Harga Bahan Pokok di Pasar Inpres Matawai Naik, Pembeli Berkurang
Oby Lewanmeru May 28, 2026 07:19 PM

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Budiman

POS-KUPANG.COM, WAINGAPU - Asmah, seorang pedagang di Pasar Inpres Matawai, Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur mengatakan, hampir semua barang kebutuhan pokok yang dijualnya mengalami kenaikan harga. Akibat kenaikan itu, pembeli berkurang.

Kenaikan harga barang, kata dia, mulai terjadi signifikan pada awal Mei 2026.

“Harga naik semua. Apa yang tidak naik? Semua naik,” katanya kepada Pos Kupang dengan nada sedikit kesal, Kamis (28/5/2026).

Adapun barang yang mengalami kenaikan harga cukup tinggi adalah plastik. Asmah mengatakan, beberapa waktu terakhir ia membeli plastik seharga Rp800.000 per karung.

Baca juga: Pedagang Mengeluh Pasar Inpres Matawai Sumba Timur Sepi

Namun pada Mei ini, harganya berubah menjadi lebih dari Rp1.000.000 per karung dengan ukuran yang sama.

“Plastik itu sekarang Rp1 juta per karung. Mahal sekali,” ujarnya.

Selain itu, minyak goreng merek Bimoli juga naik dari Rp450.000 per dus berisi empat jeriken menjadi Rp500.000. 

Sementara merek Golco kini dijual Rp115.000 per jeriken ukuran lima liter.

Ia mengatakan, kenaikan harga tersebut sering membuat pembeli kaget. Karena mahal, sejumlah pelanggan pun membatalkan pembelian.

Situasi semakin rumit, kata dia, karena minyak subsidi dari pemerintah seperti Minyakita tidak selalu tersedia di semua toko. Minyak tersebut hanya ada di kios yang sudah terdaftar di Bulog. Atau tidak dijual bebas.

Bawang merah juga mengalami kenaikan harga. Bawang yang dipasok dari Bima yang dijual Asmah, kini Rp50.000 per kg. Sedangkan bawang putih masih Rp40.000 per kg.

“Harga bawang gila sekarang,” ucapnya sambil menggeleng-gelengkan kepala.

Asmah berharap harga barang tersebut bisa segera turun. Pasalnya, setelah terjadi kenaikan harga, jumlah pembeli di tempatnya ikut menurun. (dim)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.