TRIBUNMATARAMAN.COM, TULUNGAGUNG - Petugas kesehatan hewan yang ditugaskan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Tulungagung menemukan cacing hati pada 7 sapi kurban.
Selain itu ada 1 ekor sapi yang organ hatinya membiru sehingga dinyatakan tidak layak konsumsi.
Kabid Kesehatan Masyarakat, Veteriner, dan Kesejahteraan Hewan DPKH Kabupaten Tulungagung, Eersthanty Novelita, secara umum semua daging kurban dinyatakan layak konsumsi.
“Hanya organ hati yang bermasalah itu tidak boleh dikonsumsi. Namun daging lainnya masih layak konsumsi,” jelasnya, Kamis (28/5/2026).
Baca juga: Puluhan Hewan Kurban di Trenggalek Terkena Cacing Hati, Disnakkan : Organnya Baiknya Dikubur
DPKH Tulungagung mengerahkan 30 dokter hewan dari 7 Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) yang ada.
Selain itu ada 30 dokter hewan lain yang bergabung dalam Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) yang juga digandeng untuk melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban.
Para petugas kesehatan hewan ini menerima pembekalan sebelum pelaksanaan kurban Iduladha.
“Pemeriksaan meliputi ante mortem (saat masih hidup) dan post mortem (setelah penyembelihan). Mereka disebar di seluruh wilayah di Kabupaten Tulungagung,” sambung Eersthanty Novelita.
Temuan pertama ada di salah satu rumah pemotongan hewan yang juga dipakai menyembelih hewan kurban.
Dari 21 ekor sapi yang dipotong, satu di antaranya ditemukan organ hatinya membiru.
Petugas kesehatan hewan meminta organ hati itu tidak dikonsumsi dan dimusnahkan.
Sementara temuan cacing hari ada di sejumlah masjid yang melakukan penyembelihan.
Organ hati yang terinfeksi cacing itu juga disingkirkan, tidak boleh dikonsumsi.
Sementara sisa daging pada sapi kurban itu dinyatakan layak dikonsumsi seluruhnya.
“Yang terinfeksi cacing dibuang, tidak dimakan. Sisanya semua masih layak dikonsumsi,” tegas Eersthanty.
Baca juga: Kondisi Terkini Bayi Perempuan yang Ditemukan di Pinggir Jalan Area Persawahan Ngasem Kediri
Sebelumnya petugas DPKH juga mengawal sapi kurban dari Presiden Prabowo.
Eersthanty menyatakan, sapi jenis limosin 1 ton 50 kg ini sehat sepenuhnya baik ante mortem maupun post mortem.
Sapi ini tidak termasuk yang terinfeksi cacing hati, sehingga dinyatakan layak dikonsumsi seluruhnya.
Dari data DPKH, proses penyembelihan hewan kurban akan berlangsung sampai Sabtu (30/5/2026).
DPKH memprediksi, Iduladha tahun ini lebih banyak kurban kambing dibanding sapi karena harga kambing turun, sementara harga sapi naik.
“Harga sapi naik jauh sebelum menjelang Iduladha, sementara kambing justru turun. Kalau dilihat di masjid-masjid lebih banyak kambing,” pungkasnya.
(David Yohanes/TribunMataraman.com)