TRIBUNMATARAMAN.COM, TRENGGALEK - Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Ngadirenggo, Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek selesai menyembelih sapi seberat 1 ton. Dagingnya akan dibagikan ke ratusan karyawan dan warga karena hewan kurban dari salah satu pengusaha.
Juru Periksa Daging (Keur Master) RPH Ngadirenggo, Suyitno menerangkan hari ini menyembelih 3 ekor sapi. Dimana permintaan penjagalan berasal dari warga sekitar, dari SD Inovatif Muhamadiyah serta dari salah satu pengusaha digital printing di Trenggalek.
"Alhamdulillah hari ini 3 ekor sapi. Selama ini di RPH yang terbesar baru hari ini dari Sohibul Hajat Mas Bagus sebesar kurang lebih 1 ton," ujar Suyitno kepada TRIBUNMATARAMAN.COM, Kamis (28/5/2026).
Ia menjelaskan secara terperinci satu dari pengusaha Trenggalek sekitar 1 ton. Kedua, dari warga Pogalan itu seberat 370 kilogram.
Baca juga: Petugas Kesehatan Hewan Tulungagung Temukan 7 Sapi Terkena Cacing Hati dan 1 Sapi Rusak Hatinya
Lalu, yang ketiga dari SD Muhammadiyah Innovatif seberat 350 kilogram berat hidup.
"Kalau yang terbesar ini dari Fighter itu dari Ngadiluwih Kediri," akuinya.
Pak Yit, sapaan akrab beliau ini mengaku untuk standar operasional prosedur (SOP) di RPH ini yaitu hewan ternak harus dipuasakan tidak boleh makan selama 10 jam.
Hal itu dilakukan agar daging yang dihasilkan benar-benar berkualitas dan sudah menjadi prasyarat atau SOP.
"Beratnya total itu seandainya tidak dipuasakan mencapai 1 ton lebih. Tapi karena kita sudah sesuai SOPnya harus istirahat minimal 10 jam. Itu totalnya menjadi 970 kilogram berat hidup," jelasnya.
Ditanya tentang kendala yang dialami selama proses penyembelihan, Pak Yit mengaku tidak ada.
Karena ia sudah puluhan tahun berkecimpung di dunia penyembelihan. Ia sudah mengantongi penyelia juru sembelih halal sudah lama. Tinggal 2 tahun lagi dirinya punya tugas.
Hanya saja, pria yang saat ini tinggal di Desa Jatiprahu Kecamatan Karangan Trenggalek ini menaruh harapan besar agar RPH memiliki mesin yang lebih canggih.
Tujuannya agar sewaktu-waktu ada pemotongan hewan dengan berukuran besar, lebih mudah dalam proses penyembelihannya.
Baca juga: Santri Trenggalek Buat Aplikasi Kamus Al Munawwir Digital Selama 13 Bulan, Gratis Diunduh
"Ke depannya saya berharap RPH ini punya kandang penjepit ya, atau hidrolik khusus untuk menjatuhkan atau merobohkan sapi yang tonasenya lebih besar. Kalau masih di bawah 500 atau di bawah 700 ke bawah itu masih kita masih bisa," keluhnya.
Sementara, Owner Fighter Corporation, Feri Bagus Setiawan menerangkan pihaknya melakukan kegiatan rutin tahunan dalam rangka Hari Raya Idul Adha atau Hari Raya Kurban dengan menyembelih sapi.
Untuk tahun ini menjadi salah satu momentum yang manis. Pasalnya sapi yang disembelih berukuran jumbo.
"Alhamdulillah hari ini bisa menyembelih sapi dan beratnya biasanya kurang lebih 1 ton. Sama pemiliknya dikasih nama Bruno," terang Bagus.
Untuk pembagian paket kurban, Bagus mengaku akan membagikan kepada sebanyak 200 karyawan. Sekaligus warga sekitar sebagai bentuk kepedulian sosial.
"Sedangkan untuk masyarakat sekitar juga 200 paket," ulasnya.
Sebelum proses penyembelihan, menurut Bagus sudah melalui beberapa prosedur kesehatan. Sehingga laik untuk dikonsumsi.
"Kalau sebelum penyerahan sudah ada cek kesehatan rutin sudah sudah sudah. Sudah sudah semua, ditimbang hingga dicek kesehatan," pungkasnya.
(Madchan Jazuli/TribunMataraman.com)