TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Momen penyembelihan hewan kurban Iduladha selalu memiliki cerita unik. Tak jarang, kejadian hewan kurban yang akan disembelih terlepas dan hilang kendali.
Momen heboh sapi lepas pun terjadi saat Iduladha tahun ini. Di Sewon Bantul, sapi yang lepas dilaporkan seruduk warga di Jalan Imogiri Barat, Kalurahan Timbulharjo, Kapanewon Sewon, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta.
Berdasarkan unggahan video berdurasi 25 detik di akun Instagram @jogja_admin, tampak sejumlah warga dihebohkan oleh keberadaan sapi kurban yang lepas dan hilang kendali.
Lurah Timbulharjo, Anif Arkham Haibar, membenarkan kabar tersebut. Kejadian sapi lepas berlangsung di Masjid Al-Dzikro, Padukuhan Sudimoro, Kalurahan Timbulharjo, Kapanewon Sewon usai salat Iduladha atau pada Rabu (27/5/2026) siang.
"Itu sapi nomor delapan yang mau disembelih di Masjid Al-Dzikro. Biasanya sama penjual diantar malam atau sore sebelum Iduladha, tapi tadi pas kita lagi prosesi sembelih kurban ada satu sapi milik warga yang baru datang," ucapnya, saat dikonfirmasi Tribunjogja.com.
Di sela-sela penyembelihan dan pemotongan hewan kurban tersebut, sapi baru diturunkan dari truk. Kebetulan yang membawa sapi tersebut hanya seorang sopir tanpa pendamping atau kernet.
Tiba-tiba, sapi terlepas dan mengamuk. Sapi tersebut sempat mengejar orang yang sedang menguliti sapi dan kambing. Kemudian sapi lari memutari kampung di Padukuhan Sudimoro.
"Sapi baru bisa ditangkap di Padukuhan Bibis. Ya adalah sekitar 1,5 jam, sapi baru bisa ditangkap oleh warga. Bobot sapi itu ya sekitar 1,5 kuintal," jelas Anif.
Tidak ada korban jiwa dari kejadian itu. Namun, ia mengakui, kejadian tersebut sempat menghebohkan warga setempat. Sebab, ada warga yang terseruduk hingga jatuh.
"Belum sempat dipegang ada warga yang diseruduk lagi, jadi jatuh. Tapi, ya setelah ditangkap langsung kami sembelih di tempat saja. Mbah Kaum saya bawa ke sana, terus yang sembelih sapi itu Pak Dukuh," tuturnya.
Setelah berhasil disembelih, hewan kurban tersebut dibawa ke Masjid Al-Dzikro untuk dipotong-potong dan dibagikan kepada warga setempat.
Ia mengaku, kejadian sapi kurban lepas baru pertama kali. Sapi kurban itu milik jemaah setempat. Namun, selama prosesi penyembelihan sudah dilakukan sesuai standar. Salah satunya dengan menutup mata hewan kurban.
Kini, pihaknya berharap kepada peternak atau penjual hewan kurban untuk dapat mengantarkan hewan kurban sebelum hari penyembelihan. Itu dilakukan untuk meminimalisasi kejadian serupa.
"Tadi, pas sapi itu datang, pas di masjid lagi ramai prosesi penyembelihan. Mungkin karena sapinya takut ada orang ramai-ramai, jadi pas diturunkan dari truk langsung lepas," ujarnya.
Anif menyebut Masjid Al-Dzikro kerap menyembelih hewan kurban dalam jumlah banyak. Pada momen Iduladha kali ini, setidaknya ada delapan sapi dan 20 kambing.
"Iya kalau di tempat kita biasanya banyak (yang memberikan hewan kurban). Biasanya, kambing saja bisa lebih dari 30 ekor. Kalau lebih dari 30, biasanya ada diberikan ke tetangga yang lain. Karena kan tidak mampu kalau nguliti kambing dalam jumlah banyak," katanya.
Kali ini, setidaknya ada sekitar 575 KK yang menerima daging kurban. Di mana, penerima manfaat daging kurban tersebut juga ada dari kampung tetangga.
"Kan ada warga kampung tetangga yang sering salat Jumat di masjid ini. Jadi, dia terdata untuk mendapatkan daging kurban. Artinya tidak hanya warga kampung sini saja, tetapi yang lain juga ada," tutup dia.(nei)