Surat Berisi Pesan Menyentuh di Balik Penemuan Bayi Telantar di Lampung Tengah
Daniel Tri Hardanto May 28, 2026 03:19 PM

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG TENGAH - Warga Dusun Sri Rahayu I, Kampung Kotagajah Timur, Kecamatan Kotagajah, Kabupaten Lampung Tengah, dihebohkan dengan penemuan bayi, Selasa (26/5/2026) sekitar pukul 03.00 WIB.

Sesosok bayi laki-laki ditemukan telantar di sebuah bangku kayu yang ada di teras Panti Asuhan Yayasan Syarif Hidayatullah Almubarok. 

Bayi yang ditutupi selimut kain itu ditinggalkan bersama sebuah tas plastik putih berisi pakaian dan perlengkapan mandi.

Namun, yang paling memilukan adalah temuan secarik kertas yang terselip di antara pakaian si bayi.

Surat dengan tulisan tangan itu berisi curahan hati orang yang diduga sebagai orang tua si bayi.

Kapolres Lampung Tengah Charles Pandapotan Tampubolon mengonfirmasi bahwa bayi tersebut langsung dievakuasi oleh pamong desa, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas ke Puskesmas Kotagajah untuk mendapatkan perawatan medis.

Dia mengatakan, bayi tersebut diketahui bernama Muhammad Denish Arkana (dalam surat tertulis Denish Arwana).

Ia lahir secara prematur saat kandungan berusia 34 minggu pada 20 Maret 2026 silam.

"Saat diperiksa, kondisi bayi dinyatakan sehat dengan berat badan 1,7 kilogram, panjang badan 44 sentimeter, lingkar kepala 33 sentimeter, dan lingkar dada 29,5 sentimeter," ujar Charles saat dikonfirmasi, Kamis (28/5/2026).

Kondisi fisiknya yang kecil dan prematur itu tampaknya disadari betul oleh sang ibu.

Dalam surat itu, orang yang diduga orang tua si bayi menuliskan pesan yang meminta agar bayinya jangan dimandikan dulu hingga bulan Juli atau Agustus mendatang.

Tubuh mungil Denish cukup dibersihkan dengan tisu atau kain basah agar tidak kedinginan.

Lewat lembaran surat tersebut, alasan penelantaran ini perlahan terkuak.

Di atas kertas itu, sang orang tua berkisah tentang badai musibah yang menghantam keluarga mereka.

Tertulis dalam surat, dua minggu sebelumnya nenek si bayi tersebut meninggal dunia setelah berjuang melawan penyakit stroke. 

Demi membiayai pengobatan medis dan terapi yang menguras banyak tempat, orang tua Denish terpaksa meminjam uang ke bank hingga kehabisan modal usaha.

Terjerat utang yang menumpuk, mereka mengaku terpaksa mengambil keputusan getir menitipkan Denish ke panti asuhan agar mereka bisa mengadu nasib bekerja ke luar kota demi melunasi kewajiban finansial.

Meski demikian, terselip sebuah janji manis sekaligus pilu di dalam surat tersebut.

Mereka menegaskan tidak berniat membuang darah daging mereka selamanya.

"Kami tidak ingin dianggap orang tua yang tidak bertanggung jawab," tulisnya.

Sang orang tua berjanji, jika urusan utang-piutang mereka dapat selesai dalam kurun waktu kurang dari dua tahun, mereka pasti akan kembali untuk menjemput dan merawat Denish kembali.

Di sisi lain, Kapolres mengatakan bahwa pihaknya telah mengamankan barang bukti berupa kantong plastik berisi perlengkapan bayi dan surat tersebut. 

"Sementara kepolisian melakukan penyelidikan lebih lanjut mengenai keberadaan orang tuanya, prioritas utama saat ini adalah memastikan kesehatan dan perlindungan bagi bayi Denish," tutupnya.

(TRIBUNLAMPUNG.CO.ID/Fajar Ihwani Sidiq)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.