TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN- Idul Adha 2026, Masjid Nur Hasan Kelurahan Karang Anyar, Tarakan Kalimantan Utara kembali melaksanakan kurban. Total 50 ekor sapi kurban yang berasal dari donatur warga Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Tarakan untuk didistribusikan kepada masyarakat.
Sejak pagi hingga siang, Rabu (27/5/2026) tampak proses pemotongan hewan kurban dilakukan panitia di halaman Masjid Nur Hasan di Kelurahan Karang Anyar Tarakan.
Dikatakan Achmad Daud, Ketua Panitia Kurban di Masjid Nur Hasan, jumlah sapi kurban tahun ini naik dibandingkan tahun sebelumnya 42 ekor sapi kurban, tahun ini jadi 50 ekor sapi kurban dan 8 ekor kambing.
"Kalau tahun sebelumnya 42 ekor sapi kurban khusus untuk Masjid Nur Hasan semua di bawah naungannya LDII," beber Achmad Daud.
Baca juga: 15 Ekor Sapi Kurban Disalurkan Pemkab Bulungan ke Masjid Jami di Seluruh Kecamatan
Belajar dari pengalaman tahun sebelumnya, ada warga tak kebagian daging kurban, karena menggunakan kupon. Sehingga panitia kurban tahun ini mengubah metode pengambilan daging kurban.
"Insya Allah kita tidak menggunakan kupon lagi. Kami mengevaluasi apa yang kurang kami perbaiki. Jadi tahun ini kami akan pakai sistem siapa yang datang dia yang dapat. Jadi tidak pakai kupon lagi. Kecuali tetangga yang dekat," ungkap Achmad Daud.
Alasannya, karena tahun lalu itu disinyalir satu orang bisa memiliki sampai 6 kupon. Sehingga ada warga tak kebagian.
"Terus kasihan kemarin itu ada insiden. Kasihan ibu-ibu ada yang kelelahan mengantri kupon hingga kesehatannya. Makanya kami tahun ini berbenah diri dari panitia. Pokoknya antre dengan tertib. Insya Allah dapat," ujarnya.
Pembagian berlaku bagi semua yang datang. Yang jelas yang lebih dulu datang mengantre akan diberikan. Pengambilan mulai sore nanti.
Baca juga: Warga Kampung Arab Tanjung Selor Dapat Sapi Kurban Bantuan Presiden RI, Panitia Sebar 400 Kupon
"Kami juga sudah koordinasi dengan Polsek Tarakan Barat bersama Senkom. Insya Allah dikondisikan setelah dapat tidak boleh masuk lagi. Jadi bisa ditandai yang sudah dapat," jelasnya.
Tahun ini disiapkan total 1.500 bungkus daging. Kenaikan jumlah sapi dikurban karena berasal dari para donatur yang bertambah dan juga nominal yang disumbangkan bertambah.
Untuk jenis sapi paling besar bobotnya di kisaran Rp 80 juta dengan berat sekitar 800 kg bobot kotor atau hampir satu ton.
"Seluruh warga yang datang insya Allah diberikan. Pokoknya tidak ada kupon. Datang antri tertib. Nggak perlu bawa KTP. Yang penting datang tertib dan antre," tegasnya mengulang.
Ia juga menyampaikan pemootngan tahun ini lebih cepat dikerjakan, karena dibantu alat besi yang disiapkan dan lebih praktis. Khusus juru sembelih ada 4 orang.
"Untuk tempat pemotongan ada dua, tapi besi yang untuk mengikat itu ada empat. Jadi satu kali rebah itu sapi bisa buat empat ekor," paparnya seraya menambahkan alat praaktis yang dimiliki sudah digunakan sejak 4 tahun terakhir.
Ia menambahkan jika masih ada kekurangan di dalam pelaksanaan penyembelihan dan pembagian pihak panitia akan tetap melakukan evaluasi.
"Tapi masih ada kekurangan, nanti kami benahi ke depannya," pungkasnya.
(*)
Penulis: Andi Pausiah