SURYA.CO.ID, SURABAYA - Aksi heroik dilakukan seorang pemuda asal Wonogiri, Jawa Tengah (Jateng), yang berhasil menggagalkan percobaan pembegalan oleh gerombolan gangster bersenjata tajam di kawasan Jalan Mayjen Sungkono, Surabaya, Jawa Timur (Jatim) pada Minggu (24/5/2026) malam.
Tak hanya selamat dari ancaman senjata tajam, korban juga berhasil membuat nyali pelaku ciut hingga satu unit sepeda motor milik pelaku tertinggal di lokasi kejadian.
Peristiwa mendebarkan ini terjadi sekitar pukul 20.40 WIB, tepat di depan Gedung Gema 45. Berdasarkan informasi yang dihimpun SURYA.co.id, korban yang saat itu tengah mengendarai Honda Vario hitam bernopol AD (eks Karisidenan Surakarta), sempat disergap oleh konvoi remaja yang menggunakan sekitar 4 unit motor.
Namun, keputusan menepi tersebut justru dimanfaatkan oleh gerombolan gangster. Salah seorang saksi mata di lokasi, IAF, mengungkapkan bahwa korban tiba-tiba disamperin oleh pelaku yang membawa senjata tajam.
Saksi lain, Nurhadi (44), seorang tukang tambal ban di sekitar lokasi, menjelaskan detail perlawanan korban. Menurutnya, salah satu pelaku sempat turun dan berusaha duduk di bangku belakang motor korban sambil menodongkan senjata tajam.
Dalam kondisi terdesak, korban tidak tinggal diam. Ia secara spontan menendang motor pelaku hingga terjatuh, lalu berlari sekencang mungkin sambil berteriak meminta tolong kepada warga sekitar.
Teriakan korban memicu respons cepat dari para pedagang hewan kurban dan warga di Jalan Pakis Tirtosari IV. Melihat massa mulai berdatangan, nyali para pelaku langsung ciut. Mereka kabur tunggang langgang meninggalkan lokasi. Menariknya, karena panik, salah satu motor milik pelaku jenis Honda Vario bernopol L (Surabaya) tertinggal di lokasi.
Saat dilakukan pemeriksaan oleh warga bersama petugas kepolisian yang tiba di lokasi, ditemukan sejumlah barang bukti di dalam bagasi motor pelaku, di antaranya:
"Warga bertanya ini motor siapa, tidak ada yang jawab. Ternyata motor begal yang ditinggal karena panik melihat korban berteriak dan melawan," tambah IAF.
Meski sempat mengalami luka memar di bagian kepala akibat pukulan pelaku, korban dinyatakan selamat tanpa luka tusuk senjata tajam.
Kawasan Jalan Mayjen Sungkono memang dikenal sebagai salah satu titik rawan kejahatan jalanan di Surabaya pada malam hari.
Nurhadi menyebutkan, bahwa di area tersebut sering terjadi aksi penjambretan hingga pencurian hewan ternak. Lokasi yang luas dengan beberapa titik penerangan yang minim, seringkali dimanfaatkan oleh komplotan kriminal untuk beraksi.
Namun, barang bukti motor pelaku kini telah diamankan di Mapolsek Sawahan untuk proses penyelidikan lebih lanjut, guna mengungkap identitas pemilik STNK dan anggota gerombolan tersebut.
Tips Keamanan Berkendara Malam Hari di Surabaya: