Terminal Cicaheum Resmi Pindah ke Leuwipanjang, Penumpang Asal Tasik Ngeluh Harus Naik Angkot 2 Kali
Dedy Herdiana May 28, 2026 05:35 PM

 

Laporan wartawan TribunPriangan.com, Jaenal Abidin 

TRIBUNPRIANGAN.COM, KOTA TASIKMALAYA - Pemindahan operasional bus Terminal Cicaheum ke Terminal Leuwipanjang membuat penumpang asal Tasikmalaya harus berganti angkutan umum dua kali untuk mencapai tujuannya.

Musababnya, Dinas Perhubungan Kota Bandung memastikan seluruh layanan bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) dari Terminal Cicaheum telah resmi dialihkan ke Terminal Leuwipanjang. 

Padahal keberadaan Terminal Cicaheum sangat sentral dan lebih dekat ke pusat Kota Bandung, ketimbang di Terminal Leuwipanjang.

Nantinya untuk Terminal Cicaheum bakal beralih fungsi menjadi depo Bus Rapid Transit (BRT) Bandung Raya dan terminal angkutan dalam kota.

Menanggapi hal ini, penumpang bus Budiman jurusan Tasik Bandung, Albani (48) mengaku, perpindahan terminal Cicaheum ke Leuwiliang belum tepat. 

Karena dirinya harus menggunakan angkutan umum sebanyak dua kali untuk mencapai tujuannya.

"Perpindahan cicaheum ke Leuwipanjang kurang tepat yang langsung ke kota bandung, dan kebetulan saya punya orang tua yang sudah tua sangat berat dan jauh juga," ucap Albani ketika ditemui TribunPriangan.com, di PO Budiman Kota Tasikmalaya, Kamis (28/5/2026).

Baca juga: Terminal Cicaheum Bakal Ditutup, Warga Priangan yang Sering ke Bandung Wajib Tahu, Begini Kata Roni

Menurutnya, keberadaan terminal Cicaheum sangat strategis dan dekat dengan kediamannya dan tidak jauh ke pusat Kota.

"Padahal cicaheum bagus sekali karena dekat ke kota, dan rumah orang tua di jalan Ahmad Yani dekat ke terminal cicaheum. Bahkan orang tua sering Tasik juga menggunakan bus Budiman," jelasnya.

Alhasil ia harus memutar lebih jauh dari terminal Leuwipanjang menuju kediamannya, yang sebelumnya dekat dengan terminal Cicaheum.

"Ketika pindah, artinya kita harus ke rumah orang dua naik dua kali angkutan lagi karena cukup jauh, belum macetnya juga," kata pria yang disapa Bani.

Meskipun sudah berlaku, ia berharap pemerintah dapat melakukan penyesuaian terlebih dahulu terkait perpindahan terminal Cicaheum ke Leuwipanjang.

"Kalau mau ini di proyeksikan lagi di tahun 2027, supaya ada penyesuaian dulu. Karena keberadaan terminal cicaheum sangat berarti bagi kami yang dekat dengan kota," ungkapnya.

Sementara itu, menurut petugas PO Budiman Rahmat mengaku, dampaknya cukup bagus. Karena semua bus besar berkumpul di satu tempat di Leuwipanjang.

"Kalau kami mengikuti arahan saja, karena rencana perpindahan ini sudah sempat dilakukan bulan lalu tapi mundur lagi. Malah informasinya per tanggal 1 Juni efektifnya semua operasional bus di terminal Leuwipanjang," ucap Rahmat.

100 Armada Pindah dari Terminal Cicaheum ke Leuwipanjang

Layanan bus angkutan kota antar provinsi (AKAP) dan angkutan dalam provinsi (AKDP) di Terminal Cicaheum akhirnya dialihkan ke Terminal Leuwipanjang, mulai Selasa (26/5/2026).

Keputusan tersebut dilakukan karena Terminal Cicaheum akan dijadikan depo Bus Rapid Transit (BRT), sehingga semua aktivitas atau layanan bus ini harus dialihkan demi mendukung proyek pemerintah pusat itu.

Kepala Terminal Cicaheum, Asep Supriadi mengatakan, terkait pengalihan bus ke Terminal Leuwipanjang itu pihaknya sudah mendapat surat edaran dari pemerintah pusat dan saat ini surat tersebut sudah ditindaklanjuti.

