TRIBUNJAKARTA.COM, GROGOL PETAMBURAN - Pengakuan mengejutkan disampaikan MS usai diciduk aparat dalam kasus pencurian sepeda motor.
Pelaku mengaku nekat melakukan aksi pencurian karena mendapat “bisikan” yang menyuruhnya menemui Presiden Prabowo Subianto di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.
Kanit Reskrim Polsek Grogol Petamburan AKP Alexander Tengbunan mengatakan, pelaku sebelumnya diamankan oleh anggota Polsek Sunda Kelapa lantaran gerak-geriknya mencurigakan.
Di saat yang bersamaan, aparat Polsek Grogol Petamburan juga tengah memburunya usai mencuri sepeda motor di kawasan kos-kosan kawasan Wijaya Kusuma.
“Dari Polsek Sunda Kelapa sudah mengidentifikasi dan mengamankan pelaku. Setelah itu kami dari Reskrim Polsek Grogol Petamburan menjemput tersangka beserta barang bukti satu unit motor Honda,” ujar Alexander kepada wartawan, Kamis (28/5/2026) malam.
Saat diperiksa, MS mengaku mendengar suara-suara yang mengarahkannya untuk pergi ke Menteng dan bertemu Presiden Prabowo.
“Katanya bisikan itu menyuruh dia ketemu Prabowo di daerah Menteng, Jakarta Pusat. Setelah itu bisikan tersebut mengarahkan dia ke kos-kosan tempat kejadian, lalu dia melakukan pencurian motor,” jelas Alexander.
Polisi menyebut pelaku menjalankan aksinya dengan cara mendorong motor milik korban dari lokasi kejadian.
Bahkan, pelaku sempat dibantu seorang pengemudi ojek online lantaran mengaku motor yang dibawanya sedang mengalami kerusakan.
“Si ojol ini tidak tahu kalau motor itu hasil curian, jadi dibantu mendorong,” katanya.
Namun demikian, polisi masih mendalami pengakuan pelaku terkait halusinasi yang dialaminya.
Sebab, hasil tes urine menunjukkan MS positif mengonsumsi narkoba jenis sabu atau methamphetamine.
“Ketika dilakukan cek urine, hasilnya positif sabu-sabu. Jadi kami masih mendalami apakah yang bersangkutan benar mengalami gangguan kejiwaan atau hanya alasan yang dibuat-buat,” ujar Alexander.
Selain itu, polisi juga menemukan surat keterangan sakit jiwa di dalam tas pelaku.
Meski begitu, keaslian dokumen tersebut masih akan diperiksa lebih lanjut.
“Kami belum bisa memastikan itu resmi dari medis atau dibuat-buat. Nanti akan kami jadwalkan pemeriksaan kejiwaan lebih lanjut,” tuturnya.
Saat ini polisi masih mendalami kemungkinan adanya aksi pencurian lain yang pernah dilakukan pelaku.
Sementara itu, sepeda motor hasil curian belum sempat dijual dan kini telah diamankan sebagai barang bukti.