DIKEJAR, Oknum Polisi di Medan Nyaris Baku Pukul dengan Anak dan Istri, Berakhir di Kolam Kering
AbdiTumanggor May 27, 2026 04:55 PM

Oknum Anggota Polisi di Medan Nyaris Baku Pukul dengan Anak dan Istri Usai Dikejar-kejar, Akhirnya Terjatuh di Kolam/Parit Kering.

TRIBUN-MEDAN.COM - Kasus viral di Polda Sumut melibatkan seorang oknum polisi berinisial HL dari Polrestabes Medan yang dikejar istri dan anaknya hingga terjatuh ke kolam kering/parit. 

Peristiwa ini terjadi pada Kamis (21/5/2026) yang dipicu dugaan perselingkuhan serta perebutan harta bersama.

Kronologi Kejadian

Lokasi: Halaman dan area SPKT Polda Sumatera Utara, Medan.

Tanggal: Kamis, 21 Mei 2026.

Pelaku: Oknum polisi berinisial HL (anggota Polrestabes Medan).

Korban: HL sendiri, dikejar oleh istri, anak, dan keluarga istrinya.

Insiden:

HL berlari dikejar keluarganya, sempat hendak memukul dengan traffic cone.

Diduga istrinya mendorong HL hingga jatuh ke kolam kering/parit kering.

Seragam dinas HL tampak lusuh, kotor, bahkan celananya robek.

Pemicu Persoalan

Dugaan perselingkuhan: HL dituding berselingkuh, sementara ia juga melaporkan istrinya dengan tuduhan serupa.

Rebutan harta: Konflik memuncak karena perebutan mobil dan harta gono-gini.

Pertikaian keluarga: Anak HL ikut terlibat dorong-dorongan dengan ayahnya.


 
Tanggapan Polda Sumut

Kabid Humas Kombes Pol Ferry Walintukan menegaskan bahwa kasus ini adalah masalah rumah tangga pribadi.

Polisi sempat mencoba mediasi, namun gagal.

Kasus kini ditangani oleh Propam Polrestabes Medan.

Sorotan Publik

Citra kepolisian: Insiden ini menimbulkan sorotan negatif terhadap profesionalisme aparat.

Proses hukum internal: HL dilaporkan ke Propam, menandakan adanya tindak lanjut disiplin.

Kasus viral di Polda Sumut melibatkan seorang oknum polisi berinisial HL dari Polrestabes Medan yang dikejar istri dan anaknya hingga terjatuh ke kolam kering/parit. Peristiwa ini terjadi pada Kamis (21/5/2026) yang dipicu dugaan perselingkuhan serta perebutan harta bersama.
Kasus viral di Polda Sumut melibatkan seorang oknum polisi berinisial HL dari Polrestabes Medan yang dikejar istri dan anaknya hingga terjatuh ke kolam kering/parit. Peristiwa ini terjadi pada Kamis (21/5/2026) yang dipicu dugaan perselingkuhan serta perebutan harta bersama. (TRIBUN MEDAN/tangkapan layar video)

Viral di media sosial

Video oknum polisi Polrestabes Medan berinisial HL dikejar istri dan anaknya hingga masuk ke kolam mini/parit kering viral di media sosial. 

Peristiwa yang disebut terjadi pada Kamis (21/5/2026) itu diduga dipicu persoalan perselingkuhan dan rebutan harta.

Dalam video yang diunggah akun Instagram @medankabar, HL terlihat berlari dikejar sejumlah pemuda yang diduga berasal dari keluarga istrinya. 

Di potongan video lain, HL tampak didorong seorang wanita yang diduga istrinya hingga terjatuh ke kolam mini yang tidak berisi air.

Kejar-kejaran hingga Halaman Polda Sumut Aksi kejar-kejaran itu bahkan terlihat sampai ke halaman Polda Sumatera Utara.

HL yang terus dikejar tampak kesal dan sempat hendak memukul seorang pemuda menggunakan traffic cone atau kerucut jalan. 

Tak lama kemudian, HL terlihat terjatuh usai didorong seorang pemuda yang diduga anggota keluarga istrinya. 

Dalam narasi video yang beredar, disebutkan aksi tersebut dipicu dugaan perselingkuhan.

“Diduga ketahuan selingkuh oknum polisi dikejar istri sah di halaman Polda Sumut,” demikian narasi dalam unggahan video.

HL juga dituding membawa telepon seluler dan mobil milik istrinya. 

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Ferry Walintukan membenarkan video viral tersebut.

Menurut Ferry, persoalan bermula dari dugaan perselingkuhan antara HL dan istrinya yang kemudian berujung saling lapor.

“Jadi saling lapor antara suami istri ya, saling lapor antara suaminya dilaporkan selingkuh, istrinya dilaporkan selingkuh,” ujar Ferry, Senin (25/5/2026).

Selain itu, pertikaian juga dipicu rebutan mobil antara HL, istrinya, dan anak mereka.

“Habis itu rebutan mobil, bapaknya bawa mobil diminta ibunya, akhirnya anaknya dorong-dorongan dengan bapaknya,” kata Ferry. 

Menurut dia, pihak kepolisian sempat berupaya memediasi kedua belah pihak, namun tidak tercapai perdamaian.

Kini, HL dilaporkan ke Propam Polrestabes Medan dan kasus tersebut ditangani Polrestabes Medan.

“Awalnya pihak kepolisian berusaha mediasi keduanya, tapi enggak mau, akhirnya mereka melapor ke Propam Polrestabes Medan,” tutup Ferry.

(*/Tribun-medan.com)

Baca juga: DUDUK Perkara Polisi Dikejar dan Didorong ke Parit Sampai Celananya Robek di Polda Sumut

Baca juga: Razia Tempat Hiburan di Medan Labuhan, Polisi Sita Minuman Keras Ilegal

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.