Air zam zam sebanyak 6.804 galon saat ini sudah berada di gudang Asrama Haji Embarkasi Banjarmasin dan siap untuk didistribusikan saat kepulangan jamaah haji
Banjarmasin (ANTARA) - Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel), Eddy Khairani mengungkapkan sebanyak 6.008 galon air zam zam disiapkan bagi jamaah haji asal provinsi setempat dan Kalimantan Tengah (Kalteng) pada pelaksanaan haji tahun 1447 Hijriah/2026.
"Air zam zam sebanyak 6.804 galon saat ini sudah berada di gudang Asrama Haji Embarkasi Banjarmasin dan siap untuk didistribusikan saat kepulangan jamaah haji," ujarnya di Banjarbaru, Kamis.
Menurut dia, jumlah galon air zam zam yang disiapkan sesuai jumlah jamaah yang diberangkatkan dari Embarkasi Banjarmasin ke Tanah Suci, yang berasal dari Provinsi Kalsel dan Provinsi Kalteng sebanyak 6.804 orang pada 19 kloter.
Dia mengungkapkan satu galon untuk satu peserta haji dengan isi lima liter air zam-zam.
"Untuk wilayah Kalsel, kami akan antar masing-masing ke Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) kabupaten/kota dan untuk teknis pembagiannya kami akan serahkan sepenuhnya kepada mereka," ujar Eddy yang merupakan Kepala Kanwil Kemenhaj Kalsel.
"Sedangkan untuk wilayah Kalteng, masing-masing kabupaten/kota akan diambil langsung oleh Kemenhaj kabupaten/kota sesuai jumlah jamaah yang berangkat," tuturnya.
Menurut dia, distribusi air zam zam ini menjadi salah satu bentuk pelayanan yang sangat dinantikan jamaah haji dan keluarga mereka.
Air zam zam bukan sekadar oleh-oleh dari Tanah Suci, kata Eddy, tetapi memiliki nilai spiritual yang sangat tinggi bagi umat Islam.
Karena itu, kata dia, proses pendistribusian dilakukan dengan penuh perhatian agar seluruh jamaah mendapatkan hak mereka secara merata dan tepat waktu.
Kemenhaj Kalsel juga memastikan seluruh galon air zam zam yang tiba dalam kondisi aman dan siap disalurkan sesuai data jumlah jamaah dari masing-masing daerah.
"Koordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota terus dilakukan agar proses pembagian berjalan tertib tanpa menimbulkan kendala di lapangan," ujar Edy Khairani.





