Profil Selebgram Woodyrman Jadi Tersangka Kasus Penganiayaan hingga Tewaskan WNA Brunei, Kasus Viral
Desi Triana Aswan May 27, 2026 08:50 PM

TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Berikut ini profil Woodyrman, seorang selebgram yang tengah viral gegara terlibat dalam kasus penganiayaan hingga menewaskan korbannya. 

Namanya tengah menjadi sorotan atas aksinya tersebut. 

Bahkan video rekaman detik-detik penganiayaan pun ramai beredar di media sosial. 

Memperlihatkan, si selebgram diduga melakukan penganiayaan terhadap warga negara asing asal Brunei hingga tewas di Blok M. 

Korban diketahui sempat dirawat 10 hari di rumah sakit sebelum dinyatakan meninggal dunia. 

Lantas siapa Woodyrman? 

Profil

Woodryman dikenal sebagai seorang konten kreator. 

Meski dikenal dengan Woodyrman, namun itu bukanlah nama aslinya. 

Baca juga: Sosok Selebgram Mehnaz Nazeera Anak Fadia Arafiq, Diduga Ikut Terima Aliran Dana Uang Korupsi

Ia sendiri ternyata memiliki nama lengkap Mohammad Irman Ali.

Melansir dari Kompas.com, di Instagram, Woodyrman memiliki lebih dari 24 ribu pengikut. 

Dari akun Instagram @woodyrman, nampak ia dekat dengan sejumlah selebgram populer lainnya.  

Ia diketahui telah aktif di sosial media sejak tahun 2020 sebagai influencer sekaligus trader.

Ia kerap mengunggah foto ataupun video tentang keseharianya di media sosial.  

Tak hanya soal keseharian, Woodryman juga sering membagikan informasi soal trading dan finansial. 

Ia disebut telah memiliki sertifikasi Certificate in Technical Analysis (CTA) serta merupakan salah satu pendiri komunitas trading.

CTA adalah sertifikasi kompetensi profesional di bidang analisis teknikal pasar keuangan. 

Sertifikat ini biasanya jadi pembuktian bahwa seseorang memiliki keahlian mendalam dalam membaca grafik, tren, dan indikator statistik untuk memprediksi pergerakan harga aset seperti saham, obligasi, dan mata uang.

Dekat dengan Sejumlah Publik Figur

Woodyrman terlihat kerap membuat konten dengan beberapa publik figur Indonesia seperti Praz Teguh, Cellos, hingga Sintya Marisca. 

Dalam sebuah unggahan, dia juga sempat membagikan momen touring dengan vespa di wilayah Sumatra Barat bersama sejumlah selebgram. 

Kasus Penganiayaan

Seorang selebgram bernama Woodyrman (33) dikabarkan terlibat kasus penganiayaan berat yang menewaskan seorang warga Brunei berinisial MHF (30). 

Insiden ini diketahui terjadi di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, dan kini tengah ditangani oleh Polda Metro jaya.

Awalnya, pada pertengahan April 2026, korban bersama tujuh orang rekannya datang dari Brunei Darussalam ke Jakarta dengan tujuan utama untuk menonton konser musik. Rombongan ini kemudian memesan kamar dan menginap selama lebih dari satu pekan di salah satu hotel kawasan Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Pada hari Rabu (6/5/2026), MHF bersama rekannya sedang duduk-duduk dan mengobrol di depan sebuah minimarket tidak jauh dari hotel tempat mereka menginap. Beberapa saat kemudian, selebgram Woodyrman datang ke lokasi sambil membawa sebuah paper bag (tas kertas) yang di dalamnya diduga kuat berisikan botol kaca.

Pelaku dan korban saat itu terlibat pembicaraan yang memanas hingga berubah menjadi adu mulut yang berlanjut ke seberang jalan, tepat di sisi hotel tempat korban menginap. Pertengkaran mulut itu lalu berubah jadi kontak fisik hingga rekan-rekan korban berusaha untuk melerai.

Namun, Woodyrman kemudian mengayunkan tas kerta yang berisi botol kaca itu ke arah kepala korban sebanyak satu kali yang menyebabkan MHF terjatuh ke trotoar pinggir jalan. Teman-teman MHF kemudian membawa korban kembali ke hotel sebelum dilarikan ke Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP).

Adapun, Woodyrman disebut langsung melarikan diri dari lokasi saat itu. Kanit 1 Subdit Resmob Ditrekrimum Polda Metro Jaya Kompol Dimitri Mahendra mengatakan bahwa korban mengalami luka serius di bagian kepala akibat insiden itu.

MHF selanjutnya mendapatkan perawatan medis intensif di RSPP sejak 6 Mei hingga 16 Mei 2026. Berdasarkan hasil rekam medis, korban mengalami benturan berat pada bagian belakang, memar (hematoma) di mata kiri, serta cedera di tulang selangka kiri.

“Dari hasil rekam medis korban menunjukkan hasil kepala bagian belakang terbentur dan hematoma (memar) di mata kiri, dan cedera di tulang selangka kiri,” ujar Dimitri, dilansir dari TribunSumsel.com.

Sementara itu, setelah bertahan selama 10 hari dalam kondisi kritis, nahasnya MHF dinyatakan meninggal dunia pada 16 Mei 2026. Adapun, rekan korban lalu mendapat surat kuasa resmi dari pihak keluarga MHF di Brunei Darussalam.

Berikutnya, rekan korban itu baru membuat laporan polisi di Polsek Metro Kebayoran Baru. Keterlambatan laporan ini yang kemudian sempat membuat penyidik kesulitan untuk mengamankan barang bukti fisik berupa botol kaca di tempat kejadian perkara (TKP).

“Teman korban dengan surat kuasa dari keluarga membuat laporan polisi di polsek kami. Sudah kami tangani, kemudian juga kami sudah periksa saksi-saksi di lokasi, memang benar ada peristiwanya di sana,” kata Kapolsek Metro Kebayoran Baru AKBP Nugrahadi Kusuma.

Beruntungnya, polisi berhasil mengamankan rekaman CCTV yang menunjukkan jelas seluruh tindak penganiayaan itu. Menurut Nugrahadi, dari hasil pemeriksaan sementara, korban dan pelaku diduga saling mengenal.

“Kalau melihat dari apa yang kami dapat, kemungkinan itu saling kenal karena sempat terjadi pembicaraan, komunikasi di antara kedua belah pihak,” tambahnya.

Setelah proses pencarian berlangsung, kepolisian akhirnya berhasil melacak keberadaan dari Woodyrman. Selebgram Brunei satu ini lalu resmi ditangkap di sebuah kediaman di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, tanpa adanya perlawanan, pada Senin (25/5/2026) pukul 03.00 WIB.

Selanjutnya, kasus penganiayaan ini dilanjutkan ke proses penyidikan dan kepolisian akan berkoordinasi dengan Kontor Imigrasi Jakarta Selatan. Hal ini mengingat pelaku dan korban sama-sama berstatus sebagai Warga Negara Asing (WNA).

Selebgram Woodyrman sendiri saat ini masih ditahan di rumah tahanan (rutan) Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Kepala Seksi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian Jakarta Selatan Ryan Kasim, menuturkan pihaknya masih menunggu pemeriksaan dari penyidik Polda Metro Jaya.

“Saat ini kasusnya masih di tangani oleh Polda Metro Jaya, dan kami juga saat ini sedang koordinasi dengan pihak terkait,” ujar Ryan.

(*)

(Grid.id) (TribunnewsSultra.com/Desi Triana)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.