Kenangan Ketua DPRD Seluma April Yones, Pernah Telat Sekolah demi Nonton Piala Dunia
Ricky Jenihansen May 27, 2026 07:54 PM

 

Laporan Reporter Tribunbengkulu.com, Yayan Hartono

TRIBUNBENGKULU.COM, SELUMA - Euforia Piala Dunia mulai merebak di kalangan para pencinta sepakbola.

Seperti di Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu, gema Piala Dunia sepakbola mulai dirasakan.

Di setiap tongkrongan selalu membahas tim yang dijagokan di Piala Dunia 2026.

Seperti Ketua DPRD Seluma, April Yones.

Dia bercerita mengenai kenangannya menyaksikan siaran Piala Dunia.

Ia pernah telat sekolah karena kesiangan bangun akibat begadang untuk menonton siaran langsung Piala Dunia.

"Saya ini pecinta sepakbola. Saya mulai menonton Piala Dunia ini sejak masih SMP waktu itu masih tinggal di Padang," cerita April Yones saat diwawancarai Tribunbengkulu.com, Rabu siang (27/5/2026).

Ketua DPRD Seluma dari Partai PPP ini mengatakan dulu dirinya adalah atlet sepakbola.

Posisi yang dimainkan adalah striker atau penyerang.

Setiap ada pertandingan sepakbola antarsekolah di Sumatera Barat, dirinya selalu dimasukkan dalam skuad tim.

"Saya dulu waktu sekolah atlet sepakbola. Posisi saya waktu itu striker," kenang April Yones.

Kenangan Nonton Piala Dunia

Kenangan yang paling berkesan menyaksikan Piala Dunia sepakbola, lanjut April Yones yang juga Ketua DPW PPP Bengkulu ini, adalah pernah terlambat datang ke sekolah akibat kesiangan bangun karena begadang menonton siaran Piala Dunia.

"Jadi karena siaran langsungnya sudah tengah malam, kami begadang. Besoknya kesiangan bangun, jadi terlambat datang ke sekolah," ucap April Yones sambil tertawa mengenang keseruan menonton Piala Dunia.

Untuk negara yang dijagokan di Piala Dunia sepakbola ini, kata April Yones, adalah Argentina.

Sebab dirinya sangat mengidolakan Diego Armando Maradona.

"Saya sangat mengidolakan Diego Armando Maradona. Dia itu bermain untuk negara Argentina, dijuluki si tangan tuhan," ucap April Yones.

Ajang Piala Dunia yang paling berkesan, ujar April Yones, adalah Piala Dunia tahun 2002 yang saat itu digelar di Korea Selatan dan Jepang.

Setiap pertandingan tidak pernah dilewatkan, selalu nonton bareng bersama teman-teman.

"Piala Dunia tahun 2002 itu paling berkesan. Sebab Asia diwakili Korea Selatan dan Jepang menjadi tuan rumah dan meraih juara. Korea Selatan juara tiga dan Jepang masuk delapan besar," tukas April Yones.

Dirinya, kenang April Yones, setiap menonton pertandingan Piala Dunia selalu menebak skor untuk tim yang dijagokan.

Siapa yang kalah, wajib membeli camilan dan mengurut yang menang.

"Pokoknya seru kenangan nonton Piala Dunia dulu. Rasanya ingin mengulang lagi masa-masa itu," imbuhnya.

Rencana Nobar Piala Dunia 2026

Momen Piala Dunia sepakbola ini, tambah April Yones, bisa menjadi ajang untuk menumbuhkan perekonomian masyarakat.

Oleh sebab itu, kata April Yones, dirinya berencana akan menggelar nonton bareng atau nobar.

"Di Piala Dunia tahun 2026 ini, nanti kita gelar Nobar. Kita hadirkan UMKM untuk berjualan. Kita akan manfaatkan momen ini untuk membuka peluang perekonomian masyarakat," sampai April Yones.

Gabung grup Facebook TribunBengkulu.com untuk informasi terkini

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.