Polisi Duga Balita di Bekasi Dibunuh Pamannya, Ini Alasannya
Hironimus Rama May 28, 2026 09:35 PM

Laporan Rendy Rutama Putra

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JATISAMPURNA - Polisi menduga pelaku pembunuhan balita berjenis kelamin laki-laki berinisial A (2) di RT 02 RW 10 Jatirangga, Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi, adalah pamannya sendiri, berinisial G (18).

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Andi Muhammad Iqbal mengatakan, dugaan itu mengarah setelah pihak kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan sejumlah saksi.

“Untuk saat sementara dalam penyelidikan ini pelakunya bukan si nenek dari A, yakni inisial M (60), untuk saat ini mengarah ke salah satu korban yang masih hidup (G) dan saat ini dirawat di Rumah Sakit (RS),” kata Iqbal di Polres Metro Bekasi Kota, Kamis (28/5/2026).

Baca juga: Ditemukan Pisau Dapur, Ketua RT Curiga Balita di Jatisampurna Bekasi Sengaja Dihabisi

Iqbal menjelaskan, mulanya pihak kepolisian sempat memeriksa lebih dalam kepada M. Sebab, M diketahui sempat mencuci pisau yang saat itu digenggam G.

"Bermula kami melakukan penyelidikan, investigasi di lapangan, sempat menerka, memperkirakan, 'Wah ini kok bisa pisaunya langsung dicuci' ternyata itu hanya respon M dan tidak sengaja," jelasnya.

"Setelah kami intergoasi dan pendalaman, sementara pelaku dalam penyelidikan bukan si nenek," sambungnya.

Diketahui, A ditemukan meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan di sebuah kontrakan di RT 02 RW 10 Jatirangga, Rabu (27/5/2026) malam.

Sementara itu, G ditemukan tergeletak bersimbah darah dengan luka pada bagian tubuhnya dan kini menjalani perawatan medis di RSUD Jatisampurna.

Iqbal menjelaskan, pihaknya pertama kali menerima laporan adanya dugaan tindak pidana pembunuhan pada Rabu malam.

Saat petugas tiba di lokasi, polisi mendapati dua korban berada di dalam kontrakan dengan kondisi luka parah.

“Korban anak berumur kurang lebih 2 tahun 7 bulan meninggal dunia dengan kondisi sangat mengenaskan. Ada beberapa luka sobek di pipi seperti diiris pisau, kemudian di bagian selangkangan dan sejumlah luka tusuk di tubuh korban,” jelasnya.

Sementara G ditemukan masih bernyawa dengan luka sobek di bagian pipi dan mulut serta luka tusukan pada dada.

Polisi kemudian melakukan pendalaman terhadap keluarga dan saksi-saksi di lokasi.

Dari hasil pemeriksaan sementara, G diketahui memiliki riwayat gangguan kejiwaan dan pernah menjalani penanganan psikiater.

“Yang bersangkutan memang sempat dibawa ke psikiater dan rutin mengonsumsi obat. Namun, dua hari terakhir tidak mengonsumsi obat tersebut,” ucapnya.

Meski begitu, polisi belum dapat meminta keterangan dari G lantaran kondisinya masih dalam perawatan intensif.

“Kami masih menunggu kondisi yang bersangkutan stabil untuk dilakukan interogasi lebih mendalam,” ujarnya.

Sebelumnya, Ketua RT 02 Jatirangga, Taufik Hidayat mengatakan, jasad balita A ditemukan pertama kali oleh nenek korban sepulang bekerja sekitar pukul 22.00 WIB.

Saat itu, nenek korban mendapati A dan G sudah tergeletak berdampingan di lantai kontrakan dengan kondisi bersimbah darah.

“Tubuh korban anak kecil ditemukan luka tusuk parah hingga organ dalam keluar,” kata Taufik saat ditemui di lokasi.

Menurut Taufik, di sekitar tubuh korban juga ditemukan dua bilah pisau dapur yang diduga digunakan dalam kejadian tersebut.

Kini, jenazah balita A telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk dilakukan autopsi, sementara polisi masih mendalami motif di balik peristiwa tragis itu. (M37)



© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.