Resep Sukses Como dari Klub Kasta Bawah Italia Menuju Panggung Tertinggi Eropa, Taktik Transfer ala Orang Indonesia
Ade Jayadireja May 27, 2026 06:33 PM

 

PIERO CRUCIATTI/AFP
Ada sebuah resep di balik perjalanan sukses Como dari tim kasta bawah Liga Italia menuju panggung tertinggi Eropa.

BOLASPORT.COM - Taktik transfer ala 'orang Indonesia' menjadi resep di balik perjalanan sukses Como dari tim kasta bawah Liga Italia menuju panggung tertinggi Eropa.

Como mengalami perkembangan hebat sejak promosi ke strata teratas Liga Italia pada edisi 2024-2025.

Musim perdana sebagai tim promosi, klub milik Grup Djarum itu finis di urutan ke-10 klasemen.

Laju Como semakin kencang saat menjalani musim 2025-2026 yang baru saja berakhir.

Como mengunci tiket ke Liga Champions setelah mengakhiri Serie A sebagai penghuni posisi keempat.

Sebuah sejarah tercipta, mereka untuk kali pertama bakal mencicipi panggung tertinggi klub Eropa.

Como lolos bersama Inter Milan, Napoli, dan Roma.

Menurut sang pelatih, Cesc Fabregas, salah satu kunci sukses timnya adalah manajemen klub, yang dipimpin grup asal Indonesia, menyudahi bursa transfer lebih cepat.

Jacobo Ramon menjadi pembelian terakhir Como pada jendela jual-beli pemain pada musim panas 2025.

Dia datang ke skuad berjulukan I Lariani 23 hari sebelum liga domestik dimulai.

Dengan trik demikian, pemain-pemain anyar memiliki waktu lebih banyak untuk beradaptasi dengan anggota lama.

"Menutup jendela transfer lebih awal sangat membantu kami," kata Fabregas seperti dikutip BolaSport.com dari Tutto Mercato.

"Tahun lalu, pemain seperti Nico (Paz) , (Maximo) Perrone, (Marc-Oliver) Kempf, dan Sergi Roberto datang sangat terlambat."

"Jika pemain datang lebih awal, mereka akan lebih mudah menjadi bagian dari keluarga Como," tutur eks gelandang timnas Spanyol itu.

Lebih lanjut, Fabregas menyatakan bakal mengulangi formula yang sama untuk sesi transfer musim panas 2026.

Como butuh tambahan amunisi karena akan bertarung di tiga kompetisi.

"Tahun depan, dengan sesi latihan yang lebih sedikit dan pertandingan lebih banyak, persiapan musim panas akan menjadi lebih penting," ucap Fabregas.

"Kami berharap dapat mengulangi pekerjaan yang kami lakukan musim lalu."

"Pilihan pertama tidak selalu berhasil, tetapi tahun lalu kami menginginkan bek tengah sejak awal, dan Diego Carlos datang, yang sangat penting."

"Idenya adalah untuk melanjutkan seperti ini," pungkas dia.

Sejauh mana Como melangkah pada musim 2026-2027?

Menarik untuk menantikan kelanjutan sentuhan tangan dingin Fabregas.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.