BANJARMASINPOST.CO.ID - Takwa bukan hanya tentang ibadah di masjid. Takwa adalah kesadaran ketika seseorang merasa diawasi Allah SWT saat sendirian.
Takwa adalah ketika tangan menahan diri dari kezaliman, lisan menahan diri dari dusta dan hari menahan diri dari kesombongan.
Di zaman ini takwa juga berarti sadar bahwa Allah SWT melihat apa yang kita klik, kita tonton, kita tulis dan bahkan yang kita sembunyikan dalam hati.
Hal di atas disampaikan Dr Mahmud Fauzi Hamidy SPd MPd dalam khutbah Idul Adha di halaman Kantor Gubernur Kalimantan Selatan, 10 Dzulhijjah 1447 H, Rabu (27/5/2026).
Shalat Idul Adha yang digelar oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah Cempaka Kota Banjarbaru tersebut mengangkat tema khutbah yakni Menyembelih Ego Di Era Digital Menemukan Kembali Makna Kehambaan dari Ibadah Kurban dan Haji.
"Kita hidup di zaman ketika manusia sangat mudah terjebak dalam penyembahan terhadap diri sendiri. Media sosial perlahan mengubah manusia menjadi sibuk berkata; lihat aku, puji aku, kagumi aku, akui aku," kata Mahmud.
Baca juga: Malam Takbiran di Landasan Ulin Timur Banjarbaru Meriah, Ada Penampilan Atraksi Api
Dipaparkan bahwa dalam esensi ibadah kurban, Allah SWT bukan semata memerintahkan umatnya menyembelih hewan, tetapi juga mematahkan ego dan kesombongan yang dihancurkan serta mengurangi rasa kecintaan terhadap dunia.
"Paling sulit dikurbankan itu rasa ingin dipuji, rasa ingin dianggap penting dan rasa ingin selalu menang sendiri," kata Mahmud.
Sepanjang pelaksanaan shalat dan khutbah Idul Adha kali ini, cuaca cerah sehingga jamaah banyak memenuhi lapangan, baik yang datang menggunakan sepeda motor maupun mobil.
Sebelum pelaksanaan shalat, jemaah bertakbir memuji kebesaran Allah SWT. Kemudian sekitar pukul 07.30 Wita panitia meminta jamaah mengisi shaf yang kosong untuk bersiap memulai shalat.
Usai khutbah, sejumlah jamaah saling bersalaman dan banyak di antaranya berfoto bersama keluarga dan sahabat.
(Banjarmasinpost.co.id/Salmah Saurin)