"Kemarin itu hasil rapat, sudah ada surat edaran dan ada tindaklanjutnya untuk seluruh bus AKAP maupun AKDP dialihkan ke Terminal Leuwipanjang," ujarnya saat  dihubungi, Selasa (26/5/2026).

Meski demikian, masih terdapat aktivitas terbatas di area Terminal Cicaheum. Beberapa bus masih melintas untuk menurunkan atau menaikkan penumpang yang belum mengetahui perubahan lokasi keberangkatan.

Menurutnya, armada dari berbagai rute, termasuk yang sebelumnya menuju wilayah Garut, sudah tidak lagi beroperasi penuh di Cicaheum, kecuali kendaraan kecil seperti elf yang masih dalam proses penyesuaian.

"Kalau bus masih ada kami suruh untuk keluar langsung Leuwipanjang. Kalau untuk Armada yang ke daerah Garut kebetulan di sini sudah enggak ada untuk armada busnya, kecuali elf," ucapnya.

Dengan pengalihan layanan ini, kata Asep, pergerakan bus di Terminal Cicaheum yang sebelumnya mencapai puluhan armada, sudah sepenuhnya dipusatkan di Terminal Leuwipanjang.

"Untuk jumlah armada yang dialihkan dari Terminal Cicaheum ke Terminal Leuwipanjang per setengah hari ini sudah kisaran antara 85 armada sampai 100 armada," kata Asep.

60 Bus Sudah Masuk Terminal Leuwipanjang

Puluhan bus angkutan kota dalam provinsi (AKDP) dan angkutan kota antar provinsi (AKAP) sudah masuk ke Terminal Leuwipanjang setelah layanannya dipindahkan dari Terminal Cicaheum sejak 26 Mei 2026.

Berdasarkan pantauan Tribun Jabar, Kamis (28/5/2026), sejumlah bus yang dipindahkan dari Terminal Cicaheum itu terparkir di Terminal Leuwipanjang untuk menunggu penumpang, kemudian setelah penuh langsung berangkat ke tempat tujuan.

Bus dari Terminal Cicaheum tersebut parkir berdekatan dengan bus eksisting di Terminal Leuwipanjang, sehingga area terminal tersebut terlihat penuh dan sibuk dengan bus yang keluar masuk terminal.

"Bus yang masuk (Terminal Leuwipanjang) sudah ada 60 karena saat ini masih ada yang berangkat dari Terminal Cicaheum," ujar Kepala Terminal Leuwipanjang, Asep Hidayat saat ditemui di lokasi, Kamis (28/5/2026).

Dengan begitu, kata dia, saat ini baru 80 persen bus yang masuk ke Terminal Leuwipanjang, sedangkan 20 persen bus yang lainnya masih melakukan pelayanan di Terminal Cicaheum meskipun sudah ada sosialisasi.

"Dalam rangka Terminal Cicaheum rencana akan segera ditutup. Sebenarnya edaranya sudah tersosialisasi ke PO masing-masing, itu di tanggal 25 Mei 2026," katanya.

Dia mengatakan, bus yang sudah masuk ke Terminal Leuwipanjang itu di antaranya PO Budiman jurusan Wonosobo, Pangandaran, Tasikmalaya dan sebagainya serta PO Gunung Harta untuk jurusan Bandung-Bali.

"Ketiganya, PO Eka dan Sugeng Rahayu ke Surabaya, terus ada PO Kalingga ke Jawa. PO KYM, 27 Trans, dan Bandung Express, semuanya sudah pada masuk," ucap Asep.

Layanan bus yang dipindahkan dari Terminal Cicaheum ke Terminal Leuwipanjang tersebut, kata dia, langsung ke Jalan Tol Muhammad Toha. Kemudian menuju ke berbagai wilayah tujuan seperti, Pangandaran, Wonosobo dan sebagainya.

"Jadi, di sini tetap kita buka layanan biarpun masih ada yang sebagian atau sekitar 20 persen bus berangkat dari Terminal Cicaheum," katanya.

Seperti diketahui, pemindahan layanan bus ini dilakukan karena Terminal Cicaheum akan dijadikan depo Bus Rapid Transit (BRT), sehingga semua aktivitas atau layanan bus ini harus dialihkan demi mendukung proyek pemerintah pusat itu. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.