Negosiasi kontrak antara Deniz Undav dan VfB Stuttgart dikabarkan mencapai titik panas, dengan laporan yang menyebutkan bahwa sang penyerang telah memberikan ultimatum kepada klub.
Menurut laporan dari *Bild*, Undav menginginkan kejelasan mengenai masa depannya paling lambat pada hari Selasa depan. Pemain berusia 29 tahun itu dijadwalkan berangkat ke Amerika Serikat bersama skuad tim nasional Jerman (DFB) pada hari tersebut. Sesaat setelah kekalahan VfB Stuttgart di final DFB-Pokal melawan FC Bayern München, Undav sudah menegaskan bahwa dirinya hanya bersedia bernegosiasi sampai keberangkatannya bersama tim nasional. “Saya akan pergi mulai Rabu. Kita lihat saja apa yang terjadi sebelum itu,” ujarnya.
Jika tidak ada kesepakatan yang tercapai sebelum keberangkatannya menuju Piala Dunia, pembicaraan kontrak akan “ditangguhkan sementara waktu”. Hal ini berarti perpanjangan kontrak hingga setelah tahun 2027 tidak akan terjadi pada musim panas ini, dan VfB Stuttgart berisiko kehilangan Undav secara gratis. Mulai 1 Januari, penyerang internasional Jerman itu bebas untuk bernegosiasi dengan klub lain.
Namun, *Bild* juga melaporkan bahwa manajemen VfB Stuttgart akan mengajukan tawaran kedua yang lebih baik sebelum akhir pekan. Undav sebelumnya menolak tawaran awal kontrak tiga tahun—yang bisa diperpanjang hingga tahun 2030—pada awal Mei lalu.
CEO Alexander Wehrle dan direktur olahraga Fabian Wohlgemuth memimpin langsung proses negosiasi tersebut. Dewan pengawas dilaporkan telah menyetujui kesepakatan baru tersebut, yang mencakup gaji pokok sebesar €5,5–6 juta per tahun (naik dari €4,5 juta) serta bonus tanda tangan sebesar €3 juta—penawaran tertinggi dalam sejarah klub.
Undav diketahui ingin tetap bertahan di VfB Stuttgart dan diperkirakan akan berperan sebagai pemain pelapis utama (super-sub) di ajang Piala Dunia.
Penyerang kelahiran Achim tersebut dilaporkan telah menyampaikan kepada manajemen Stuttgart bahwa dirinya terbuka untuk bertahan jangka panjang di klub. Ia dan keluarganya merasa nyaman tinggal di Stuttgart, baik di lingkungan klub maupun di kota itu sendiri. Namun, performa gemilangnya musim ini—dengan torehan 25 gol dan 14 assist—telah menarik minat dari beberapa klub kaya di luar negeri.
Berbeda dengan di VfB, Undav saat ini diproyeksikan hanya sebagai pemain cadangan utama oleh pelatih tim nasional, Julian Nagelsmann, di Piala Dunia mendatang. Kai Havertz masih menjadi pilihan utama di posisi penyerang tengah, dan dalam laga uji coba terakhir, Undav bahkan berada di belakang Nick Woltemade dalam urutan pilihan, meskipun pemain Newcastle United itu sedang kesulitan tampil konsisten dan tidak memiliki catatan gol sebagus Undav.
Undav akhirnya menjadi penentu kemenangan dalam laga uji coba kedua melawan Ghana dan, meskipun Nagelsmann telah menetapkan peran setiap pemain dengan jelas, Undav secara terbuka menyatakan harapannya untuk menjadi starter. Sang pelatih kemudian mengeluarkan komentar yang sempat menuai tanda tanya terhadap striker VfB tersebut, namun ia kemudian meminta maaf secara pribadi. Undav memastikan bahwa hubungan mereka tetap baik setelah insiden itu.