- Pengamat Politik Trias Politika, Agung Baskoro memberikan kritikan terkait pembelian sapi kurban atas nama Presiden Prabowo Subianto yang menggunakan Anggaran Pemerintah dan Belanja Negara (APBN).
Pengamat menyebut langkah Prabowo dinilai kurang tepat terkait pembelian hewan kurban melalui dana Bantuan Presiden (Banpres).
Agung menyebut idealnya bahwa kurban itu menggunakan anggaran pribadi Prabowo sendiri bukan dari APBN.
Dilansir dari Tribunnews dalam program on focus Agung beranggapan hal ini menjadi sangat sensitif di masyarakat hingga menimbulkan perdebatan publik, Kamis (28/5).
Ia menambahkan, terlebih banyak pihak yang merasa pembelian sapi kurban dengan uang APBN itu kurang pas.
"Istilahnya urusan agama kemudian bercampur dengan urusan pribadi yang seharusnya menjadi ibadah yang sangat privat, jadi publik. Jadi bagi sebagian kalangan ini memang tidak pas ya," ucapnya kepada Tribunnews dalam wawancara eksklusif ON FOCUS, dikutip pada Kamis (28/5/2026).
"Karena kita tahu ya negara memang sulit, masyarakat juga sedang enggak mudah menghadapi hidup, tapi caranya enggak begini, dengan memberikan anggaran yang sangat besar untuk kurban semacam itu, bagi-bagi," sambung Agung.
Menurutnya, urusan agama yang seharusnya bersifat privat kini menjadi konsumsi publik sehingga menimbulkan polemik.
Agung menilai sebagian kalangan menganggap penggunaan anggaran negara untuk kurban kolosal tidak tepat.
"Sudah selesai, tidak ada perdebatan karena itu pakai anggaran pribadi. Tapi ketika ini kolosal, besar, menggunakan APBN, bahkan sampai miliar kok rasa-rasanya kurang tepat," ungkap Agung.
Ia mengatakan negara dan masyarakat saat ini sedang menghadapi kondisi ekonomi yang tidak mudah.
Agung menilai penggunaan APBN hingga miliaran rupiah untuk kurban kurang tepat di tengah kondisi masyarakat tanah air saat ini.