BANJARMASINPOST.CO.ID- RABU muslim di Indonesia tidak terkecuali di Kalimantan Selatan baru saja merayakan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah yang ditandai dengan pelaksanaan salat Iduladha di masjid-masjid dan lapangan terbuka.
Usai menggelar salat Iduladha, kaum muslim juga disibukkan dengan aktivitas penyembelihan hewan kurban seperti sapi ataupun kambing.
Proyeksi kebutuhan hewan kurban berdasarkan analisis pemotongan hewan kurban pada tahun-tahun sebelumnya, untuk sapi sebanyak 13.579 ekor dan kambing sebanyak 2.432 ekor.
Sedangkan tahun ini, ketersediaan hewan kurban untuk sapi ada 17.047 ekor. Untuk ternak kambing, tersedia sebanyak 6.000 ekor, domba 357 ekor dan kerbau 563 ekor. Jumlah tersebut, tentu melebihi dari kebutuhan hewan kurban di Kalsel.
Meski ketersediaan hewan kurban tahun ini bisa disebut mencukupi bahkan surplus, kebutuhan hewan kurban terutama sapi masih belum sepenuhnya dipasok dari peternak lokal.
Untuk saat ini, hewan kurban dari Kalsel dipasok dari beberapa daerah penghasil ternak di Kalsel seperti Kabupaten Tanahlaut, Banjar, dan Baritokuala (Batola).
Sedangkan, untuk menutupi kekurangan kebutuhan kurban, pelaku usaha hewan kurban masih mendatangkannya dari luar daerah seperti Sulawesi, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Jawa Timur.
Tak mengherankan, menjelang Iduladha ribuan ekor hewan ternak tiba di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin maupun melalui Batulicin, Tanahbumbu.
Bisa dikatakan, Kalimantan Selatan di momen-momen tertentu seperti perayaan Hari Raya Iduladha masih belum bisa memenuhi kebutuhan hewan ternak secara mandiri. Kalsel, masih harus mendatangkan hewan ternak dari luar untuk memenuhi kebutuhan kurban.
Kebutuhan hewan ternak di Kalsel yang masih belum bisa dipenuhi secara mandiri, sebenarnya bisa dipandang sebuah peluang usaha budidaya peternakan bagi masyarakat di daerah ini.
Pemerintah daerah, harus bisa mendorong warganya terutama di pedesaan untuk memanfaatkan peluang ini.
Ada baiknya, warga di desa diajak beternak sapi atau kambing. Baik perorangan, kelompok Bumdes ataupun koperasi merah putih juga bisa dimaksimalkan untuk mengembangkan usaha yang satu ini.
Ada baiknya, setiap daerah memetakan potensi untuk pengembangan ternak sapi atau kambing. Selanjutnya, pemerintah daerah bisa mengembangkan sentra-sentra peternakan di sejumlah titik.
Dengan program yang dilaksanakan secara optimal melibatkan instansi terkait, Kalsel diyakini bisa swasembada hewan ternak terutama sapi ataupun kambing.
Tak hanya memenuhi kebutuhan daging untuk lokal namun juga bisa menutupi kebutuhan di provinsi lain. Diharapkan kesejahteraan masyarakat turut terangkat melalui budidaya peternakan. (*)