
BISON KURBAN PRESIDEN - Anita selaku pemilik kandang MWC Farm di kawasan Gunung Binjai, Teritip, Balikpapan Timur, menunjukkan Bison, sapi berbobot lebih dari 1 ton yang dipilih menjadi hewan kurban bantuan kemasyarakatan Presiden RI Prabowo Subianto untuk Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Minggu (24/5/2026). (TRIBUNKALTIM.CO/SITI ZUBAIDAH)
BISON KURBAN PRESIDEN - Anita selaku pemilik kandang MWC Farm di kawasan Gunung Binjai, Teritip, Balikpapan Timur, menunjukkan Bison, sapi berbobot lebih dari 1 ton yang dipilih menjadi hewan kurban bantuan kemasyarakatan Presiden RI Prabowo Subianto untuk Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Minggu (24/5/2026). (TRIBUNKALTIM.CO/SITI ZUBAIDAH) (TRIBUNKALTIM.CO/Siti Zubaidah)

Di Kota Balikpapan, sapi bantuan Presiden berasal dari peternakan lokal MWC Farm di kawasan Gunung Binjai, Kelurahan Teritip, Balikpapan Timur.

Sapi bernama Bison itu merupakan jenis Simental Charolais dengan bobot mencapai 1.050 kilogram.

Pemilik MWC Farm, Anita, mengatakan nama Bison diberikan karena karakter sapi tersebut paling dominan dibanding ternak lainnya.

“Dia di sini paling aktif. Jadi kayak barometer sapi lain. Kalau dia bersuara, yang lain pasti ikut,” ujar Anita, Sabtu (23/5/2026).

Menurutnya, Bison dirawat secara intensif selama satu tahun penuh sejak Idul Adha sebelumnya. Perawatan dilakukan rutin mulai dari mandi dua kali sehari, pemberian pakan rumput tiga kali sehari, hingga vaksin dan vitamin berkala.

“Mandi dua kali sehari, jomborannya dua kali sehari, rumputnya tiga kali sehari. Perawatannya memang rutin seperti itu,” katanya.

Kepala DKP3 Balikpapan Sri Wahyuningsih memastikan Bison telah melewati pemeriksaan kesehatan dan mendapatkan SKKH.

Rencananya, sapi bantuan Presiden itu akan dibawa ke Balikpapan Islamic Center untuk disembelih dan dagingnya dibagikan kepada masyarakat.

  • Bontang: Balong, Sapi Simental
HEWAN KURBAN PRESIDEN - Sapi jenis Simental milik peternak lokal bernama Sutopo, di Jalan Selat Banda 1, Perumahan Tariza, Bontang Utara, tak jauh dari SMP Negeri 7, Kota Bontang, Kalimantan Timur pada Senin (18/5/2026). Sapi ini milik peternak Bontang. Bobotnya 732,5 kilogram dan menjadi yang terbaik. 
HEWAN KURBAN PRESIDEN - Sapi jenis Simental milik peternak lokal bernama Sutopo, di Jalan Selat Banda 1, Perumahan Tariza, Bontang Utara, tak jauh dari SMP Negeri 7, Kota Bontang, Kalimantan Timur pada Senin (18/5/2026). Sapi ini milik peternak Bontang. Bobotnya 732,5 kilogram dan menjadi yang terbaik.  (TRIBUNKALTIM.CO)

Sementara di Kota Bontang, sapi bantuan Presiden bernama Balong menjadi perhatian warga.

Balong merupakan sapi jenis simental berbobot 732,5 kilogram milik peternak Sutopo di Kelurahan Api-Api, Bontang Utara.

Kepala Bidang Peternakan DKP3 Bontang Riyono mengatakan proses seleksi dilakukan berdasarkan bobot dan kesehatan hewan.

“Sapi ini milik peternak Bontang. Bobotnya 732,5 kilogram dan menjadi yang terbaik,” katanya.

Menariknya, Balong merupakan hasil program inseminasi buatan atau teknik reproduksi ternak dengan memasukkan sperma pejantan unggul ke sapi betina untuk menghasilkan keturunan berkualitas.

Riyono menyebut pemerintah pusat sebenarnya menetapkan standar bobot sapi bantuan presiden hingga satu ton. Namun di Bontang belum ditemukan ternak lokal dengan ukuran tersebut.

“Ada di Samarinda. Tapi yang prioritas tetap peternak lokal,” tegasnya.

  • Penajam Paser Utara

Kabupaten Penajam Paser Utara juga dipastikan menerima bantuan sapi kurban dari Presiden Prabowo.

Kepala Bagian Kesra Pemkab PPU Hendro Susilo mengatakan bantuan sapi tersebut akan disalurkan ke Desa Labangka Barat, Kecamatan Babulu.

“Untuk tahun ini kita arahkan ke wilayah Babulu, tepatnya di Desa Labangka Barat,” ungkapnya.

Menurut Hendro, lokasi penerima dipilih berdasarkan usulan pemerintah daerah agar distribusi bantuan lebih merata dibanding tahun sebelumnya yang disalurkan di Kelurahan Gunung Steleng, Kecamatan Penajam.

Jenis dan bobot sapi masih menunggu penetapan pemerintah pusat. Namun berdasarkan pengalaman sebelumnya, sapi bantuan presiden umumnya memiliki kualitas unggul dengan bobot mendekati satu ton.

Penyerahan bantuan direncanakan dilakukan langsung oleh Bupati PPU Mudyat Noor atau pejabat yang ditunjuk pemerintah daerah.

(TribunKaltim.co/Raynaldi/Siti Zubaidah/Muhammad Ridwan/Nita Rahayu)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.