TRIBUNMANADO.CO.ID - Pemandangan tak biasa nampak di Boulevard Tuminting, Manado, Sulut, Kamis (28/5/2026).
Perahu perahu nelayan parkir di atas tanggul tepi jalan.
Bagian bawah perahu menghadap ke atas.
Depan perahu menghadap ke laut. Belakangnya menatap ke jalan.
Baca juga: BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca 3 Harian di Sulut, Hujan Lebat dan Angin Kencang Mengintai
Seorang nelayan yang ditemui Tribunmanado.com menunjuk ke arah lautan.
Di sana ombak tengah mengamuk.
"Ombak sangat keras,", kata Son, ketua kelompok nelayan Tandipang di Kelurahan Sindulang Dua, Kecamatan Tuminting.
Son dan kawan kawan tengah duduk di tepi pantai.
Sambil menikmati kudapan ringan, mereka bicara tentang hidup yang semakin sulit.
Kadang mereka menertawakan ironi kehidupan yang tengah dialami.
Contohnya, ada yang dimarahi istri gara gara tak bawa pulang uang.
Son mengaku sudah hampir sepekan tak melaut.
"Kami tak mau ambil resiko," katanya.
Son dan kawan kawan adalah nelayan tulen.
Tak melaut berarti tak makan.
"Kami tak ada pekerjaan lain, hanya melaut dan jika seperti ini kami tak ada pendapatan," katanya.
Son bercerita, seorang temannya nelayan senior terpaksa jadi pemungut sampah untuk bertahan hidup.
Dipungutnya sampah plastik yang hanyut dari laut ke pesisir.
"Itu sudah keadaan terpaksa sekali, sudah sangat butuh uang, sementara cuaca tidak baik baik saja," katanya.
Dirinya berharap cuaca segera cerah.
Agar mereka bisa melaut lagi. (Art)
-
WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini