TRIBUNSTYLE.COM - Perayaan Idul Adha 2026 kali ini terasa begitu semarak di berbagai sudut tanah air. Salah satu pemicunya adalah kehadiran sapi-sapi kurban raksasa bantuan dari Presiden RI, Prabowo Subianto.
Bukan sekadar karena jumlahnya yang fantastis mencapai 1.098 ekor yang disebar ke pemda, masjid, pesantren, hingga lembaga sosial tetapi profil sapi-sapi ini memang luar biasa. Berukuran jumbo dengan bobot rata-rata di atas satu ton, hewan-hewan kurban ini juga dibekali nama unik yang menggelitik perhatian warga. Ada yang dipanggil "Gemoy" karena tubuhnya yang tambun, hingga ada yang dinamai "Sambo".
Mari kita intip cerita menarik di balik deretan sapi raksasa milik Presiden Prabowo yang sukses menjadi primadona warga di momen Idul Adha tahun ini.
Pelataran belakang Masjid Istiqlal mendadak berubah menjadi lokasi wisata dadakan usai pelaksanaan Shalat Idul Adha, Rabu (27/5/2026). Pusat perhatian warga tertuju pada dua ekor sapi berukuran masif yang berdiri gagah di bawah tenda merah putih dengan ikatan rangka besi.
Mereka adalah sapi kurban milik Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Sapi milik Presiden Prabowo tampil dominan dengan bobot sekitar 1,3 ton dan ciri khas warna putih di area kepalanya. Tepat di sebelahnya, berdiri sapi kurban milik Wapres Gibran yang memiliki berat 1,2 ton dengan hiasan kalung lonceng di lehernya. Tak pelak, warga pun berbondong-bondong mendekat hanya untuk sekadar mengagumi atau berswafoto dengan duo sapi raksasa tersebut.
Baca juga: Sapi Kurban Prabowo dan Gibran Jadi yang Terbesar di Istiqlal, Warga: Stylish dan Berambut Pirang!
Suasana di Masjid Jami Al-Ichrom, Jalan Prepedan Raya, Kalideres, Jakarta Barat, juga tidak kalah meriah pada Selasa (26/5/2026). Sebuah pemandangan kontras terlihat di area kandang, di mana seekor sapi berjenis limosin dengan bulu cokelat-putih berdiri menjulang, jauh lebih besar dibanding hewan kurban lainnya.
Ini adalah kali pertama bagi pengurus masjid setempat menerima hewan kurban langsung dari orang nomor satu di Indonesia. Ketua DKM Masjid Jami Al-Ichrom, Murasin Kilung, tidak bisa menyembunyikan rasa syukurnya.
“Alhamdulillah, Bapak Presiden Prabowo menyerahkan satu ekor sapi dengan bobot yang begitu besar,” ujar Murasin.
Melihat tubuh sapi seberat 1 ton itu begitu padat dan berisi, warga sekitar spontan memberikan panggilan sayang.
“Sapinya bagus, tadi warga yang pada ngelihat pada namainnya sapi gemoy soalnya badannya emang gemoy kan, gede banget,” kata seorang warga setempat bernama Aisah (45).
Beralih ke Kota Depok, seekor sapi hasil persilangan Simmental Cross Limosin sukses menyita perhatian publik. Sapi jumbo ini dipanggil dengan nama Reymon. Bobotnya pun tidak main-main, menyentuh angka 1.048 kilogram.
Secara fisik, Reymon terlihat sangat gagah. Tubuhnya yang bulat tebal menyerupai karakteristik sapi limosin, dibalut warna cokelat kemerahan. Namun, bagian wajahnya memiliki corak putih krem (bald face) yang menjadi ciri khas trah Simmental.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Depok, Dadan Rustandi, menjelaskan bahwa sapi istimewa ini nantinya akan disembelih di Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Depok, sebelum didistribusikan kepada masyarakat di wilayah Kecamatan Sawangan.
“Alhamdulillah Kota Depok mendapatkan satu sapi kurban bantuan presiden,” ujar Dadan.
Baca juga: Kronologi Sapi Kurban di Bandung Ngamuk Seruduk Warga hingga Ditembak, Diduga Stres Turun dari Truk
Di kawasan Kebonpedes, Kota Bogor, ada kisah kedekatan emosional yang menyentuh antara seorang peternak senior, Koharudin (67), dengan seekor sapi bernama Romi. Sapi hasil kawin silang antara jenis Simmental dan FH (Friesian Holstein) ini memiliki tubuh abu-abu yang anggun, tinggi 165 cm, dan bobot mencapai 1,05 ton.
Koharudin menceritakan bahwa nama Romi memiliki nilai historis yang mendalam karena dirinya telah merawat sapi tersebut sejak baru lahir ke dunia.
“Romi itu secara historis dia emang lahirnya di Ramadhan,” ujar Koharudin.
Ikatan batin yang kuat membuat proses pelepasan Romi ke pihak Istana menjadi momen yang emosional bagi Koharudin.
“Kalau memang chemistry ini mah ada,” kata dia.
Setelah melewati serangkaian tes kesehatan yang ketat, Romi akhirnya dipinang oleh tim Presiden Prabowo dengan taksiran harga berkisar antara Rp 90 juta hingga Rp 100 juta.
Kisah paling unik barangkali datang dari kawasan Cipondoh, Tangerang. Seekor sapi jenis Brangus berbobot 1,1 ton dengan panjang badan mencapai tiga meter mendadak viral karena namanya: Sambo.
“Waktu itu lagi ramai di TV soal Sambo. Pas sapi saya datang, saya bilang ‘wah kayak Sambo nih, seram’,” ujar Rozi sambil tertawa.
Meskipun namanya terdengar sangar, perilaku sapi hitam besar ini justru berbanding terbalik. Sambo dikenal sangat jinak dan suka bermanja-manja dengan perawatnya.
“Dia enggak agresif, malah kolokan. Maunya diusap-usap,” kata dia.
Merawat Sambo membutuhkan dedikasi tinggi. Setiap harinya, ia harus mandi dua kali dan menghabiskan porsi makan yang luar biasa: 20 kg rumput, 30 kg ampas tahu, suplemen konsentrat, singkong, serta asupan air minum hingga 30 liter. Perawatan VIP ini membuahkan hasil manis. Setelah dinyatakan sehat oleh Pemprov Banten, Sambo dibeli oleh Presiden Prabowo dengan nilai fantastis.
“Sambo Rp 122 juta, alhamdulillah tertinggi,” ujar Rozi dengan nada puas.