TRIBUNJAKARTA.COM, PADEMANGAN - Pembagian daging kurban yang dilakukan Jurnalis Jakarta Utara di kawasan Ancol, Pademangan, Jakarta Utara, menghadirkan cerita pilu dari warga yang sedang dihimpit kesulitan ekonomi.
Sejak siang hari, ratusan warga rela mengantre panas-panasan demi mendapatkan paket daging kurban yang dibagikan panitia.
Di tengah antrean itu, tersimpan kisah perjuangan hidup warga yang kini kesulitan mencari nafkah.
Salah satunya Rahayu, lansia yang mengaku kondisi ekonomi keluarganya sedang berat lantaran dirinya tak bisa bekerja setelah mengalami patah kaki.
"Ya ekonominya lagi sulit, nggak ada kerjaan, nggak kerja deh. Kaki saya lagi patah jadi nggak bisa apa-apa," kata Rahayu saat ditemui di lokasi, Rabu (27/5/2026).
Rahayu mengatakan sang suami juga hanya sesekali mendapat pekerjaan membuat meja.
Penghasilan yang tidak menentu membuat kebutuhan sehari-hari harus dihemat semaksimal mungkin.
Karena itu, pembagian daging kurban sangat berarti bagi keluarganya.
"Ya alhamdulillah sangat membantu. Jarang bisa makan daging," ucapnya lirih.
Rahayu mengaku rela mengantre dan berdesakan demi membawa pulang daging untuk keluarganya di rumah.
Cerita serupa disampaikan Gustin, warga Ancol lainnya yang ikut mengantre mendapatkan pembagian daging kurban.
Ia mengatakan kondisi ekonomi masyarakat belakangan memang sedang sulit sehingga banyak warga yang akhirnya ikut antre demi bisa membawa pulang daging kurban.
"Ekonomi masyarakat agak sedikit sulit ya, makanya kita ikut-ikutan. Biasanya sih enggak, cuma karena ekonomi lagi kurang bagus jadi ikutan ajalah," ujar Gustin.
Meski sederhana, Gustin bersyukur pembagian daging kurban kali ini sangat membantu dan memberi kebahagiaan tersendiri bagi keluarganya.
"Alhamdulillah ya Pak, bermanfaat untuk pembagian daging ini. Kalau bisa besok ada lagi," katanya.
Diketahui, kelompok kerja Jurnalis Jakarta Utara mengadakan penyembelihan 13 kambing dan satu ekor sapi dalam momen Iduladha tahun ini.
Total sekitar 700 paket kurban dibagikan kepada masyarakat di sekitaran Ancol.