TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Masyarakat di huntara Kapalo Koto, Kecamatan Pauh, Kota Padang menggelar tradisi makan "balanjuang" atau makan bersama usai bergotong royong memotong daging kurban, Rabu (27/5/2026).
Warga menciptakan kekompakan ini di tengah hunian sementara pasca-bencana banjir bandang yang meluluhlantakkan permukiman mereka pada akhir November 2025 lalu.
Bencana itu telah meluluhlantakkan berbagai aspek, rumah, fasilitas umum, mata pencarian hingga harta benda.
Kini, mereka juga merayakan Idul Adha 2026 di huntara Kapalo Koto. Beruntung berkat tiga ekor sapi yang disumbangkan berbagi pihak, korban bencana di huntara dapat merasakan momen indah ini.
Berbeda dari tempat lain, korban bencana di huntara lebih memilih mengerjakan secara bersama-sama.
Baca juga: Istri Pendiri Kompas Gramedia Tutup Usia 91 Tahun, Maria Bernadeth Latifah Oetama Meninggal Dunia
Dimulai dari proses penyembelihan, pemotongan daging, pembersihan, memasak, hingga makan bersama "balanjuang".
Saat bekerja, para perempuan di huntara memasak dengan porsi besar, tentunya dengan bahan daging kurban.
Kebersamaan dan senyum ceria tampak di wajah meraka saat TribunPadang.com menyaksikan bagaimana masyarajat melahap daging tersebut.
Tampak dua baskom nasi, dan beberapa baskom gulai daging di lokasi. Satu persatu masyarakat mengambilnya.
Masyarakat, Elvi Elfadani mengatakan makan bersama ini sangat menyenangkan, sebab baru perdana dilakukan di huntara.
Baca juga: Daging Kurban Sapi Presiden di Masjid Raya Sumbar Dibagikan ke Korban Bencana dan Warga Membutuhkan
"Rasanya sangat senang, baru perdana di huntara, sebelumnya tidak pernah usai kami menetap di sini pasca bencana," kata Elvi sembari kedua sudut bibirnya terangkat ke atas, Rabu (27/5/2026).
Sebelumnya ujar Elvi, masyarakat di sana memang bahu membahu sejak penyembelihan hingga proses memasak.
Para perempuan menyiapkan bahan makanan, dan laki-laki menyembelih, memotong daging untuk dimasak dan dibagikan ke warga sekitar.
"Kita memang bergotong royong, perempuan memasak, laki-laki menyiapkan daging," sebutnya.
Barulah setelah hidangan tersedia, masyaraka satu persatu mengambil makanan yang sudah disiapkan.
Baca juga: Ancam Pakai Gunting Modifikasi dan Pukul Kepala Korban, Pelaku Curas di Padang Ditangkap Tim Klewang
Sebab, makan "balanjuang" kata Elvi tak disajikan per porsi, melainkan diambil secara bersama-sama.
"Konsepnya memang diambil masing-masing, karena makan bersama seperti ini dapat nikmatnya," tambahnya.
Berdasarkan pantauan TribunPadang.com di lapangan sejak pukul 10.03 WIB hingga kini, proses pemotongan sapi kurban masih berlangsung.
Terdapat tiga ekor sapi kurban di huntara Kapalo Koto. Disumbangkan oleh Kapolda Sumbar, Pemko Padang dan Telkomsel.
Baca juga: Gelombang Tinggi Sumbar Capai 4 Meter, BMKG Ingatkan Nelayan dan Kapal Ferry Waspada
Usai salat Idul Adha 2026 selesai digelar, dimulai pukul 09.00 WIB, warga dari korban bencana banjir bandang di huntara bergotong royong dalam menyembelih sapi.
Terlihat di lokasi, sapi kurban Kapolda Sumbar disembelih di dalam kawasan huntara. Sedangkan sapi dari Pemko Padang dan Telkomsel disembelih di bagian luar kawasan.
Hingga pukul 11.15 WIB, warga secara beramai-ramai memotong daging kurban untuk dibagikan kepada korban bencana dan masyarakat sekitar huntara nantinya.
Sebelumnya, masyarakat sudah menyiapkan tenda menggunalan terpal warna biru yang diikat di bangunan huntara.
Selain itu, terdapat satu tonggak kayu sebagai penopang terpal, agar tetap kokoh dan tidak membentur kepala.
Baca juga: Pemko Padang Salurkan Sapi Kurban ke Huntara Lubuk Buaya dan Kapalo Koto saat Idul Adha 2026
TribunPadang.com menyaksikan, kaum pria memotong daging sapi kurban usai disembelih menjadi beberapa bagian.
Sedangkan kaum perempuan terlihat membersihkan daging, sebab nantinya akan dimasak di huntara Kapalo Koto.
Kemudian, beberapa potongan lainnya ditumpuk, karena nantinya akan dibagikan ke warga sekitar.
Salah satu masyarakat, Fitri mengatakan bahwa korban bencana di huntara Kapalo Koto memang secara gotong royong menyenbelih dan menyiapkan daging sapi kurban untuk dikonsumsi nantinya.
Kata dia, kesepakatan telah dibuat secara bersama sejak proses awal penyembelihan hingga siap dikonsumsi.
Baca juga: Kisah Arif Rawat Bruno Sapi Kurban Presiden di Sumbar, Dulu Rp38 Juta Kini Dibeli Rp95 Juta
"Memang kekompakan bersama, kami bagi tugas, laki-laki menyembelih dan memotong. Sedangkan perempuan membersihkan daging sapi untuk dimasak nantinya," jelasnya.
Ia mengaku, momen kebersamaan saat Idul Adha 2026 pertama kali dirasakan masyarakat usai banjir bandang menerjang daerah mereka.
Banjir bandang ini terjadi akhir November 2025 lalu, menghancurkan rumah, fasilitas umum hingga merusak lahan pertanian mereka.
Untuk itu, mereka disiapkan huntara oleh pemerintah pasca bencana terjadi. Untuk itu, inilah momen perdana mereka merasakan Idul Adha 2026 di huntara.
"Iya ini perdana, sebelumnya kami merayakan Idul Adha 2026 di rumah masih-masing, sebelum bencana terjadi. Sekarang, kami menikmatinya di sini bersama dengan korban bencana lainnya," tambahnya. (*)