Kecewa, Seniman Banyumas Tiba-tiba Lihat Patok untuk Koperasi Merah Putih di Taman Budaya Soetedja
rika irawati May 27, 2026 10:07 PM

 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Seniman Banyumas kecewa dengan pemerintah kabupaten (pemkab) setempat yang berencana membangun Koperasi Merah Putih di kawasan Taman Budaya Soetedja.

Selain tak pernah diajak membahas terkait rencana ini, mereka menilai, kompleks Taman Budaya Soetedja, seharusnya hanya menjadi pusat kegiatan budaya dan pengembangan kesenian, bukan fungsi lain.

Keresahan para seniman Banyumas ini pun mengemuka dalam rapat koordinasi lintas generasi yang digelar Forum Seniman dan Budayawan Peduli Taman Budaya Soetedja di Hetero Space Purwokerto, Senin (25/5/2026) malam. 

"Kami merasa terusik sekali, sangat-sangat terusik."

"Karena selama ini lagi bangga-bangganya mempunyai taman budaya, mulai berkembang, dan kegiatannya sudah mulai padat di sana," kata Koordinator Forum Seniman dan Budayawan Peduli Taman Budaya Soetedja, Rohadi.

Baca juga: Seniman Banyumas Tolak Rencana Pembangunan KDMP di Taman Budaya Soetedja: Ruang Seni Harus Dijaga

Para pelaku seni Banyumas, selama ini berharap kawasan Taman Budaya Soetedja dikembangkan dengan fasilitas yang lebih memadai untuk mendukung aktivitas kesenian di Banyumas.

Misalnya, pembangunan asrama seniman, ruang pameran, hingga gedung serbaguna dengan lantai datar yang bisa digunakan untuk berbagai pertunjukan maupun kegiatan kreatif lain.

"Di tanah-tanah kosong itu ada rencana asrama, ruang pameran, dan sebagainya." 

"Kita juga belum mempunyai gedung yang lantainya datar, yang bisa digunakan untuk berbagai macam kegiatan," terangnya. 

Namun, saat mengharapkan penambahan fasilitas, mereka malah melihat patok-patok yang menjadi penanda segera dimulainya pembangunan gedung Koperasi Merah Putih di lahan sebelah selatan kawasan budaya itu. 

"Dari teman-teman, sangat-sangat kecewa sekali dengan kebijakan yang tidak menyertakan kita."

"Jadi, kita, seniman, itu tidak disertakan untuk pembahasan rencana pembangunan gedung Koperasi Merah Putih di situ." 

"Jadi kita kaget," katanya.

Sebagai tindak lanjut, forum tersebut kini mulai menggalang dukungan dari berbagai kalangan masyarakat. 

Mereka juga berencana mengirimkan surat pernyataan sikap kepada bupati Banyumas dan DPRD Banyumas, sekaligus mengajukan permohonan audiensi.

Rohadi menegaskan, perjuangan mempertahankan fungsi kawasan Taman Budaya Soetedja tidak akan berhenti pada pengiriman surat tersebut. 

Forum akan menunggu respons dari pemerintah daerah dan DPRD sebelum menentukan langkah selanjutnya.

"Yang jelas, dari teman-teman, perjuangan ini baru awal perjuangan." 

"Kita akan terus berjuang karena sejarahnya, taman budaya itu juga diperoleh melalui perjuangan," katanya.

Meski menolak pembangunan Gedung Koperasi Merah Putih di area taman budaya, Rohadi memastikan, pihaknya tidak menolak program koperasi tersebut secara keseluruhan.

"Jangan dipelintir kemudian kita anti Koperasi Merah Putih. Tidak!"

"Kita tetap mendukung, silakan didirikan, tetapi jangan di area Taman Budaya Soetedja," tegasnya. 

Tak Punya Lahan yang Mencukupi

Di tengah penolakan seniman terkait rencana pembangunan Koperasi Merah Putih di kawasan Taman Budaya Soetedja, Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengaku sempat gamang.

Namun, proyek itu tetap dijalankan karena pemerintah daerah mengaku tidak memiliki alternatif lahan lain yang dinilai layak.

"Saya juga tadinya keberatan, tapi karena tidak ada lokasi lain, mau gimana lagi," kata Sadewo, yang juga Ketua Dewan Kesenian Kabupaten Banyumas (DKKB) itu, Selasa (26/5/2026). 

Baca juga: Sempat Tolak, Ini Dalih Bupati Banyumas Setuju Koperasi Merah Putih di Komplek Taman Budaya Soetedja

Sadewo mengatakan, pembangunan yang akan dikerjakan di kawasan Taman Budaya Soetedja adalah Koperasi Merah Putih untuk Kelurahan Purwokerto Kidul. 

Pemkab Banyumas sebenarnya telah berupaya mencari alternatif lain.

Namun, berbagai opsi yang ada, dinilai belum memenuhi syarat.

Di antaranya, Koperasi Merah Putih dibangun di atas lahan seluas 1.000 meter persegi dengan luas bangunan mencapai 600 meter persegi.

Karena itu, kawasan kompleks Sutedja dinilai menjadi lokasi paling memungkinkan.

Meski demikian, Sadewo berjanji meminimalkan dampak terhadap kawasan kesenian tersebut.

"Saya berupaya meminimalisir agar tidak mengganggu (kawasan seni), jadi hadapnya (Koperasi Merah Putih) itu tidak hadap ke dalam, tetapi hadapnya ke jalan," jelasnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.