BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SD dan SMP sederajat tahun 2026 untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Matematika diumumkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Kepala Pusat Asesmen Pendidikan Rahmawati menyampaikan nilai rata-rata jenjang SD dan SMP paling rendah ada pada Matematika. Nilai rerata Matematika tingkat SD sederajat yakni 43,41. Sedangkan untuk SMP sederajat 40,34.
Adapun rata-rata nilai Bahasa Indonesia untuk SD sederajat yakni 60,14 dan jenjang SMP sederajat 60,83.
Rahmawati juga merilis nilai per provinsi. Yogyakarta menempati posisi tertinggi untuk semua kategori.
Nilai rata-rata Bahasa Indonesia SD yakni 75,14 dan Matematika 61,64. Sedangkan jenjang SMP untuk Bahasa Indonesia 73,74 dan Matematika 51,65.
Baca juga: Menanti Nakhoda ULM 2026, Tantangan IKU Berbasis Dampak dan Ironi Kesejahteraan Dosen
Selanjutnya adalah Jakarta. Bahasa Indonesia SD 71,30 dan Matematika 51,38. Untuk
SMP mata pelajaran Bahasa Indonesia 71,32 dan Matematikan 45,31.
Sedangkan Kalimantan Selatan untuk Bahasa Indonesia SD 63,94 dan Matematika 43,89. Untuk Bahasa Indonesia SMP 63,03 dam Matematika 40,77. Ini di atas nilai rata-rata nasional.
Di Kalimantan, nilai rata-rata di Kalsel berada di bawah Kalimantan Timur. Di Kaltim, Bahasa Indonesia SD 63,71 dan Matematika 44,70. Sedangkan Bahasa Indonesia SMP 63,88 dan Matematika 41,46.
Sejumlah sekolah di Banjarmasin menilai hasil TKA belum dapat dikatakan buruk karena pelaksanaannya baru tahun ini.
Kepala SMPN 2 Aminsyah mengatakan TKA 2026 masih menjadi tahap awal adaptasi bagi sekolah dan siswa. “Tahun ini kan baru pertama kali TKA dilaksanakan. Tahun sebelumnya tidak ada TKA,” ujarnya, Rabu (27/5).
Menurutnya, TKA juga bukan satu-satunya penentu dalam penerimaan peserta didik baru jalur prestasi. “TKA ini kan untuk jalur prestasi, dihargai 30 persen, penilaian sisanya diambil dari rata-rata nilai sekolah,” jelasnya.
Aminsyah menilai siswa masih perlu waktu beradaptasi dengan pola soal TKA yang berbeda dari ujian sekolah biasa. Terlebih, sistem pelaksanaan dan pengawasan juga dilakukan secara ketat dan berbasis digital.
Hal serupa disampaikan Kepala SDN Surgi Mufti 1 Abdul Hadi. Ia mengatakan sekolah baru menerima hasil TKA sehingga belum dianalisis secara menyeluruh.
“Secara umum kan Kalsel untuk SD lumayan ya nilainya. Kira-kira aman saja nilainya. Tapi jujur ini juga baru saja kami menerima hasil di sekolah, jadi memang belum teranalisa secara keseluruhan,” katanya.
Ia menjelaskan pelaksanaan TKA di tingkat SD dilakukan layaknya ujian nasional berbasis pusat. “Soalnya pun langsung dari kementerian, kami para guru juga tidak tahu soalnya, pengawasannya sendiri lewat zoom,” tambahnya.
Di sisi lain, sejumlah siswa mengaku soal TKA cukup menantang, terutama pada Matematika. Siswa SMPN 13 Ghozi mengaku beberapa soal masih bisa dipahami, namun ada juga yang cukup sulit.
Ia juga menyebut soal TKA terasa berbeda dibanding pembelajaran sehari-hari di kelas. “Soalnya ini langsung dari internet,” katanya.
Kepala SMPN 4 Tanjung Kabupaten Tabalong Imam Nashokha memandang hasil TKA ini sebagai bahan refleksi bersama, bukan ajang untuk mencari siapa yang salah.
"Jika melihat nilai rerata Matematika yang masih relatif rendah, tentunya ini menjadi perhatian dan masukan bagi seluruh pihak untuk terus memperkuat proses pembelajaran, terutama pada kemampuan numerasi dan berpikir logis," ujarnya, Rabu sore.
Menurut Imam, untuk di SMPN 4 Tanjung, hasil TKA juga akan digunakan sebagai dasar evaluasi internal. Pihak sekolah akan memperkuat strategi pembelajaran, penguatan literasi dan numerasi, pembiasaan belajar yang bermakna, serta peningkatan kompetensi pendidik.
Mengenai penerimaan murid baru, Imam menegaskan tahun ini sekolahnya tidak menjadikan hasil TKA sebagai syarat, karena akses pendidikan harus tetap terbuka dan memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh calon peserta didik.
Meski demikian, hasil TKA tetap dimanfaatkan sebagai salah satu instrumen pemetaan kemampuan awal siswa baru bersama tes calistung, kemampuan mengaji, dan wawancara.
Tujuannya agar sekolah bisa mengenali kebutuhan belajar siswa sejak awal sehingga layanan pendidikan menjadi lebih tepat sasaran.
Senada, Kepala SDN 5 Guntungmanggis Banjarbaru Kesuma Dewi mengatakan pihaknya belum dapat mengunduh nilai hasil TKA siswanya dari aplikasi yang disediakan.
“Info operator sekolah nilai TKA belum dapat diunduh. Cuma muncul tulisan daftar nilai,” sebutnya.
TKA jenjang SD di Banjarbaru digelar pada 20-30 April 2026. Khusus SD, ada dua mata pelajaram yang diujikan, yaitu Bahasa Indonesia dan Matematika.
Sedang Kepala Bidang SMA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalsel Dedi Hidayat menyebut nilai TKA memang menjadi salah satu penilaian Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB). Meski begitu, tetap ada perbedaan dalam petunjuk teknis di daerah.
“Di daerah TKA hanya berkontribusi 30 persen. Selebihnya masih didominasi rapor siswa,” katanya. (sul/dny/riz)