SURYA.CO.ID MADURA - Rakhmat Basuki menjadi sosok penting di balik keberhasilan Madura United bertahan di Super League 2025/2026. Meski hanya berstatus pelatih karteker, sentuhan tangan dinginnya mampu mengubah Laskar Sape Kerrab tampil tangguh di penghujung musim.
Kepercayaan yang diberikan kepada Rakhmat Basuki sebagai pelatih karteker Madura United berbuah manis. Pelatih asal Madura itu sukses menyelamatkan tim dari ancaman degradasi di Super League 2025/2026.
Dalam sembilan pertandingan bersama Madura United, Rakhmat Basuki mampu mempersembahkan lima kemenangan. Sementara empat laga lainnya berakhir dengan kekalahan.
Catatan tersebut terasa istimewa karena tiga kemenangan diraih saat menghadapi tim-tim kuat seperti Persebaya, PSM Makassar, dan Bali United. Hasil itu sekaligus menunjukkan kemampuan Rakhmat dalam membaca karakter tim dan mengangkat mental pemain di tengah tekanan kompetisi.
Baca juga: Lolos Degradasi, Madura United Tancap Gas Perubahan Besar dan Bangkit di Liga 2026/2027
Keberhasilan tersebut tak lepas dari pengalamannya bersama Madura United selama satu dekade terakhir. Enam tahun ia mengabdikan diri di akademi klub, sebelum empat tahun terakhir fokus membantu tim senior sebagai asisten pelatih.
Pengalaman panjang itu membuat Rakhmat memahami kultur tim dan karakter pemain Madura United secara mendalam.
Meski dinilai berhasil membawa perubahan positif, Rakhmat Basuki belum bisa menjabat sebagai pelatih kepala permanen di kompetisi kasta tertinggi Indonesia. Ia masih terkendala syarat lisensi kepelatihan.
Sesuai regulasi Super League, pelatih kepala wajib memiliki lisensi AFC Pro, level tertinggi dalam akreditasi kepelatihan yang dikeluarkan AFC. Sementara lisensi yang dimiliki Rakhmat saat ini masih satu tingkat di bawahnya.
"Yang jelas untuk bisa naik ke level sebagai pelatih kepala, keinginan itu ada. Cuma saya harus lebih berani memantaskan diri," kata Rakhmat Basuki kepada media termasuk surya.co.id.
Baca juga: Madura United Resmi Bertahan di Super League, Air Mata dan Perjuangan Rakhmat Basuki Berbuah Manis
"Dan, Insyaallah bulan depan saya sudah mulai mengikuti kursus Pro License di Indonesia," tambahnya.
Rakhmat berharap mendapat dukungan penuh dari keluarga besar Madura United dan masyarakat Madura. Jika berhasil meraih lisensi AFC Pro, ia akan menjadi pelatih asal Pulau Madura pertama yang memiliki lisensi tertinggi tersebut.
Kehadirannya diharapkan mampu menjadi representasi pelatih asal Pulau Garam dalam persaingan pelatih kepala klub-klub Super League.
"Ya mudah-mudahan saya berhasil bisa mendapatkan license itu, dan mengembangkan amanah sebagai pelatih yang bisa untuk membawa Madura United berprestasi," pungkas Rakhmat Basuki.