SOSOK, Biodata, dan Profil Cathlyn Yvaine, Siswi Makassar Dicoret dari Calon Paskibraka Istana
AbdiTumanggor May 27, 2026 06:27 PM

TRIBUN-MEDAN.COM – Sosok, biodata, dan profil Cathlyn Yvaine Lesmana (16), siswi Makassar dicoret dari Calon Paskibraka di Istana menjadi sorotan di media sosial.

Cathlyn Yvaine Lesmana, siswi kelas XI (kelas 2) SMA Swasta Cerdas Bangsa Makassar, sempat masuk tiga besar seleksi Paskibraka Sulawesi Selatan (Sulsel), namun mendadak dicoret dari daftar calon yang akan bertugas di Istana Negara Jakarta. 

Kasus ini memicu polemik karena dugaan diskriminasi, ketidaktransparanan seleksi, dan faktor non-teknis yang disebut memengaruhi hasil.

Sosok, Profil, dan Biodata Cathlyn Yvaine Lesmana

  • Nama: Cathlyn Yvaine Lesmana
  • Sekolah: SMAS Cerdas Bangsa, Makassar, Sulawesi Selatan
  • Duduk di Bangku: Kelas XI (kelas 2)
  • Prestasi: Masuk peringkat tiga besar seleksi Paskibraka tingkat provinsi Sulsel, sehingga awalnya berhak maju ke tingkat nasional.
  • Cita-cita: Mengibarkan Sang Merah Putih di Istana Negara pada 17 Agustus 2026.  

Kronologi dan Polemik

  • Seleksi awal: Cathlyn lolos ke tiga besar putri Sulsel.
  • Perubahan mendadak: Namanya dicoret dan digantikan oleh Keisha Ratu Utami dari Jeneponto, yang sebelumnya tidak masuk 10 besar.
  • Alasan resmi: Panitia menyebut ada faktor kesehatan (penglihatan kurang tajam, flat foot) dan nilai peserta lain lebih tinggi.
  • Isu publik: Muncul dugaan diskriminasi karena Cathlyn keturunan Tionghoa dan tidak fasih berbahasa daerah.
  • Kesbangpol Sulsel: Membantah isu etnis dan menegaskan bahasa daerah bukan faktor menggugurkan.

Kritik dan Kejanggalan

  • Transparansi seleksi: Duta Pancasila Paskibraka Indonesia (DPPI) menilai proses tidak terbuka; pendamping resmi bahkan disuruh keluar saat seleksi.
  • Nilai kepribadian: Bobot 40 persen disebut keluar terlambat, menimbulkan spekulasi adanya pengaturan nilai.
  • Pantukhir (penentuan akhir): Dinilai tidak sesuai aturan karena seharusnya hanya berdasarkan data dan nilai, bukan postur.
  • Wali Kota Makassar: Munafri Arifuddin mendesak transparansi penuh dan menyoroti dampak psikologis bagi Cathlyn.

Ringkasan Fakta

  • Prestasi awal: Masuk 3 besar putri Sulsel
  • Alasan dicoret: Kesehatan dan nilai peserta lain lebih tinggi
  • Isu publik: Dugaan diskriminasi etnis dan bahasa daerah
  • Respon Kesbangpol: Bantah diskriminasi, bahasa daerah bukan faktor
  • Kritik DPPI: Seleksi tidak transparan, nilai kepribadian terlambat
  • Respon Wali Kota: Minta transparansi, khawatirkan dampak mental

Baca juga: KEJANGGALAN Siswi Makassar Dicoret dari Calon Paskibraka Istana, Seleksi Disebut Tak Terbuka

Sosok siswi SMA Cathlyn Yvaine Lesmana menuai perhatian dari warganet karena gagal menjadi Paskibra gegara tak menguasai bahasa daerah. 
Sosok siswi SMA Cathlyn Yvaine Lesmana menuai perhatian dari warganet karena gagal menjadi Paskibra diduga gegara tak menguasai bahasa daerah.  (TRIBUN MEDAN)

Perlunya Transparansi

Kasus Cathlyn menyoroti perlunya transparansi seleksi Paskibraka di tingkat provinsi agar tidak menimbulkan spekulasi diskriminasi atau manipulasi nilai.

Polemik ini juga menjadi perhatian publik karena menyangkut simbol nasionalisme dan kesempatan generasi muda untuk tampil di panggung kenegaraan.

Duta Pancasila Paskibraka Indonesia (DPPI) mengungkap adanya kejanggalan siswi Makassar, Cathlyn (16) dicoret dari Calon Paskibra Istana.

Ketua Pelaksana Duta Pancasila Paskibraka Indonesia (DPPI) Kota Makassar Yusuf A. Bachtiar Mappiare mengungkit sejumlah kejanggalan saat proses seleksi.

Menurutnya, seleksi Paskibraka tingkat nasional di Sulsel tidak berlangsung secara terbuka. "Sistem seleksinya sendiri tidak transparan dan kabupaten/kota lainnya pasti sepakat," ujar Yusuf, dikutip dari TribunMakassar, Selasa (26/5/2026).

Ia mencontohkan pelaksanaan seleksi pada hari terakhir yang disebut berlangsung tertutup bagi pendamping. "Di seleksi hari terakhir tahun 2026, tanggal 21 kemarin para pendamping disuruh keluar dari ruang seleksi padahal ada ID card resmi tanpa alasan yang jelas. Padahal sesuai aturan dilaksanakan secara transparan,"tandas Yusuf.

