Profesor UI Ingatkan Bahaya Kantong Plastik Hitam untuk Daging Kurban
GH News May 27, 2026 12:09 PM
Jakarta -

Jatah daging kurban sering kali dibagikan dalam kantong-kantong plastik hitam. Profesor UI mengingatkan risiko kesehatan yang mengintai di baliknya.

Pembagian jatah daging kurban sering kali menggunakan kantong plastik karena praktis. Sebaiknya pilih yang memang diperuntukkan bagi makanan () agar terhindar dari paparan zat-zat berbahaya.

Hindari penggunaan kantong plastik hitam, seperti yang disarankan oleh Prof. Dr. rer. nat. Agustino Zulys, M.Sc, Guru Besar di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Indonesia (UI).

Prof Zulys, sapaan akrabnya, sering berbagi konten edukasi di akun Instagram @prof.zulys. Dalam unggahan terbaru (27/5), ia menjelaskan bahaya kantong plastik hitam untuk membungkus makanan, terutama daging kurban.

Ciri-ciri daging kurban yang segarDaging kurban lebih baik dibungkus daun pisang atau besek bambu yang lebih ramah lingkungan dan nontoxic. Foto: iStock

"Plastik hitam berasal dari daur ulang limbah elektronik, seperti TV, komputer, kabel. Artinya yang dulu pembungkus alat listrik, sekarang pembungkus daging kurban," ujarnya di awal video.

Dari penelitian, lebih dari 600 sampel plastik hitam ditemukan mengandung bahan anti api, logam berat (timbal, cadmium, merkuri, promethium, bahkan antimon), dan pewarna hitam untuk menyembunyikan kontaminasi.

"Zat-zat ini sebenarnya dipakai untuk pembungkus elektronik, bukan untuk makanan," tegas Prof Zulys. Bahaya dari zat-zat ini adalah bisa pindah ke makanan saat terkena panas dan kontak langsung dalam waktu lama.

Efeknya bisa menimbulkan gangguan saraf, kerusakan ginjal, gangguan hormon, dan potensi karsinogenik. Prof Zulys bilang, "Jangan pakai kantong plastik hitam sebagai pembungkus makanan. Karena kita tidak tahu plastik itu berasal dari mana."

neuronsPaparan zat berbahaya dari kantong plastik hitam bisa memicu gangguan saraf. Foto: ilustrasi saraf otak

Sebagai alternatif, daging kurban bisa dibungkus daun pisang atau daun jati. Keduanya alami dan tidak bersifat racun.

Daging kurban juga bisa dikemas dalam wadah yang bisa digunakan kembali () seperti kotak makanan atau besek bambu.

"Kalau mau tetap pakai plastik, pakailah plastik terang bening yang food grade. Lebih aman dan terkontrol untuk kemasan makanan," tutup Prof Zulys.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.