Permintaan Tinggi, Penjual Arang di Sleman Tambah Stok hingga 15 Bagor
Yoseph Hary W May 27, 2026 06:14 PM

Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Permintaan arang dan alat-alat bakaran di Sleman mengalami peningkatan saat Iduladha. Tingginya permintaan pun membuat penjual arang menambah stok.

Penjual arang di Sleman, Sri Agus mengatakan menjelang Idul Adha memang sudah ada peningkatan permintaan arang. Namun permintaan belum cenderung signifikan.

"Kalau ini kan Lebarannya bareng ya, jadi mungkin nanti ramenya habis selesai membagi daging. Tadi pagi juga sudah mulai banyak, tetapi biasanya sore yang paling ramai," katanya, Rabu (27/5/2026).

Selain menyediakan arang, ia juga menjual kipas sate, panggangan, hingga tusuk sate. Harga yang ditawarkan pun beragam. 

Untuk arang, ia menjual dengan harga Rp 6.000 per kresek, kipas dijual Rp 6.000, panggangan mulai dari Rp 15.000 hingga Rp 30.000 tergantung model dan ukuran, sedangkan tusuk sate dijual dengan harga Rp 2.500 per ikat.

"Semuanya dicari, tidak cuma arang, alat bakarannya juga dicari," terangnya.

Tingginya permintaan pun membuatnya menambah stok. Jika biasanya ia hanya menyediakan sekitar empat bagor, kali ini ia menambah menjadi 15 bagor. Panggangan pun ia menambah sekitar 70 alat dengan berbagai model dan ukuran.

"Semuanya ditambah, kalau biasanya kan yang beli arang itu warung-warung. Kalau sekarang yang beli kan lebih banyak. Panggangan juga ditambah sekitar 70 an. Nanti kalau kurang ya bisa ditambah lagi," ujarnya.

Menurut dia, tingginya permintaan arang dan alat bakaran akan berlangsung hingga H+7 Idul Adha. (maw)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.