Terkait hal itu, ia menegaskan bahwa aturan mengharuskan seluruh proses penilaian dapat diketahui secara terbuka, termasuk oleh dua orang pendamping yang telah ditetapkan secara resmi. Selain itu, ia menaruh perhatian pada hasil seleksi kepribadian yang menurutnya memiliki pengaruh besar terhadap peringkat akhir peserta. 

Penilaian tersebut disebut menyumbang bobot 40 persen dalam proses pemeringkatan. "Baru seleksi kepribadian itu nilainya keluar 2 hari setelah seleksi, jadi bisa orang berspekulasi baru diatur nilainya," imbuh Yusuf.

Cathlyn Yvaine dicoret dari calon paskibraka istana
Sosok, biodata, dan profil Cathlyn Yvaine Lesmana (16), siswi Makassar dicoret dari Calon Paskibraka di Istana. Cathlyn Yvaine Lesmana, siswi kelas XI (kelas 2) SMA Swasta Cerdas Bangsa Makassar, sempat masuk tiga besar seleksi Paskibraka Sulawesi Selatan (Sulsel), namun mendadak dicoret dari daftar calon yang akan bertugas di Istana Negara Jakarta.

Kritik lain diarahkan pada pelaksanaan pantukhir atau penentuan akhir. Ia menilai tahapan tersebut tidak semestinya lagi menjadi faktor penentu setelah seluruh nilai tes telah diakumulasikan. 

"Pantukhir yang di tingkat provinsi tidak sesuai aturan. Karena harusnya penentuan itu tidak ada lagi pantukhir yang dicek lagi postur dan sebagainya. Harusnya sudah data dan nilai," ujarnya.

Ia juga menyesalkan adanya anggapan bahwa Kota Makassar terlalu sering mengirim wakil ke tingkat nasional. Menurutnya, tidak ada regulasi yang membatasi daerah tertentu untuk berulang kali meloloskan peserta. "Ada panitia dan pihak sana bilang jangan Makassar terus padahal tidak ada aturan mengatur tersebut," kata Yusuf.

"Terpentingkan kualitas dilihat bukan asal daerah. kalau memang asal daerah dilihat, kenapa di seleksi. Mendingan digilir saja," tambahnya.

Ia mencontohkan daerah lain yang mengirimkan beberapa perwakilannya ke tingkat nasional. "Kita berkaca di Sulbar, di Polman itu 4 perwakilan ke pusat. Di Sulteng juga Palu itu 3 perwakilan ke pusat. Saya sudah tanya Kembali ke pusat, jawabannya tidak karena dinilai kualitas," ucap Yusuf.

Karena itu, Yusuf berharap penyelenggaraan seleksi ke depan dilakukan secara terbuka sehingga tidak menimbulkan kecurigaan dari peserta maupun daerah pengirim.

Sosok, biodata, dan profil Cathlyn Yvaine Lesmana (16), siswi Makassar dicoret dari Calon Paskibraka di Istana. Cathlyn Yvaine Lesmana, siswi kelas XI (kelas 2) SMA Swasta Cerdas Bangsa Makassar, sempat masuk tiga besar seleksi Paskibraka Sulawesi Selatan (Sulsel), namun mendadak dicoret dari daftar calon yang akan bertugas di Istana Negara Jakarta.
Sosok, biodata, dan profil Cathlyn Yvaine Lesmana (16), siswi Makassar dicoret dari Calon Paskibraka di Istana. Cathlyn Yvaine Lesmana, siswi kelas XI (kelas 2) SMA Swasta Cerdas Bangsa Makassar, sempat masuk tiga besar seleksi Paskibraka Sulawesi Selatan (Sulsel), namun mendadak dicoret dari daftar calon yang akan bertugas di Istana Negara Jakarta. (TRIBUN MEDAN/ISTIMEWA)

Sosok Siswi Berprestasi hingga di Tingkat Internasional

Cathlyn Yvaine Lesmana (16) dikenal sebagai siswi Makassar dengan segudang prestasi akademik dan non-akademik, mulai dari medali emas di ajang internasional hingga penghargaan olimpiade sains nasional.

Prestasinya membuat publik heran ketika ia dicoret dari daftar calon Paskibraka Istana meski lolos tiga besar seleksi Sulsel.

Prestasi Akademik dan Non-Akademik

  • International Science and Invention Fair (ISIF) 2024 Meraih medali emas dalam kompetisi penelitian dan inovasi tingkat internasional.
  • ISIF 2025 Mendapatkan medali perak, menunjukkan konsistensi di ajang internasional.
  • Pekan Olimpiade Sains Nusantara (POSN) 2024 Meraih medali emas di bidang sains.
  • Senior High School Olympiad 2025 Mendapatkan medali perunggu.
  • Mandarin Proficiency Championship Indonesia 2026 Meraih medali perunggu untuk kategori Level 3.
  • Kemampuan bahasa asing: Fasih berbahasa Inggris dan Mandarin.
  • Modeling dan catwalk: Aktif di dunia modeling, sering tampil di catwalk dan pemotretan.

(*/Tribun-medan.com)

Baca juga: Pertama Kalinya, Paskibra 22 Kecamatan se-Deli Serdang Meriahkan Hari Bela Negara

Baca juga: PROFIL dan Harta Kekayaan Ambar Wakil Bupati Kulon Progo yang Bantu Ikat Tali Sepatu Paskibra

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.