- Kesepakatan damai antara Iran dan Amerika Serikat (AS) disebut tinggal selangkah lagi karena sudah berada di tahap akhir.
Namun, tidak mudah bagi kedua pihak untuk sampai ke tahap ini karena negosiasi mengalami banyak hambatan.
Dalam keterangan resmi pada Selasa (26/5/2026), juru bicara pemerintah Iran Fatemah Mohajerani mengungkap fakta di balik pembicaraan dengan AS.
Menurutnya, hambatan utama dalam negosiasi adalah sikap AS yang kontradiksi dan tidak konsisten.
Mohajerani menegaskan bahwa sikap semacam ini bukan hal baru.
Iran pernah menghadapi alotnya negosiasi dengan AS pada kesempatan sebelumnya.
“Salah satu masalah kita dalam negosiasi adalah kontradiksi dan inkonsistensi dalam perilaku mereka. Ini pernah terjadi sebelumnya,” kata Mohajerani, dikutip dari Viory pada Selasa (26/5/2026).
Beruntung, tim diplomatik Iran punya kemampuan yang baik serta memantau situasi dengan sangat cermat.
Mohajerani juga bersyukur punya tetangga seperti Pakistan yang berkontribusi besar menjadi mediator konflik.
“Syukurlah, negara sahabat dan saudara kita, Pakistan, telah melakukan upaya besar, seperti yang telah Anda semua saksikan, untuk mempromosikan perdamaian dan diplomasi di kawasan ini,” sambungnya.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengonfirmasi bahwa sebagian besar kerangka perdamaian telah dinegosiasikan.
Beberapa poin yang masih dipersoalkan seperti cadangan uranium Iran, pencabutan sanksi, dan kontrol pelayaran melalui Selat Hormuz.